Bagaimana Keutamaan Muslim Meninggal di Bulan Ramadan?

Reporter : Dwi Ratih
Jumat, 7 Mei 2021 18:30
Bagaimana Keutamaan Muslim Meninggal di Bulan Ramadan?
Rasulullah SAW pernah menjelaskan lengkap lewat riwayatnya.

Dream - Ramadan bulan penuh berkah dan kebaikan, amal ibadah yang dilakukan di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya. Pintu surga pun terbuka lebar buat umat Muslim yang menaati segala ajaran serta menjauhi larangan Allah SWT.

Tapi, bagaimana dengan amalan seseorang yang ternyata harus tutup usia di bulan suci Ramadan? Bagaimana juga keutamaan tentang itu?

Beberapa firman Allah dalam Alquran telah menjelaskan sebab manusia masuk surga adalah dari amal kebajikan mereka.

Seperti yang disebutkan dalam Surat Az Zuhruf ayat 72.

Itulah surga yang diberikan kepada kalian disebabkan amal yang telah kalian kerjakan.

Selain itu, juga dijelaskan dalam Surat Al A’raf ayat 43.

Mereka dipanggil, " Itulah surga yang diberikan keapda kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.”

1 dari 3 halaman

Meninggal di waktu mulia tak menjamin masuk surga

Ilustrasi© Shutterstock

Penjelasan itu menjawab kemungkinan, waktu yang mulia maupun tempat yang mulia tidak menjamin penghuninya masuk surga.

Mengenai hal ini, kita dapat merujuk pada pendapat Imam Malik dalam kitabnya Al Mutwatha'.

Dalam kitab itu, Imam Malik menukil kisah ketika Rasulullah Muhammad SAW mempersaudarakan antara Abu Darda dengan Salman al-Farisi radliyallohu ‘anhuma, sehingga keduanya menjadi keluarga yang sangat dekat.

 

2 dari 3 halaman

Kemudian Salman membalas surat dengan mengatakan:

Imam Malik meriwayatkan dari Yahya bin Said, bawha Abu Darda pernah menulis surat kepada Salman al-Farisi, yang isinya meminta Salman untuk pindah dan tinggal di tanah yang disucikan (negri Syam).

“ Sesungguhnya tanah suci itu tidak mensucikan siapapun. Yang bisa mensucikan seseorang adalah amalnya.”

Sahabat Dream perlu tahu, dulu Makkah dihuni oleh kaum musyrikin. Mereka yang tinggal di sana bukan berarti menjadi lebih mulia.

Sama halnya dengan orang yang meninggal di bulan Ramadan, tidak semua dijamin husnul khotimah. Hanya amalan mereka di dunia yang menjadi jaminan apakah kematiannya husnul khotimah atau suul khotimah.

3 dari 3 halaman

Husnul Khotimah di Ramadan Jika....

Berbeda halnya jika meninggal di bulan Ramadan dalam keadaan berpuasa. Meninggal dalam keadaan berpuasa berarti ia sedang mengerjakan amal ibadah.

Hal ini juga dijealskan dari Hudzaifah Radliyallohu ‘anhu dalam hadis riwayat Imam Ahmad.

Rasulullah SAW menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam kondisi beramal.

" Siapa yang menyatakan Laa ilaha illallah ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan ikrar ini, maka dia masuk surga. Siapa yang berpuasa dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan puasa ini, maka dia masuk surga. Siapa yang sedekah dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hiudpnya dengan sedekah ini, maka dia masuk surga.”

(HR. Ahmad, dan disahihkan oleh Syuaib al-Arnauth)

Beri Komentar