Hore! Kini Hadir Mata Kuliah Financial Technology di Indonesia, Berminat?

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 16 Februari 2021 19:12
Hore! Kini Hadir Mata Kuliah Financial Technology di Indonesia, Berminat?
Mata kuliah itu terdiri dari 3 sks.

Dream – Seiring keuangan digital yang semakin akrab digunakan masyarakat, upaya meningkatkan literasi tentang keuangan digital (financial technology/Fintech) semakin digenjot para pelaku usaha ini. Salah satunya adalah dengan memperkenalkan studi mengenai Finteck di kalangan universitas.

Dalam jangka panjang, literasi berupa amata kuliah bagi mahasiswa ini juga diharapkan bisa melahirkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menguasi literasi keuangan digital.

“ Seiring dengan terjadinya pertumbuhan dunia fintech yang begitu luar biasa pesat, dan terjadi perubahan yang sangat drastis di landscape dunia keuangan kita, sementara kebutuhan untuk akan adanya talenta-talenta digital yang siap kerja rupanya masih menjadi PR(tugas) kita bersama,” ujar Karaniya Dharmasaputra selaku Presiden Direktur OVO yang juga Co-Founder dan CEO Bareksa pada Konferensi pers virtual Selasa, 16 Februari 2021.

OVO mewujudkan misi tersebut dengan menggandeng Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya, OVO, dan Bareksa berkolaborasi dan resmi memperkenalkan “ Fintech (Financial Technology) Academy”.

Data AFTECH menunjukkan hingga Januari 2021 terdapat 375 perusahaan startup fintech di Indonesia memiliki lebih dari 20 model bisnis.

1 dari 6 halaman

Ini yang Diajarkan

Peluncuran Fintech Academy© OVO

Indonesia telah menjadi salah satu negara dengan jumlah startup fintech terbesar di ASEAN. Kehadiran Fintech Academy diharapkan bisa menjadi wadah untuk mempersiapkan dan mencetak SDm untuk industri fintech, khususnya kepada Generasi Z di Indonesia yang saat ini jumlahnya mencapai 27,94 persen.

Pada tahap awal, Unika Atma Jaya, OVO, dan Bareksa akan memulai Fintech Academy dengan memberikan mata kuliah fintech dengan materi seperti big data, blockchain, e-money, e-investment, insurtech, P2P Lending, alternative credit scoring, dan lain-lain yang akan dibawakan langsung pakar fintech dari OVO dan Bareksa.

Sesi mata kuliah fintech akan terbagi dalam sesi kuliah umum dan MOOC (Massive Open Online Courses/perkuliahan daring yang menawarkan akses terbuka melalui internet) yang memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mengakses langsung materi ajar.

2 dari 6 halaman

Target Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, Fintech Academy akan mengembangkan Early Learning Program (ELP) Fintech untuk anak SMA, program magang di fintech, dan membuat program inkubasi startup untuk mahasiswa.

“ Jadi, mata kuliah Financial Technology atau Fintech ini merupakan mata kuliah baru yang bisa diambil pada semester mendatang yaitu pada Maret dan selesai di Juli (mendatang)," ujar Stefanus Pangestu selaku Dosen FEB Unika Atma Jaya.

" Mata kuliah ini terbuka tidak hanya untuk seluruh mahasiswa Atma Jaya, tetapi juga untuk mahasiswa di perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” tambahnya menjelaskan.

3 dari 6 halaman

Kuliah 3 SKS

Peluncuran Fintech Academy© OVO

Mata kuliah tersebut memiliki tiga sks, ia juga menjelaskan program tersebut merupakan rancangan kurikulum bersama antara para akademia dengan para pelaku industri.

Nantinya kuliah perdana Fintech Academy akan membahas Perkembangan Industri Fintech Indonesia dan Global yang akan ditayangkan melalui Youtube Universitas Katolik Atma Jaya.

Reporter: Yuni Puspita Dewi

4 dari 6 halaman

Bantu Program Prakerja, OVO Raih Branch Mobile Growth Awards 2020

Dream – Melawan 300 perusahaan global, platform pembayaran digital OVO jadi satu-satunya perusahaan digital Indonesia yang berhasil mendapatkan penghargaan dalam Branch Mobile Growth Awards 2020 untuk kategori Transformasi Digital.

Penghargaan yang digelar secara virtual oleh Branch pada Jumat, 29 Januari 2021 itu menilai OVO sangat cepat mengeksekusi sebuah layanan untuk masyarakat yang tidak memiliki akses rekening bank di Indonesia.

“ Para juri dalam ajang ini sangat terkesan dengan visi dan eksekusi OVO dalam mendorong kampanye berskala besar untuk membantu melayani kebutuhan masyarakat yang kurang terlayani dan tidak memiliki akses rekening bank di Indonesia,” jelas Jesika Dalal selaku Director of Marketing Branch.

Ilustrasi© Shutterstock

5 dari 6 halaman

Alasan OVO Masuk Nominasi

Sekadar informasi, Branch Mobile Growth Award 2020 merupakan sebuah ajang penghargaan yang mengakui sekaligus mengapresiasi kepemimpinan ratusan perusahaan dunia terkemuka dalam berinovasi mendorong pertumbuhan teknologi mobile.

Dalam salah satu penilaiannya, Branch Mobile Growth Award 2020 mengapresiasi upaya OVO dalam membantu Pemerintah Indonesia untuk Program Kartu Prakerja sebagai mitra resmi uang elektronik.

Di bagian ini, OVO turut andil membangun platform digital penyaluran bantuan secara online dari awal hingga akhir, mulai dari pendaftaran, pelatihan hingga penyaluran dana insentif kepada lebih dari 1.6juta penerima manfaat per-akhir tahun 2020.

“ Dengan mendukung program inisiatif Pemerintah, OVO tidak hanya mendapatkan peningkatan kinerja bisnis tetapi juga sebagai bentuk dukungan pada program Bangga Buatan Indonesia," jelas Harumi Supit selaku Head of Corporate Communications OVO.

" Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah pengguna baru, TPV, dan berdasarkan internal survei di 2020, OVO menjadi digital platform nomor 1 pilihan masyarakat Indonesia,” jelasnya.

6 dari 6 halaman

Verifikasi KTP tertinggi

Sementara itu, data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian pada November 2020 menyatakan bahwa dari 12 persen penerima manfaat program Kartu Prakerja belum memiliki rekening bank maupun e-wallet sebelum program.

Namun setelah bergabung dengan program ini, mayoritas dari mereka lebih memilih membuka rekening e-wallet (76%) dibandingkan dengan membuka rekening bank (24%).

Ilustrasi© Shutterstock

Artinya, OVO sebagai mitra pembayaran program Kartu Prakerja telah membantu mengakselerasi inklusi keuangan dan juga adopsi digital masyarakat di tengah pandemi.

OVO juga menerima permintaan verifikasi KTP tertinggi, sebanyak 2,6 juta permintaan pada September 2020, di mana verifikasi KTP secara online jadi syarat utama penerima insentif Prakerja.

Laporan: Yuni Puspita Dewi

Beri Komentar