Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tim Robotik UGM (Foto: Ugm.ac.id)
Dream - Tim robotik Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih hasil gemilang di ajang International Robot Contest (IRC) 2018, di Korea Selatan, 11 hingga 13 Oktober 2018. Tim yang tergabung dalam Gadjah Mada Robotic Team (GMRT) ini berhasil mendapatkan juara 1 kategori autonomous curling dan juara 3 kategori boxing.
Anggota Tim GMRT, Dini Nur Anisa, mengatakan, IRC di Korea Selatan diikuti 10 negara, yang di antaranya, Korea Selatan, Jepang, Hongkong, dan Taiwan. Untuk menghadapi ajang ini, tim GMRT telah bersiap sejak Juli 2018.
Dini mengatakan, robot tim GMRT diturunkan pada kategori curling dan boxing pada kompetisi tersebut. Curling merupakan perlombaan menendang bola hoki sampai tepat sasaran.
“ Curling ada 2 macam, yaitu rc (remote control) dan autonomous. Setiap tim diberi kesempatan mengumpulkan poin sebanyak 4 kali trial dan setiap trial diberi waktu 100 detik. Setiap tim berlomba untuk meraih poin sebanyak mungkin,” kata Dini dikutip dari ugm.ac.id, Senin, 22 Oktober 2018.
Total peserta rc curling dan autonomous curling sekitar 25 tim yang berasal dari lima negara, yaitu Korea, Hongkong, Taiwan, Jepang dan Indonesia. Tim UGM mendapatkan juara satu autonomous curling. Salah satu sebab robot UGM menang pada kategori ini karena tendangannya jauh.
“ Kelemahanya adalah motion yang kurang stabil sehingga robot rentan jatuh saat mengejar bola,” kata Dini.
Sementara itu untuk boxing, sistem penilaiannya yaitu robot yang terjatuh karena serangan lawan akan mendapat pinalti satu poin. Pada kategori ini tim GMRT mendapati kendala teknis karena servo robot rusak.
“ Salah satu servo robot yang kami bawa rusak sehingga pada hari pertama lomba robot tersebut tidak bisa digunakan. Akan tetapi, hal tersebut dapat kami atasi dengan membeli servo baru yg kebetulan terdapat produsen penyedia servo di lokasi pameran perlombaan,” ujar Dini.
Manajer GMRT, Dr. Rachmat Sriwijaya, menilai pencapaian kesuksesan GMRT ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, serta kerja sama antaranggota tim juga menjadi kunci keberhasilan.
“ Ini berkat kerja keras berbagai pihak,” kata Rachmat.
Tim GMRT terdiri atas Ikrima Sabri (Fakultas Teknik), Tribagus Novandi Winantyo (Fakultas Teknik), Dini Nur Anisa (Fakultas Teknik), Muhammad Hadyan Akbar (Fakultas Teknik), Farchan Hakim Raswa (Fakultas MIPA) dan Arifandhi Nur Muhamad (Fakultas MIPA) dengan dosen pembimbing Wahyono, Ph.D.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya