Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Ilustrasi
Dream - Selain menyebabkan obesitas ternyata makanan cepat saji juga memiliki pengaruh buruk bagi anak-anak. Sebuah studi terbaru mendapati anak yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji mengalami perlambatan kemampuan berpikir.
Hal tersebut terutama didapati pada menurunnya skor matematika, ilmu pengerahuan dan kemampuan membaca anak-anak. Apa yang menjadikan makanan cepat saji memperlambat kinerja berpikir anak?
Makanan cepat saji minim kandungan zat besi yang sangat dibutuhkan dalam proses berpikir. Sementara di sisi lain makanan cepat saji tinggi kandungan lemak, garam dan gula yang dapat memicu obesitas.
Dalam riset yang melibatkan 8.500 anak-anak di Amerika Serikat berusia sekitar 10 tahun, didapati hasil tes akademik dalam kurun waktu tiga tahun mereka mengalami penurunan. Selama proses penelitian, anak-anak diminta mengkonsumsi makanan utama dan camilan dari sejumlah restoran cepat saji.
Sekitar 50 persen anak yang makan makanan cepat saji selama satu hingga tiga kali dalam seminggu dan 10 persen lainnya makan sebanyak empat hingga enam kali. Hasilnya, rata-rata anak yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji mendapatkan skor matematika 79 dan skor 83 bagi anak yang tidak pernah makan makanan cepat saji. Demikian diwartakan Dailymail, Rabu 24 Desember 2014.
Sekitar setahun silam peneliti Australia juga mengungkapkan adanya penurunan memori pada tikus. Para ilmuwan dari University of New South Wales menunjukkan tikus yang diberi diet tinggi lemak dan gula mengalami radang hippocampus, yakni area otak yang berhubungan dengan memori verbal dan spasial. (Ism)
Advertisement

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur