Bandara Miangas Siap Diresmikan Demi Kurangi Kriminalitas

Reporter : Ratih Wulan
Senin, 10 Oktober 2016 14:23
Bandara Miangas Siap Diresmikan Demi Kurangi Kriminalitas
Sebagai pulau terluar, Miangas membutuhkan bandara untuk mencegah kriminalitas seperti penyelundupan.

Dream - Masih dalam upaya membangun daerah-daerah pinggiran serta memperkuat daerah tertinggal, Kementerian Perhubungan kembali membangun bandara baru. Dari 15 bandara yang rencananya akan dibangun di berbagai daerah, kini giliran Bandara Miangas yang telah siap diresmikan.

Bandara Miangas terletak di Pulau Miangas, salah satu pulau di gugusan Kepulauan Nanusa, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Miangas merupakan satu pulau terluar di sebelah utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Filipina.

Bandara Miangas mulai dibangun tahun 2012 setelah dilakukan pembebasan tanah oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Talaud. Pembangunan bandara rampung pada pertengahan tahun 2016 ini.

Total investasi untuk pembangunan bandara Miangas adalah sebesar Rp 275 miliar. Dengan perincian, pada tahun 2012 dana investasi reguler Rp 5 miliar dan dana APBNP Rp 15 miliar, tahun 2013 dana reguler Rp 90 miliar, tahun 2014 dana reguler Rp 50 miliar, tahun 2015 dana reguler Rp 55 miliar dan tahun 2016 APBNP Rp 60 miliar.

" Miangas itu pulau terluar, penting untuk kita jaga teritorialnya dan kita perhatikan. Makanya kita adakan penerbangan perintis ke sana. Untuk investasinya, kita akan tambah investasi sekitar 100 M untuk perbaikan Bandara Miangas," ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya.

Bandara ini merupakan bandara domestik yang penggunaannya sebagai bandara pengumpan. Bandara Miangas merupakan bandara baru dengan pembangunan sisi darat dan udara. Dari sisi darat, bandara ini mempunyai gedung terminal seluas 356 meter persegi.

Bandara Miangas dipersiapkan sebagai bandara yang mempunyai peran strategis sebagai salah satu bandara terluar Indonesia. Nilai manfaat bandara ini salah satunya adalah sebagai prasarana untuk operasi pertahanan dan keamanan. Sebagai pulau terluar, Pulau Miangas rawan kriminalitas seperti misalnya penyelundupan. Keberadaan bandara akan membantu Pemerintah untuk melakukan pengawasan wilayah perbatasan dengan negara lain.

Selain itu, menurut Direktur Kebandarudaraan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Yudhi Sari Sitompul, Bandara Miangas juga disiapkan sebagai pintu gerbang distribusi pangan dan barang lainnya. Terutama pada saat cuaca perairan seputar pulau sedang dilanda angin kencang dan gelombang tinggi yang menyebabkan keselamatan pelayaran tidak terjamin.

Keberadaan bandara ini diharapkan bisa ikut mengembangkan perekonomian daerah setempat. Pulau Miangas mempunyai produk-produk potensial dari bidang perkebunan dan perikanan. Dari bidang perkebunan misalnya adalah kopra. Sedangkan dari bidang perikanan, adalah berbagai jenis ikan seperti ikan layar dan cakalang, juga lobster, teripang dan ketam kenari yang berharga sangat mahal.

Miangas yang terletak di Samudera Pasifik juga mempunyai banyak pantai berpasir putih yang sangat indah untuk wisata. Dengan keberadaan transportasi udara, diharapkan kekayaan alam dan pariwisata Miangas akan semakin bisa dipasarkan ke daerah lain bahkan ke luar negeri.

Sedangkan untuk sisi udara, bandara mempunyai runway sepanjang 1.400 m x 30 m, taxiway sepanjang 100 m x 18 m dan tempat parkir pesawat seluas 130 m x 65 m. Tingkat kekerasan (Pavement Classification Number (PCN) runway, taxiway dan appron mencapai angka 21. Dengan demikian bandara ini mampu melayani operasional pesawat turboprop (berbaling-baling) sekelas ATR 42 dan ATR 72.

Rencananya, Bandara Miangas akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Oktober 2016 ini.

Beri Komentar