6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Tiga Mahasiswa IPB University Ciptakan Aplikasi EMaal (Istimewa)
Dream - Keberadaan pencari sumbangan pembangunan masjid di jalanan menimbulkan keprihatinan. Mereka kerap berhadapan dengan bahaya seperti kecelakaan, padahal tugasnya begitu luhur.
Hal itu mendorong tiga mahasiswa IPB University, Atfi Indriany Putri, Fadillatul Hasanah, dan Kresna Bhayu Adelta menciptakan EMaal. Ini adalah aplikasi crowdfunding untuk pembangunan masjid.
Salah satu mahasiswi, Fadillatul, mengungkapkan ide pembuatan EMaal terinspirasi dari banyaknya pencari sumbangan pembangunan masjid di jalanan di daerahnya. Aksi tersebut tidak jarang menimbulkan masalah seperti kemacetan.
" Selain membuat macet, tidak jarang juga aksi ini menimbulkan kecelakaan yang disebabkan yang meminta sedekah kurang hati-hati saat mengambil uang dari pengendara yang lewat," ujar Fadillatul melalui keterangan tertulis diterima Dream.
Aplikasi EMaal dihadirkan untuk memudahkan pengumpulan dana pembangunan masjid dan mushola di seluruh Indonesia. Tiga mahasiswa ini mengaku aplikasi crowdfunding memang sudah banyak, tetapi kebanyakan ditujukan untuk membantu korban bencana atau pasien penderita penyakit serius.
" EMaal merupakan suatu aplikasi penggalangan dana khusus yang diharapkan dapat memudahkan atau memungkinkan pihak donatur dengan penerima donasi dapat bekerja sama untuk mendukung pembangunan masjid atau mushola di suatu daerah yang sulit dijangkau," ujar Kresna.
Kresna mengatakan lewat aplikasi ini, para panitia pembangunan masjid atau mushola dapat memasang iklan. Langkah tersebut memudahkan calon donatur dalam memberikan bantuan.
" Pihak donatur yang ingin memberi bantuan agar dapat langsung menunjukkan kepada pihak mana bantuan akan diberikan," kata Kresna.
Sementara, Alfi mengatakan EMaal memiliki perbedaan dengan aplikasi lain terutama tujuan dari pembuatannya yang secara spesifik membantu mencari donatur untuk pembangunan masjid dan mushola. Selain itu, terdapat beberapa fitur menarik seperti tracking, chat, dan update harian jumlah saldo donasi yang terkumpul.
Aplikasi ini mengantarkan ketiga mahasiswa tersebut meraih juara 2 pada Creative Generation Youthneurship in Industry Revolution 4.0 Era oleh UKM-F (Unit Kegiatan Mahasiswa) Universitas Lampung.
" Alhamdulillah bersyukur, tidak nyangka bakal menang. Kami harap aplikasi ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata," kata Alfi.
Dream - Dunia memperingati Hari Disabilitas yang jatuh setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada para difabel untuk mendapatkan kesempatan yang setara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.
Merayakan Hari Disabilitas Sedunia, santri Rumah Tahfiz Nurul Qolbi Bogor, Jawa Barat, mengisi dengan hafalan Al-Qur'an. Para santri rumah tahfiz ini adalah para penyandang tuna netra.
Direktur Utama PPPA Daarul Qur'an, Abdul Ghofur, mengatakan saat ini ada 367 santri difabel di Rumah Tahfiz Nurul Qolbi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang daerah dan usia, bahkan ada yang masih anak-anak.
" Alhamdulillah, kini sebanyak 367 santri tengah menghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfiz Nurul Qolbi. Hafalan mereka beragam mulai dari 1, 5, 10, 15, 20, 25 bahkan ada dua santri yang telah khatam menghafal 30 juz," kata Ghofur.

Ghofur mengatakan Daarul Qur'an memberikan perhatian khusus kepada para penyandang disabilitas. Mereka diberi kesempatan untuk memaksimalkan potensi dalam dirinya.
Menurut dia, dakwah Daarul Qur'an didawamkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Demi terwujudnya cita-cita besar, membangun dunia dengan Alquran.
" Ikhtiar pun terus dijalankan, salah satunya seperti membimbing penyandang disabilitas menghafal Al-Qur'an," kata dia.
Selanjutnya, Ghofur berharap semangat para tunanetra ini bisa menjadi energi bagi mereka yang dianugerahi fisik sempurna.

Santri Rumah Tahfiz Nurul Qolbi, Sa'adah, 45 tahun, begitu bersemangat menghafal Al-Qur'an. Tuna netra yang dia alami tidak menjadi penghalang baginya.
Dia bahkan rela menempuh perjalanan jauh dari rumahnya di Sukabumi ke rumah tahfiz. " Yang penting saya bisa menghafal Al-Qur'an," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
