Geger Gim Remi Buatan Pemuda Garut Diduga Hina Nabi Muhammad

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 12 November 2019 13:35
Geger Gim Remi Buatan Pemuda Garut Diduga Hina Nabi Muhammad
Pelaku telah diamankan Polri dan sedang dalam proses pemeriksaan.

Dream - Kasus gim remi online yang diduga memuat konten penghinaan Nabi Muhammad dan agama Islam terjadi di Garut, Jawa Barat. Seorang warga berinisial IG, dilaporkan menjadi pembuat gim tersebut.

" Saat ditangkap, IG ada di rumah mertuanya, lalu digiring sama polisi ke rumahnya," Ketua RW 7, Desa Suci, Hilal Judin, Selasa, 12 November 2019.

Hilal mengatakan, saat penangkapan Senin, 11 November 2019, IG tidak melawan. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti telepon genggam, laptop, buku, dan berkas.

" IG itu aslinya dari Ciwalen (Garut Kota) istrinya yang asli dari sini," ujar dia dilaporkan Liputan6.com.

Dia mengatakan, sosok IG dikenal baik di masyarakat. IG rajin beribadah dan menjalankan sholat lima waktu di masjid terdekat.

" Saya minta ke warga untuk tenang dulu. Tunggu proses dari polisi. Soalnya belum tentu yang dituduhkan ke IG itu benar," ujar dia.

 

1 dari 5 halaman

Sudah Tak Bisa Diakses

Bagi masyarakat sekitar di lingkungan RW 7, sosok IG dikenal sebagai konsultan. Namun tidak dijelaskan secara rinci konsultan di bidang apa.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kabupaten Garut KH Sirojul Munir mengatakan, pembuatan gim penghina Nabi Muhammad itu menyulut kemarahan umat muslim secara luas. " Kalau sudah membuat permainan itu. Bukan hanya menistakan Nabi Muhammad, tapi agama Islam," kata dia.

Meski demikian, MUI Kabupaten Garut, kata dia, belum mengetahui secara utuh kasus tersebut. " Karena yang menangkap itu katanya Mabes (Polri), mungkin akan diminta dari MUI Pusat," ujar dia.

Sebelumnya, masyarakat dikejutkan dengan pengungkapan kasus gim penghina nabi. Dalam penyebarannya, gim tersebut bisa diakses di PlayStore dengan mudah.

Saat menunggu pemain lain bermain gim online itu, muncul kata-kata yang menghina nabi dan agama.

Belakangan diketahui gim itu dibuat akun ParagiSoft yang beralamat di Cimasuk nomor 2, Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan, Garut, dengan akun IG (38) yang merupakan warga Garut.

Selain Remi Indonesia, ParagiSoft juga membuat tiga gim lain, antara lain gaple, kartu 21, dan dua dunia (dunia Upin dan dunia Ipin). Gim remi itu kini sudah tak bisa diakses di PlayStore.

Sumber: Liputan6.com/Jayadi Supriadin

2 dari 5 halaman

Mufti Malaysia Desak Game Online Diharamkan

Dream - Mufti Negeri Sembilan, Datuk Mohd Yusof Ahmad, mendesak kerajaan Malaysia mengharamkan game online 'PlayerUnknown's Battleground' (PUBG). Menurut dia, permainan tersebut membuat generasi muda menjadi beringas dan menghilangkan perasaan belas kasihan.

" Bagi saya, permainan seperti ini sudah lama dirancan dalam waktu panjang. Tujuannya membentuk generasi muda untuk menyukai peperangan, pertempuran, dan keganasan," ujar Yusof, dikutip dari Berita Harian, Senin 18 Maret 2019.

Dia mengatakan, bagi umat Islam, permainan online tersebut bukanlah amalan yang baik. Malah bisa membuat lalai karena bermain dengan komputer dan ponsel.

" Sebagai kerajaan, perhatikanlah baik atau buruknya dan apakah tepat dijadikan sebagai salah satu cabang olahraga elektronik di negara ini," kata dia.

Yusof menambahkan, permainan tersebut tidak sesuai dengan perilaku sehari-hari umat Islam. Sehingga, dia menilai kerajaan wajib melarang PUBG.

" Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Dalam kondisi saat ini, di mana hukuman mati akan dihapus, tidak mustahil suatu hari nanti senjata api boleh dimiliki tanpa izin," kata dia.

Berbicara mengenai tragedi penembakan masjid di Chistchurch, Yusof menilai insiden tersebut akibat ada pandangan yang salah terhadap Islam. Alhasil, kebencian terhadap Islam sampai mendunia.

" Mereka (pemimpin negara Barat) yang mewujudkan Islamophobia. Jika elit sudah membenci Islam, jadi hal biasa bagi rakyat bawah melakukan pembunugan," kata dia.

3 dari 5 halaman

Kesaksian Orang Terakhir yang Keluar Hidup-Hidup dari Masjid Selandia Baru

Dream - Cerita mengerikan tentang teror penembakan di Selandia Baru disampaikan Ramzan Ali, saksi mata yang berada di Masjid Al Noor. Dia adalah orang terakhir yang berhasil keluar hidup-hidup dari masjid di Dean Ave, Christchurch, tersebut.

" Bisa dibilang aku diberkati. Aku beruntung. Allah melindungiku," kata Ramzan Ali, dikutip Dream dari laman New Zealand Herald, Sabtu, 16 Maret 2019

Sebanyak 49 orang dinyatakan meninggal dunia akibat penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch. Sebanyak 30 di antaranya meninggal dalam serangan di Masjid Al Noor, Dean Ave, yang terletak di dekat Hagley Park. Sementara 48 orang terluka akibat serangan biadab teersebut.

Setelah penembakan membabi-buta itu, polisi setempat menangkap tiga pria dan satu wanita. Pemerintah setempat menyebut penembakan itu sebai serangan teroris.

4 dari 5 halaman

Dia Ditembak di Depan Mataku

Saat serangan itu, Ramzan Ali tengah menjalankan sholat Jumat di Masjid Deans Ave. Pria 62 tahun itu memperkirakan ada 300 Muslim di masjid tersebut. Menurut dia, khutbah jumat baru saja dimulai saat penembakan terjadi.

" Aku melihat orang-orang berlarian ke semua pintu. Untuk mengeluarkan 300 orang dari pintu tidak mudah, dari dua pintu, karena dia [penembak] masuk melalui pintu utama, dan ada dua pintu lagi di samping," kata Ali.

Dia tiarap di belakang bangku, meskipun Ali tahu kakinya tetap saja kelihatan. " Dia mulai menembak, dor, dor, dor. Sepupuku duduk di sampingku dan dia menembak kakinya."

Tembakan sempat berhenti dan terdengar lagi sebanyak tujuh letusan. Rupanya jeda tembakan merupakan waktu penembak mengisi kembali amunisi.

" Aku berpikir, 'Ya Tuhan, aku berharap dia kehabisan pelurunya. Aku berharap dia kehabisan peluru," ujar Ali.

Saat itulah Ali berpikir menjadi waktu tepat untuk menyelamatkan diri keluar dari masjid. Seorang pria duduk di dekat pintu utama dan memberinya isyarat kepadanya untuk mendekat.

" Dan apa yang [penembak] lakukan, dia menembaknya pada bagian dada. Tepat di depanku," tutur Ali.

5 dari 5 halaman

Orang Terakhir

Dia kemudian tiarap di dekat jedela yang sudah rusak dan kemudian menyelamatkan diri ke Hagley Park. " Aku adalah orang terakhir yang keluar masjid dalam kondisi hidup."

Suami sepupu Ali dan seorang temannya terluka parah dalam serangan brutal tersebut. Saat wawancara itu, Ali mengatakan bahwa saudaranya, Ashraf, masih berada di masjid dan hilang.

" Ketika aku mencarinya, ada banyak orang meninggal di kedua pintu. Aku tidak melihat saudaraku. Aku berharap dia selamat," ujar pria asal Fiji yang pindah ke Selandia baru pada 1989 tersebut.(Sah)

Beri Komentar