Dilarang Main Gim, Anak Racuni Orangtua

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 19 Juni 2019 15:48
Dilarang Main Gim, Anak Racuni Orangtua
Ditemukan pestisida mengambang di kebun keluarga.

Dream - Pemain gim asal Thailand, Sak Duanjan, diduga meracuni orangtuanya sendiri. Dugaan pembunuhan ini dilakukan Sak karena kesal akibat sang ayah mencabut router WiFi internet.

Dilaporkan Metro.co.uk, Sak pulang dalam keadaan mabuk dan mulai bermain gim di gawai miliknya. Ketika bermain gim, Sak mengecangkan volume suara di gawainya.

Padahal, ketika itu, orangtuanya sedang untuk tidur. Kesal, ayah tirinya, Chakri Khamruang, 52, bangun dan mencabut kotak pemancar WiFi.

Cara itu dia lakukan agar Sak berhenti bermain dan mengganggu orang lain di rumah itu. Tapi, Sak diduga murka. Dia mengutuk ayah tirinya sebelum menghancurkan dinding rumah.

Chakri mengaku tidak punya pilihan selain memukul untuk menenangkannya dari bertindak agresif.

Pertarungan sepertinya telah berakhir ketika Sak pergi tidur. Tetapi, keesokan paginya, ibunya Suban Duanjan, 51, mengklaim menemukan pestisida yang mengambang di kebun rumah keluarga.

1 dari 8 halaman

Meletakkan Botol

Suban yang terguncang mengaku terkejut karena Sak diduga mencoba membunuhnya dan suaminya.

" Saya melihat anak saya turun ke bawah dan meletakkan sesuatu di botol sekitar pukul 2 pagi. Saya bertanya kepadanya apa yang dia lakukan, tetapi dia tidak menjawab dan kembali ke kamarnya," kata Suban.

" Aku tahu dia mudah marah. Kami mencoba yang terbaik untuk mengatasi amarahnya tetapi kali ini berlebihan," ucap dia menambahkan.

 

2 dari 8 halaman

Minta ke Rumah Sakit

Keluarga kemudian memutuskan untuk menghubungi pihak berwenang setempat untuk meminta bantuan.

Sak diduga mengaku kepada mereka, telah memasukkan racun ke dalam persediaan air keluarga karena dia masih marah setelah dilarang bermain gim.

" Kami ingin petugas pemerintah membawanya untuk dirawat di rumah sakit. Kami tidak ingin hidup dalam ketakutan ketika dia akan menyerang kami lagi. Dia sangat sering bermain di telepon, saya pikir itulah yang membuatnya stres," ujar Suban.

3 dari 8 halaman

HP Dipakai Anak Main Gim Online, Dompet Jebol Hingga Rp11 Juta

Dream - Gim telah menjadi daya tarik bagi sejumlah pengguna ponsel. Dari orang tua hingga anak-anak kerap memainkan gim di ponsel sebagai hiburan.

Tetapi, ketagihan bermain gim kerap membuat kantong bolong. Sejumlah barang dalam gim harus ditebus dengan uang.

Ketidaktahuan inilah yang dirasakan salah satu pengguna Facebook, Ririn Ike Wulandari. Tagihan pulsa ponsel suaminya menembus belasan juta karena digunakan sang anak membeli beberapa barang di PlayStore.

Kisah itu berawal dari kegemaran anak Ririn yang bermain gim ponsel, antara lain Free Fire, Mobile Legend, dan Minecraft. Sang anak bermain gim tersebut menggunakan ponsel sang suami.

Tagihan besar itu mulai terlihat ketika Ririn ingin membayar tagihan pulsa pascabayar. Dari data tagihan di mobile banking, tertera angka yang mengejutkan.

" Saya masuk ke aplikasi Mandiri inet banking, nyoba bayar lewat aplikasi, di sana jelaslah terbaca oleh saya tagihan 6.109.xxx dan saya shock," tulis Ririn.

4 dari 8 halaman

Total Tagihan Rp11,5 juta

Tapi setelah penelusuran, jumlah Rp6.745.829 itu hanya tagihan pada 3 hingga 28 Maret 2019. Pada transaksi 1 dan 2 April 2019, sang anak telah membayar barang gim dengan total nilai Rp4.803.000.

" Jika dihitung semua 11.548.829," tulis dia.

Meski begitu, Ririn berusaha menelusuri uang itu. Dalam salah satu unggahan, dia membatalkan 50 barang dari gim Minecraft senilai 789.000.

Menurut pengakuan sang anak, barang-barang itu tidak sengaja terbeli karena kesalahan pencet. Dia kemudian meminta pengembalian dana.

" Alhamdulillah setelah ketiduran sebentar, saya baca email bahwa refund saya di-approve, bukan cuma satu tapi keduanya," kata dia.

Ririn mengambil pelajaran penting dari kasus ini. Dia tak segan mempelajari pola belanja barang-barang gim. Dia ingin tahu bagaimana proses pembelian anaknya dapat terjadi.

Semoga dengan kasus ini, para orang tua dapat belajar menjaga keamanan ponsel miliknya.

5 dari 8 halaman

Nyata! Istri Minta Cerai Karena Dilarang Main Game PUBG

Dream - Siapa bilang game online PUBG hanya berbahaya untuk anak-anak? Permainan ini ternyata bisa merusak keharmonisan rumah tangga. 

Seperti halnya Counter-Strike, PUBG ini sangat membuat kecanduan para pemainnya.

Candu permainan PUBG inilah yang membuat mahligah pernikahan pasangan di Uni Emirat Arab jadi berantakan.

Ini bukan masalah sang istri marah karena kalah dari sang suami ketika bermain PUBG.

Pernikahan mereka hancur karena sang istri mengamuk setelah dilarang bermain PUBG oleh suaminya.

6 dari 8 halaman

Kasus Perceraian Aneh di UEA

Kapten Wafa Khalil Al Hosani, Direktur Pusat Sosial di Kepolisian Ajman, mengatakan mereka menangani salah satu kasus perceraian paling aneh.

Menurut Kapten Wafa, seorang wanita muda berusia 20-an datang dan mengajukan gugatan cerai dari suaminya.

Wanita yang tak disebutkan namanya itu mengaku habis bertengkar dengan suaminya setelah dilarang bermain PUBG.

Dia merasa hak-haknya telah dirampas oleh sang suami karena dilarang bermain game online tersebut.

7 dari 8 halaman

Menganggap Suami Sudah Keterlaluan

" Dia mengatakan alasan suaminya melarang bermain game online tersebut. Suaminya takut dia mengabaikan tugas sebagai ibu rumah tangga," kata Kapten Wafa.

Wanita muda itu mengatakan dia sudah me-nonaktifkan fitur chat dalam game itu. Selain itu, dia hanya main bareng dengan teman dan saudaranya saja.

Dia menambahkan suaminya sudah keterlaluan. Karena hanya dari game itulah dia mendapatkan kesenangan dan hiburan.

Kapten Wafa menambahkan suami wanita itu juga takut kalau istrinya menjadi ketagihan dengan PUBG dan lupa terhadap keluarga.

8 dari 8 halaman

Suami Merasa Tidak Mengekang Kebebasan Istri

Namun, jawaban berbeda diberikan oleh suaminya. Menurutnya, apa yang dilakukannya itu bukan untuk mengekang kebebasan istrinya.

Kata sang suami, dia melarang istrinya bermain game online sebagai langkah pencegahan agar rumah tangganya tidak berantakan.

Sebab, jika seseorang sudah kecanduan game online, maka dia akan melupakan atau melalaikan tugas-tugasnya.

Sang suami mengaku merasa terkejut dengan langkah istrinya yang mengajukan cerai hanya karena dilarang bermain PUBG.

Dia tidak ingin rumah tangganya berakhir hanya karena permainan game online.

Sementara itu, Kapten Wafa akan berusaha sebaik mungkin agar masalah ini tidak berakhir dengan perceraian.

(Sumber: Gulfnews.com)

ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen