Bentuk dan Besaran Mahar Ditentukan Calon Mempelai Wanita, Bolehkah?

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 19 November 2019 20:00
Bentuk dan Besaran Mahar Ditentukan Calon Mempelai Wanita, Bolehkah?
Mahar adalah pemberian seorang pria kepada wanita yang menjadi pendampingnya.

Dream - Dalam pernikahan, keberadaan mahar cukup penting. Meski sebenarnya mahar tidak diharuskan dalam bentuk tertentu.

Mahar adalah pemberian dari mempelai laki-laki kepada mempelai wanita saat berlangsungnya akad nikah. Mahar akan menjadi hak sepenuhnya dari istri. Suami tidak punya hak menggunakannya tanpa seizin sang istri.

Umumnya, mahar dibayarkan dalam bentuk uang tunai, perhiasan, maupun alat sholat. Tentu bentuk dan besaran mahar tidak memberatkan mempelai laki-laki.

Jika calon mempelai wanita menentukan bentuk dan besaran mahar, apakah dibolehkan?

Dikutip dari Bincang Muslimah, mahar sejatinya adalah hadiah dari pria kepada calon istrinya. Juga sebagai bentuk penghormatan atas kesediaan wanita menjadi pendamping hidup pria yang bersangkutan.

 

1 dari 6 halaman

Sebagai Hadiah

Karena merupakan hadiah, maka pengadaannya disesuaikan dengan kemampuan. Bisa juga mahar diberikan atas dasar permintaan calon istri.

Mengenai bentuk mahar, tidak terdapat batasan dalam Islam. Selama suatu barang dapat diterima, maka bisa digunakan sebagai mahar.

Hadis Rasulullah Muhammad SAW diriwayatkan Imam Muslim dari Abdurrahman bin 'Auf RA menyebutkan apa saja yang bisa dijadikan mahar.

Diceritakan dari Abdurrahman ibn 'Auf RA, " Rasulullah dan Ali melihatku (memotong) kambing untuk pernikahan. Kemudian aku berkata, 'Aku telah menikahi perempuan dari Kaum Anshar.' Kemudian Nabi bertanya, 'Berapa mahar yang engkau berikan?' Aku menjawab, 'Biji (sepotong)'. Dalam riwayat hadis Ishaq, biji dari emas."

 

2 dari 6 halaman

Bentuk dan Jenis Mahar

Syeikh Musa Syahin Lasyin dalam Fathul Mun'im Syarh Shahih Muslim menjelaskan makna hadis di atas.

" Hadis ini menunjukkan bahwa mahar boleh berjumlah sedikit ataupun banyak sebagaimana yang memodali (memberikan), apabila keduanya (suami dan istri) menerima itu. Karena sesungguhnya cincin dari besi merupakan bentuk atau takaran paling minimalis sebagaimana pendapat Imam Syafi’i, dan itu merupakan pendapat mayoritas ulama’ salaf dan khalaf."

Penjelasan ini menunjukkan bentuk dan besaran mahar berkaitan dengan kemampuan dan keinginan. Suami memberikan mahar terbaiknya sementara istri menyampaikan keinginannya dengan mempertimbangkan aspek kemampuan pasangan.

Sehingga, boleh saja seorang calon mempelai wanita menetapkan mahar. Tetapi, sebisa mungkin tidak terlalu tinggi nilainya hingga melebihi kemampuan calon pasangannya.

Sumber: Bincang Muslimah.

3 dari 6 halaman

Keburukan yang Muncul Jika Tak Pandai Menjaga Lisan

Dream - Manusia lahir ke dunia dibekali banyak kemampuan. Salah satunya lisan untuk berbicara dan berkomunikasi dengan sesamanya.

Lewat lisan, kita bisa menyampaikan keinginan. Orang juga bisa memahami kehendak kita.

Tetapi, dengan lisan pula tersebar keburukan. Ini terjadi apabila lisan tidak terjaga.

Seringkali kita mendapat nasihat untuk menjaga lisan. Sebisa mungkin, kita tidak mengeluarkan kata-kata bermakna buruk, mengandung makna yang menyakiti hingga memicu permusuhan.

Dikutip dari Bincang Syariah, lisan merupakan anggota tubuh yang mudah digerakkan. Lisan akan mengucapkan suara tertentu dari geraknya, yang kita kenali dengan kata-kata.

Mudahnya lisan digerakkan ternyata mengandung potensi berbahaya. Sehingga, wajar jika setiap orang sangat dianjurkan menjaga lisannya.

Bahkan anjuran itu sangat ditekankan hingga mendekati wajib. Ini mengingat besarnya bahaya yang terkandung di dalamnya.

Ibn Abdil Barr dalam kitab Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis mengingatkan mengenai orang yang tidak bisa menjaga lisannya.

" Orang yang tidak bisa menjaga lisannya dengan baik, pasti tak bisa juga menjaga apapun selain lisannya."

 

4 dari 6 halaman

Lisan, Kunci Keselamatan Manusia

Lisan juga merupakan cerminan kepribadian seseorang. Jika tak bisa digunakan dengan baik, maka lisan dapat mendatangkan kesusahan bagi pemiliknya.

Lisan yang berbohong akan diikuti anggota tubuh lainnya. Bahkan perilaku seseorang menjadi aneh demi menutupi kebohongan yang dibuatnya.

Rasulullah Muhammad SAW pernah berpesan kepada umat Islam. Pesan itu tertuang dalam hadis riwayat Imam Bukhari.

" Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan."

Pada dasarnya, lisan bisa membawa kebaikan sekaligus keburukan. Semua bergantung pada cara manusia memanfaatkan lisannya.

Sehingga, kita perlu berhati-hati dalam menggunakan lisan. Jangan sampai lisan mendatangkan keburukan bagi diri karena ucapan yang buruk atau mengandung kebohongan.

Sumber: Bincang Syariah

5 dari 6 halaman

Jangan Bersedih Saat Doa Tak Langsung Terijabah

Dream - Doa adalah senjata seorang mukmin agar keinginannya bisa terkabul. Namun demikian, tidak semua doa langsung dikabulkan Allah. Banyak doa yang ternyata terkabul dalam waktu lama.

Tidak diijabahnya doa terkadang membuat orang merasa kecil hati. Tidak sedikit pula yang putus asa doanya bakal terijabah langsung karena merasa bukan pribadi yang sholeh ataupun sholehah.

Dikutip dari Bincang Syariah, diijabahnya doa tidak bisa dijadikan patokan seseorang itu sholeh atau sholehah. Ada makna di balik tidak diijabahnya doa seseorang secara langsung.

Orang yang doanya tidak segera terijabah ternyata memiliki kedudukan istimewa. Dia sedang diuji seberapa kuat kesabarannya dalam memohon kepada Allah SWT.

Jika bersabar dan menyadari semua dosa yang telah diperbuatnya, bisa jadi dia lebih baik dari orang yang doanya langsung diijabah Allah.

 

6 dari 6 halaman

Bisa Jadi Lebih Istimewa

Imam Ibn Al Jauzi dalam kitabnya Shaidul Khatir menjelaskan demikian.

" Ada yang lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah daripada orang yang doanya selalu maqbul, yaitu orang yang kalau doanya belum diijabah, ia berkata 'aku yang pendosa ini memang tak layak diijabah' atau berkata 'mungkin yang terbaik bagiku adalah tak diberi'."

Tentu hal di atas tidak akan bisa diraih seseorang tanpa kesabaran. Orang yang tidak bisa sabar cenderung mengambil jalan pintas ketika doanya belum juga terkabul.

Orang yang bersabar akan mengerti mengapa doanya tak juga dikabulkan. Dia pun menyerahkan sepenuhnya Allah SWT.

Sosok semacam ini berarti telah mampu memahami makna ayat 216 Surat Al Baqarah.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Penjelasan di atas mengajak kita untuk selalu bersemangat dalam memanjatkan doa. Berdoa adalah ibadah, menyerahkan terkabulnya doa kepada Allah adalah hal utama.

Sumber: Bincang Syariah

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting