Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pernikahan tidak hanya momen yang istimewa, ternyata juga bermanfaat untuk kesehatan jantung.
Dikutip Newsmaxhealth, suatu penelitian di MedStar Washington Hospital Center yang ditulis Dr Ron Waksman dari MedStar Washington Hospital Center di Washington DC ini , Rabu 24 Desember 2014 menyatakan menikah dapat mengurangi risiko kardiovaskular seperti serangan jantung.
" Pernikahan yang baik dapat membantu mengurangi serangan jantung namun pernikahan yang buruk dikaitkan dengan stres tinggi peradangan dan barulah bisa meningkatkan serangan jantung," ujar Waksman.
Para peneliti juga menganalisis catatan dari 11.216 pasien jantung yang dikumpulkan selama 18 tahun melalui kontak telepon atau kunjungan kantor.
Rata-rata usia pasien tersebut adalah 64 tahun, dan 55 persen berstatus menikah sementara 45 persen belum menikah.
Dari hasil survei menjelaskan kelompok yang belum berstatus menikah cenderung berisiko jantung. Penelitian ini dipublikasikan dalam journal American Heart. Sebanyak 1,1 persen yang belum menikah cenderung sekarat karena jantung dan hanya 0,4 persen pasien jantung berasal dari kelompok yang sudah menikah.
Kemudian dalam waktu 30 hari dari prosedur penelitian mereka ditemukan 3,1 persen pasien yang belum menikah berisiko kardiovaskular utama, dan 1,2 persen terjadi pada pasangan suami istri.
Penelitian dilanjutkan sampai satu tahun, meningkat menjadi 13,3 persen dari kelompok single dan 8,2 pada yang telah menikah.
" Temuan ini harus meningkatkan kesadaran dokter untuk faktor risiko sosial ekonomi di luar faktor risiko penyakit kardiovaskular standar dan dapat mendorong mitra dalam negeri untuk lebih terlibat dalam proses perawatan kesehatan setelah intervensi jantung," kata Waksman.
Penelitian lain tentang manfaat pernikahan untuk kesehatan yakni yang dilakukan Profesor Psikologi, Harry Reis dan Kathleen Raja di School of Nursing at University of Rochester menemukan bahwa pasien jantung yang menikah memiliki kesempatan hidup 2,5 kali lebih besar daripada yang belum menikah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya