Baca 3 Surat Ini, Setan Tak Berani Masuk Rumah Selama 3 Hari

Reporter : Puri Yuanita
Senin, 18 April 2016 20:17
Baca 3 Surat Ini, Setan Tak Berani Masuk Rumah Selama 3 Hari
Jika seseorang membaca kedua surat ini di pagi dan petang hari maka Allah akan mencukupi segala sesuatu dalam kehidupannya serta Allah akan menjaganya dari segala tipu daya setan yang menyesatkan.

Dream - Setan mengerahkan segala kemampuannya untuk menggoda dan menyesatkan manusia dengan berbagai cara. Nah, berdasarkan ajaran Islam, ada beberapa cara untuk menghindari godaan setan. Salah satunya yaitu dengan membaca ayat-ayat Alquran.

Lantas, surat apa yang dapat menghindarkan diri kita dari godaan setan?

Sebuah hadis Nabi yang diriwayatkan Imam Ahmad menceritakan bahwa pada suatu malam yang sangat gelap dan turun hujan, para sahabat keluar mencari Rasulullah untuk meminta beliau menjadi imam salat.

Setelah berjumpa dengan beliau akhirnya Nabi menyerukan kepada para sahabat untuk membaca surat Al-Falaq dan An-Nas sebanyak tiga kali pada waktu pagi dan petang hari.

Jika seseorang membaca kedua surat ini di pagi dan petang hari maka Allah akan mencukupi segala sesuatu dalam kehidupannya serta Allah akan menjaganya dari segala tipu daya setan yang menyesatkan. Inilah bacaan pengusir jin dan setan yang dapat kita amalkan.

Tak hanya hanya surat Al-Falaq dan An-Nas saja, masih terdapat beberapa surat lain yang dapat digunakan untuk melindungi diri dari setan.

Berdasarkan hadis Nabi yang telah diriwayatkan oleh Muttafa', Rasulullah telah menjelaskan jika seseorang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah dengan tulus maka Allah akan mencukupi segala sesuatu dari kehidupannya.

Selengkapnya baca di sini.      

 

1 dari 3 halaman

Enam Orang yang Sholat Bersama Setan

Dream - Mencapai perasaan khusuk dalam sholat bukanlah perkara mudah. Ada saja tindakan atau pikiran yang pada akhirnya mengurangi kekhusukkan dalam sholat. Hal tersebut tidak terlepas dari ulah dan tipu daya setan.

Golongan yang tercipta dari api ini senantiasa menggoda manusia agar salatnya tidak sempurna. Itulah mengapa manusia harus selalu waspada, terutama saat melaksanakan ibadah wajib ini.

Enam orang ini bersama setan saat sedang menjalankan salatnya. Bukan mengikuti manusia melaksanakan sholat, namun setan tidak berhenti mengganggu hingga manusia tidak berdaya.  

Siapa saja enam orang tersebut?

1. Orang yang was-was dalam niat

Orang pertama yang bersama setan saat sholat adalah mereka yang merasa was-was dalam niat. Biasanya perasaan was-was ini akan berlangsung hingga saat sholat. Hal itu membuat orang ragu terkait rukun sholat yang seharunya dijalankannya. Misalnya saja lupa jumlah rakaat dan lupa bacaan.

Baca lima orang lainnya di tautan ini

2 dari 3 halaman

Inilah Tiga Ikatan Setan Saat Manusia Tidur

Dream - Tidur adalah aktivitas yang lumrah dilakukan manusia. Bahkan memiliki fungsi vital, karena dapat mengistirahatkan seluruh organ tubuh setelah letih beraktivitas seharian penuh.

Namun tahukah Anda? Ternyata di saat kita tidur, setan akan menjerat dengan 3 ikatan. Apabila tidak terlepas, maka ikatan-ikatan tersebut akan berpengaruh pada jiwa dan semangat seseorang.

Oleh sebab itu, kita harus berusaha agar bisa terlepas dari 3 ikatan setan tersebut. Lantas seperti apa 3 ikatan itu?

Setan akan menjerat dengan tiga ikatan yang berada di tengkuk manusia. Di setiap ikatan setan akan mengatakan " Malam masih panjang, tidurlah." Selain itu, setan akan terus berusaha agar manusia tersebut terus tertidur hingga pagi dan melewatkan salat Subuh.

Dan saat terbangun, ia akan merasa malas-malasan dan tidak bersemangat. Setelah hal itu terjadi, maka setan dan pengikutnya akan tertawa terbahak-bahak.

Setan memiliki anak buah khusus untuk menjalankan misinya ini. Anak buahnya bernama Haz. Tiap malam setan Haz bekerja dengan mengelilingi barat dan timur demi mendatangi orang yang tidur sambil membisikkan rayuan.

Selengkapnya baca di sini.     (Ism) 

3 dari 3 halaman

Ini yang Harus Dilakukan Saat Melihat Setan

Dream - Jin dan setan dapat menjelma menjadi makhluk lain sehingga bisa dilihat, didengar atau diraba oleh manusia.

Namun, pada dasarnya, seperti dijelaskan dalam Alquran, setan memiliki penampakan yang sangat buruk. Kepala setan digambarkan seperti mayang dari pohon yang keluar dari dasar neraka.

" Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka yang menyala. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan." (QS. Ash Shaffaat: 64-65).

Setan juga digambarkan memiliki dua tanduk. Seperti diriwayatkan hadits Ibnu Umar, Nabi SAW bersabda, " Janganlah kalian melaksanakan salat saat matahari terbit dan saat tenggelam karena waktu tersebut adalah waktu munculnya dua tanduk setan." (HR. Muslim no. 828).

Nah, dalam Islam ada 2 cara yang harus dilakukan manusia saat menghadapi setan. Berikut ulasannya.

1. Menghadapi setan yang bermaksud jahat

Setan bisa bermaksud jahat ingin membunuh atau membakar manusia.

Abu Tayah meriwayatkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Abdurrahman bin Janbasy, " Apa yang dilakukan Rasulullah SAW ketika setan hampir saja membunuh beliau."

Kemudian Abdurrahman menceritakan, " Suatu ketika datang beberapa setan dari berbagai lembah untuk menyakiti Rasulullah SAW. Mereka turun dari beberapa pegunungan dan di antara mereka ada salah satu yang membawa obor dengan api menyala-nyala. Dia ingin membakar Rasulullah SAW. Beliau pun merasa takut. Kemudian datang Jibril AS dan mengajarkan,

" Hai Muhammad, ucapkan!" kata Jibril.

" Apa yang harus kuucapkan?" tanya Nabi SAW.

Tegas Jibril, " Ucapkan,

" Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak akan dilewati oleh orang baik dan orang durhaka, dari kejahatan apa yang diciptakan dan dijadikan-Nya, dari kejahatan apa yang turun dari langit dan yang naik ke dalamnya, dari kejahatan yang tumbuh di bumi dan yang keluar darinya, dari kejahatan fitnah-fitnah malam dan siang, serta dari kejahatan-kejahatan yang datang (di waktu malam) kecuali dengan tujuan baik, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih."

Seketika itu, api yang dibawa setan tadi langsung padam dan mereka pun pergi. (HR. Ahmad 3/419 dengan sanad yang shahih, Ibnus Sunni no. 637, Majma’uz Zawa’id 10/127 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Selengkapnya baca di sini.    

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian