Belajar Sejarah dengan Berkunjung ke Museum-Museum di Jakarta

Reporter : Shania Suha Marwan
Senin, 9 Januari 2023 18:00
Belajar Sejarah dengan Berkunjung ke Museum-Museum di Jakarta
Yuk belajar sejarah dengan berkunjung ke museum yang ada di Jakarta!

Dream - Museum menjadi salah satu alternatif tempat untuk melewatkan liburan, termasuk saat akhir pekan. Selain bisa refreshing, kita bisa belajar sejarah dari benda-benda koleksi di museum.

Benda-benda koleksi di museum memang punya banyak cerita masa lalu negeri kita, mulai masa prasejarah, zaman kerajaan, masa kolonial, hingga era terkini.

Sudah begitu, tidak terlalu sulit menemukan museum di Indonesia, utamanya di Jakarta. Di ibu kota, kita bisa berkunjung ke beberapa museum menyimpan banyak cerita sejarah. 

Berikut ini beberapa museum di Jakarta yang bisa dikunjungi untuk belajar sejarah Indonesia: 

1 dari 2 halaman

  • Museum Kebangkitan Nasional

Pertama ada museum yang menyajikan banyak pengetaguan tentang pergerakan kebangkitan di Indonesia. Terletak di Jakarta Pusat, tempat ini dulunya merupakan sebuah sekolah kedokteran kesehatan Jawa dengan nama STOVIA. 

© Ilustrasi/ Shutterstock

Museum Kebangkitan Nasional terdiri dari empat ruangan yang menyajikan informasi secara terperinci tentang gerakan di bidang pendidikan kesehatan, publikasi dan percetakan (pers), asal-usul organisasi pemuda Budi Utomo serta gerakan perempuan. Di antara ruangan-ruangan tersebut, museum medis dan kesehatan memiliki porsi yang paling besar. 

  • Museum Sumpah Pemuda

Masih terletak di Jakarta Pusat, Museum Sumpah Pemuda sebenarnya dibangun pada abad ke-20. Bangunan ini sebenarnya milik seorang keturunan Tionghoa, Sie Kong Liong, yang akhirnya membuat bangunan ini menjadi asrama pria.

Tidak hanya untuk siswa, tetapi bangunan ini juga berfungsi sebagai “ rumah kos” bagi kaum muda yang tidak tinggal di Jakarta. Dimana, orang-orang muda ini aktif mengorganisir banyak gerakan sebagai wujud pengabdian mereka kepada negara. 

Tak hanya itu, gedung ini juga digunakan oleh siswa untuk berlatih kesenian “ Langen Siswo” dan melakukan diskusi politik. Dimulai dari kelahiran PPPI atau Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia pada tahun 1926, antusiasme anak muda terus tumbuh besar dan memicu lahirnya banyak organisasi pemuda Indonesia yang membawa Indonesia menuju gerakan kemerdekaan.

2 dari 2 halaman

  • Gedung Museum Joang 45

Gedung Museum Joang 45 dibangun sekitar tahun 1920-an, awalnya bangunan ini adalah sebuah hotel yang dimiliki oleh keluarga L.C Schomper, seorang warga negara Belanda yang telah lama tinggal di Batavia. Saat itu, hotel ini menjadi sebuah hotel yang bagus dan terkenal di kawasan Batavia karena terletak di kawasan Menteng. 

© Ilustrasi/ Shutterstock

Di masa lalu, bangunan ini berfungsi sebagai tempat persinggahan dimana para pemuda Menteng berkumpul dan belajar banyak tentang politik dengan Bung Karno dan Bung Hatta. 

Para pemimpin muda itulah yang akhirnya tergerak untuk mendeklarasikan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sampai mereka akhirnya membawa Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta bersama dengan Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Putra diasingkan ke Rengasdengklok. 

Saat berkunjung ke museum ini, kamu akan melihat banyak benda peninggalan gerakan kemerdekaan Indonesia. Kamu juga dapat melihat mobil yang digunakan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia Mohammad Hatta.

  • Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi sebenarnya adalah rumah dari Laksamana Tadashi Maeda, yang pada waktu itu, memiliki posisi yang cukup berpengaruh selama pendudukan Jepang di Indonesia. Laksamana Tadashi Maeda memiliki hubungan persaudaraan dengan beberapa tokoh yang terlibat dalam perjuangan untuk kebangkitan dan kemerdekaan Republik Indonesia. 

© Ilustrasi/ Shutterstock

Pada 16 Agustus 1945, selama hari-hari terakhir sebelum kemerdekaan Indonesia, beliau mengundang Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta kembali dari pengasingan di Rengasdengklok untuk merumuskan naskah proklamasi yang berlangsung hingga jam 3 pagi. Kamu masih bisa melihat kursi, meja bahkan piano yang ada saat para Proklamator merumuskan naskah proklamasi.

Sumber: Indonesia.travel

Beri Komentar