Kena Hoax Ukuran Alat Vital, Mertua Laporkan Menantu ke Polisi

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 27 Maret 2019 15:15
Kena Hoax Ukuran Alat Vital, Mertua Laporkan Menantu ke Polisi
Mertua di Probolinggo, Jawa Timur, itu termakan hoaks yang menyebut alat vital menantunya berukuran besar, sehingga menyebabkan kematian putrinya.

Dream - Kabar bohong atau hoaks tak hanya seputar urusan politik semata. Kabar bohong juga terjadi dalam kehidupan berumah tangga.

Baru-baru ini, Sito, warga Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, melaporkan menantunya, Basar, ke polisi karena termakan kabar bohong.

Sito menuduh Basar membunuh anak perempuannya, Jumatri. Kematian Jumatri konon disebut karena Basar punya alat vital yang besar. Dan Sito percaya kabar itu, sehingga yakin putrinya meninggal karena menantunya.

Menurut Liputan6.com, Kanit Reskrim Polsek Maron, Aipda Dadang, laporan itu dibuat beberapa waktu lalu. " Jadi meninggalnya anaknya itu diduga akibat suaminya yang memiliki alat vital tidak wajar, sehingga kemudian mengakibatkan anaknya meninggal," ujar Dadang, Rabu 27 Maret 2019.

Dadang mengatakan, Sito mendapat informasi tersebut dari orang-orang sekitar. Sito tak mengetahui sendiri kebenaran kabar tersebut.

Agar tak melebar, Polsek Maron mengumpulkan semua pihak di rumah Sito. Tujuannya, kata Dadang, untuk mengklarifikasi kebenaran ukuran alat vital Basar.

Setelah berkumpul dan dilakukan pembuktian, ternyata kabar tersebut tidak benar. Sito kemudian mencabut laporannya dan meminta maaf.

" Saya minta maaf sebesarnya. Seribu maaf dari saya. Saya anggap perkara ini tidak ada, aman," kata Sito.

1 dari 1 halaman

Mereka itu Dajjal

 Laporan Liputan6.com/Dian Kurniawan

Pihak kepolisian melakukan mediasi dengan menghadirkan berbagai pihak untuk membuktikan alat kelamin terlalu besar yang diduga menjadi penyebab meninggalnya Jumatri. (Liputan6.com/ Dian Kurniawan)

Permintaan maaf itu direkam dalam video. Dalam video itu, Sito berjanji tak akan mudah percaya dengan kabar dari orang lain.

" Jadi saya cabut perkara itu. Dan saya tak akan percaya omongan tetangga lagi. Mereka itu Dajjal, yang tukang buat omongan. Saya enggak percaya lagi," ucap dia.

Sementara itu, Dadang mengimbau masyarakat tak mudah percaya dengan isu dan kabar yang belum diverifikasi.

" Karena itu, masyarakat jangan mudah termakan hoaks. Sebelum bertindak harus didasari kepada kebenaran, sehingga tidak ada saling curiga," ujar dia.

Sumber: Liputan6.com/Dian Kurniawan

Beri Komentar
Nggak Ribet, Ini Cara Merawat Hijab Ala Prilia Nur Afrida