Prihatin Lihat Pencari Sumbangan Masjid, Mahasiswa IPB University Ciptakan EMaal

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 9 Desember 2019 13:36
Prihatin Lihat Pencari Sumbangan Masjid, Mahasiswa IPB University Ciptakan EMaal
Tak jarang kita melihat masyarakat menghimpun dana pembangunan masjid atau mushola di pinggir jalan raya..

Dream - Keberadaan pencari sumbangan pembangunan masjid di jalanan menimbulkan keprihatinan. Mereka kerap berhadapan dengan bahaya seperti kecelakaan, padahal tugasnya begitu luhur.

Hal itu mendorong tiga mahasiswa IPB University, Atfi Indriany Putri, Fadillatul Hasanah, dan Kresna Bhayu Adelta menciptakan EMaal. Ini adalah aplikasi crowdfunding untuk pembangunan masjid.

Salah satu mahasiswi, Fadillatul, mengungkapkan ide pembuatan EMaal terinspirasi dari banyaknya pencari sumbangan pembangunan masjid di jalanan di daerahnya. Aksi tersebut tidak jarang menimbulkan masalah seperti kemacetan.

" Selain membuat macet, tidak jarang juga aksi ini menimbulkan kecelakaan yang disebabkan yang meminta sedekah kurang hati-hati saat mengambil uang dari pengendara yang lewat," ujar Fadillatul melalui keterangan tertulis diterima Dream.

1 dari 4 halaman

Aplikasi Khusus Masjid dan Mushola

Aplikasi EMaal dihadirkan untuk memudahkan pengumpulan dana pembangunan masjid dan mushola di seluruh Indonesia. Tiga mahasiswa ini mengaku aplikasi crowdfunding memang sudah banyak, tetapi kebanyakan ditujukan untuk membantu korban bencana atau pasien penderita penyakit serius.

" EMaal merupakan suatu aplikasi penggalangan dana khusus yang diharapkan dapat memudahkan atau memungkinkan pihak donatur dengan penerima donasi dapat bekerja sama untuk mendukung pembangunan masjid atau mushola di suatu daerah yang sulit dijangkau," ujar Kresna.

Kresna mengatakan lewat aplikasi ini, para panitia pembangunan masjid atau mushola dapat memasang iklan. Langkah tersebut memudahkan calon donatur dalam memberikan bantuan.

" Pihak donatur yang ingin memberi bantuan agar dapat langsung menunjukkan kepada pihak mana bantuan akan diberikan," kata Kresna.

2 dari 4 halaman

Raih Juara 2

Sementara, Alfi mengatakan EMaal memiliki perbedaan dengan aplikasi lain terutama tujuan dari pembuatannya yang secara spesifik membantu mencari donatur untuk pembangunan masjid dan mushola. Selain itu, terdapat beberapa fitur menarik seperti tracking, chat, dan update harian jumlah saldo donasi yang terkumpul.

Aplikasi ini mengantarkan ketiga mahasiswa tersebut meraih juara 2 pada Creative Generation Youthneurship in Industry Revolution 4.0 Era oleh UKM-F (Unit Kegiatan Mahasiswa) Universitas Lampung.

" Alhamdulillah bersyukur, tidak nyangka bakal menang. Kami harap aplikasi ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata," kata Alfi.

3 dari 4 halaman

Menggetarkan, Ikhtiar Santri Tuna Netra Hafalkan Al-Qur'an

Dream - Dunia memperingati Hari Disabilitas yang jatuh setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada para difabel untuk mendapatkan kesempatan yang setara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.

Merayakan Hari Disabilitas Sedunia, santri Rumah Tahfiz Nurul Qolbi Bogor, Jawa Barat, mengisi dengan hafalan Al-Qur'an. Para santri rumah tahfiz ini adalah para penyandang tuna netra.

Direktur Utama PPPA Daarul Qur'an, Abdul Ghofur, mengatakan saat ini ada 367 santri difabel di Rumah Tahfiz Nurul Qolbi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang daerah dan usia, bahkan ada yang masih anak-anak.

" Alhamdulillah, kini sebanyak 367 santri tengah menghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfiz Nurul Qolbi. Hafalan mereka beragam mulai dari 1, 5, 10, 15, 20, 25 bahkan ada dua santri yang telah khatam menghafal 30 juz," kata Ghofur.

 santri tuna netra© istimewa

Ghofur mengatakan Daarul Qur'an memberikan perhatian khusus kepada para penyandang disabilitas. Mereka diberi kesempatan untuk memaksimalkan potensi dalam dirinya.

4 dari 4 halaman

Semangat Menghafal Al-Qur'an

Menurut dia, dakwah Daarul Qur'an didawamkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Demi terwujudnya cita-cita besar, membangun dunia dengan Alquran.

" Ikhtiar pun terus dijalankan, salah satunya seperti membimbing penyandang disabilitas menghafal Al-Qur'an," kata dia.

Selanjutnya, Ghofur berharap semangat para tunanetra ini bisa menjadi energi bagi mereka yang dianugerahi fisik sempurna.

 Santri Rumah Tahfiz© istimewa

Santri Rumah Tahfiz Nurul Qolbi, Sa'adah, 45 tahun, begitu bersemangat menghafal Al-Qur'an. Tuna netra yang dia alami tidak menjadi penghalang baginya.

Dia bahkan rela menempuh perjalanan jauh dari rumahnya di Sukabumi ke rumah tahfiz. " Yang penting saya bisa menghafal Al-Qur'an," kata dia.

Beri Komentar