(Foto: Kementerian Pariwisata)
Dream - Keseriusan pemerintah Indonesia dalam memajukan sektor pariwisata halal kian jelas terlihat. Berbagai upaya terus dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) agar pariwisata halal semakin eksis di Tanah Air.
Salah satunya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya didampingi Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Riyanto Sofyan dan Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Industri Kepariwisataan, H.M Ahman Sya beberapa waktu lalu beraudiensi ke kantor Majelis Ulama Indonesia dan bertemu dengan Ketua MUI K.H Ma'ruf Amin, Sekjen MUI Anwar Abas, dan Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas pengembangan wisata halal di Indonesia. " Pengembangan wisata halal adalah program yang harus kita kembangkan bersama, prioritas kita adalah untuk standardisasi dengan standar Global Moslem Travel Index, GMTI, halal itu inklusif, tidak hanya untuk muslim, tapi yang non-muslim juga ada yang menggemari halal lifestyle," ujar K.H Ma'ruf Amin dalam kesempatan tersebut.
Pertemuan Kemenpar dan MUI tersebut pun menghasilkan keputusan yang terdiri atas 7 poin penting. Yakni pedoman usaha pariwisata halal disusun oleh Kemenpar, MUI, dan industri; sosialisasi pariwisata halal; sertifikasi pariwisata halal; tim bersama wisata halal antara MUI-Kemenpar; mendorong pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi Halal; menyelenggarakan kegiatan gerakan Sadar Wisata Halal; dan pengembangan Desa Wisata Halal.
(Sumber: Kementerian Pariwisata)
Advertisement

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pekerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah

Benarkah Setiap Kopi Hitam Memiliki Kandungan Kafein Berbeda-beda? Ini Alasannya

Suku Vandal dari Eropa dan Asal-Usul Kata “Vandalisme” untuk Mengartikan Kekerasan

Lebih Baik Menggunakan Pakaian Longgar atau Ketat Saat Berolahraga?


Enrique Maluku: Pelaut yang Disebut sebagai Pengeliling Dunia Pertama, tetapi Kurang Dikenal

Cara Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Manja dan Menyebalkan