Denki Buro, Pemandian Umum yang Mencengangkan di Jepang

Reporter : Ratih Wulan
Senin, 5 September 2016 13:23
Denki Buro, Pemandian Umum yang Mencengangkan di Jepang
Orang yang ingin menggunakan fasilitas ini harus duduk di sebuah kolam kecil di antara dua...

Dream - Warga Jepang banyak memiliki kebiasaan yang unik. Seperti salah satunya budaya membersihkan diri di pemandian umum yang banyak tersebar di mana-mana.

Pemandian-pemandian ini juga memiliki fasilitas berbeda, dimana ada yang dilengkapi dengan kolam renang khusus yang dilapisi dengan logam elektroda menyala. Ada sebagian orang (bathers) aneh yang lebih suka merasakan gelombang listrik mengalir pada tubuh mereka saat sedang mandi.

Pemandian tersebut dikenal sebagai Denki Buro atau mandi listik yang dapat ditemukan di seluruh penjuru Jepang. Orang yang ingin menggunakan fasilitas ini harus duduk di sebuah kolam kecil di antara dua lempengan listrik berlawanan.

Melalui dua alat itu, aliran listrik bertekanan rendah akan melewati tubuh mereka. Kemudian akan terjadi induksi kejutan ringan yang menyebabkan otot-otot berkontraksi dan menyebabkan kesemutan. Sebagian orang mengaku merasakan kesakitan, sementara yang lain tetap santai dan menikmati mandi mereka.

Mandi listrik disebutkan dapat membantu para pengidap rematik dan spondilitis. Tapi Denki Buro dikabarkan berbahaya untuk anak-anak muda karena dapat beresiko mengurangi sperma.

Para ahli sejarah mengalami kesulitan untuk melacak Denki Buro, tapi yang jelas tradisi ini sudah ada sejak 1928. Hal itu ditengarai dari cerita Denki Buro yaitu sebuah kasus kematian mencurigakan di bath listrik.

Elektroterapi sendiri sudah ada sejak abad ke-18, pertama kali digunakan oleh sebuah rumah sakit di London untuk tujuan terapeutik yang tidak diketahui.

Dan sepanjang tahun 1940-an, Departemen Perang AS memberikan elektroterapi untuk tentara yang terluka. Hal ini berguna untuk menghambat dan mencegah atrofi, serta memulihkan kekuatan dan masa otot.

Elektroterapi juga dapat bermanfaat untuk mengobati kanker. Pada tahun 1985, Jurnal Cancer Research menerbitkan sebuah hasil studi yang mencengangkan dimana tumor pada hewan percobaan mengalami penyusutan sebesar 98 persen setelah diterapi dengan gelombang elektroterapi dalam lima jam selama lima hari saja.

Setelah efektivitasnya terbukti meyakinkan, terapi ini juga sering dipakai untuk pengobatan alternatif nyeri punggung, nyeri otot, sakit kepala, migrain, radang sendi, gangguan sistem saraf, disfungsi neuromuskuler dan sejumlah penyakit lain.

Menurut portal informasi kesehatan populer WebMD , arus listrik dapat mengurangi rasa sakit yang dialami seseorang. Listrik dari elektroda merangsang saraf-saraf di pusat sakit dan mengirimkan signal ke otak untuk memblokir atau berebut sinyal rasa sakit.

Menurut sumber lain, stimulasi listrik pada saraf dapat membantu tubuh untuk menghasilkan obat penghilang rasa sakit alami yang disebut endorfin, yang dapat menghalangi persepsi nyeri.

(Sumber: Amusingplanet)

 

 

Beri Komentar