Advertisement
Tetapi status tersangka Margareth bukan karena kasus penganiayaan Angeline, melainkan kasus lain.
Pelaku merupakan anggota polisi aktif berpangkat Ajun Inspektur Dua (Aipda).
Terbunuhnya bocah Angeline menyulut amarah publik. Kisah ini mengingatkan akan kisah kejamnya kematian Arie Hanggara, bocah delapan tahun yang meninggal pada 8 November 1984 akibat tindak kekerasan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik di RSUP Sanglah Denpasar, Angeline diduga telah meninggal dan dikubur lebih dari tiga pekan.
Tapi dari hasil autopsi didapat, bocah yang meninggal karena benturan benda tumpul di kepala itu memiliki 20 lebih luka memar di sekujur tubuh.
Meski sudah meninggal, Angeline dinaikkan ke kelas III. Nilai rapotnya cukup bagus, bahkan terdapat nilai 10.
Angeline diperkirakan meninggal sekitar tiga minggu yang lalu.
Fahira geram atas kasus pembunuhan ini, Dia pun menyesalkan masih banyak orang yang masih menganggap kekerasan terhadap bukan kejahatan luar biasa.
Kamis 11 Juni kemarin, polisi menggelar rekonstruksi untuk mencocokkan keterangan korban dan para saksi.
Sebagai ayah yang memiliki tiga anak perempuan, Irfan geram.
Polisi masih telusuri bukti untuk kemungkinan tersangka lain.
Angeline merupakan anak kandung pasangan Rosidik dan Aminah. Anak ini diadopsi oleh keluarga Margareth yang berkecukupan secara ekonomi.
Tersangka pembunuhan Angeline, Agus, memeragakan pembunuhan itu selama satu jam.
Agus tiba di kediaman keluarga Angeline di kawasan Sanur, Denpasar, pada pukul 11.00 WITA. Sejumlah polisi tampak mengawalnya secara ketat.
Sejumlah warga yang berkumpul di depan rumah Angeline berang dan ingin memukuli Agus.
Orangtua kandung Angeline berasal dari kalangan ekonomi rendah. Mereka sampai tak mampu membayar biaya persalinan Angeline.
Reka ulang ini digelar sebagai bagian dari penyidikan awal untuk mengetahui kronologis kejadian sekaligus mencocokkan dengan keterangan tersangka.
Penyelidikan dan penyidikan masih terus dilakukan karena pengusutan kasus ini belum sampai pada kesimpulan.
Namun, Margareth mengaku tak tahu peristiwa tersebut. "Dia kan tidak pernah ke luar, di dalam kamar terus," terang Sudana.
Adapun orangtua angkat Angeline, Margareth sampai saat ini masih berstatus saksi. Namun, penyidik masih terus mendalami keterangan.
Ingin Rutin Ikut Turnamen Padel Jakarta Tapi Masih Main Sendiri? Prio Padel Club Bisa Jadi Jawabannya
Upgrade Gaya Hidup Digitalmu dengan eSIM XL PRIORITAS, Pilihan Premium Masa Kini
Ibadah Lancar, Komunikasi Aman: Tips Itinerary Umroh & Internet Hemat
Liburan Akhir Tahun Keliling Dunia Tanpa Ribet? Nikmati Internet Unlimited Luar Negeri dengan XL PRIORITAS
Bencana di Sumatera Sebabkan Krisis Air Bersih bagi Warga Terdampak