Ratusan ribu nahdliyin, anggota organisasi Islam Nahdatul Ulama, terlihat memadati Tugu Proklamasi, Kamis, 22 Oktober 2015, untuk perayaan Hari Santri Nasional.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kammarudin Amin menilai terdapat pandangan sosiologis yang berbeda sehingga menimbulkan ketidaksetujuan terhadap penetapan HSN.
Menurut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj perayaan Hari Santri Nasional itu akan dijadikan momentum untuk mengingat jasa pahlawan dan pembangkit patriotisme.
Masjid ini dirancang oleh tiga arsitek dengan latar belakang berbeda. Usianya hampir lima ratus tahun. Menjadi saksi jatuh bangun Kesultanan Banten, termasuk pergolakan nasional melawan Belanda.
Pembangunan masjid ini didasarkan pada desain gambar dengan judul 'Ketuhanan'. Gambar karya Fredrerich Silaban, arsitek Protestan yang menang sayembara di surat kabar.
Masjid ini didirikan pada tahun 1760 oleh Sayid Abdullah bin Husein Alaydrus dari Hadramaut, yang diyakini sebagai keturunan Nabi Muhammad, dari putrinya Fatimah dan Ali.
Mereka akan menyosialisasikan bahwa pesantren Indonesia menolak paham radikal dan menghargai perbedaan. Para duta pesantren ini diminta menjelaskan kepada dunia bahwa Indonesia bukan sarang teroris.