Cara Abu Nawas Ajari Keledai Membaca

Reporter : Eko Huda S
Senin, 6 Juni 2016 17:02
Cara Abu Nawas Ajari Keledai Membaca
Keledai itu membalik lembaran-lembaran buku, dari halaman pertama hingga paling belakang. Sang menteri tercengang.

Dream – Abu Nawas tak pernah gagal mengocok perut kita. Kecerdikan akal melawan tipu daya para pejabat di kerajaan yang dipimpin Raja Harun al Rasyid selalu menyuguhkan cerita-cerita segar yang mengundang tawa.

Dan salah satu kisah kocah itu adalah saat Abu Nawas mengajari keledai untuk membaca. Dalam dunia dongeng, keledai identik dengan hewan yang dungu. Tapi Abu Nawas menyulapnya jadi hewan yang " bisa membaca" .

Bagaimana bisa? Berikut kisahnya:

Pada suatu hari seorang menteri tiba-tiba punya niat jelek kepada Abu Nawas. Dia iri pada perhatian Raja yang dia anggap berlebih pada Abu Nawas. Tak ada sebab, menteri itu berikan seekor keledai pada Abu Nawas.

“ Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minguu, datanglah kembali kemari, kita lihat akhirnya,” ujar menteri itu.

Abu Nawas menerimanya, kemudian berlalu tanpa banyak kata. Tapi, dalam hati dia merasa cemas, bertanya apakah bisa menuruti kemauan sang menteri.

“ Apakah ini satu di antara tipu dayanya buat menghancurkan nama baikku?” tanya Abu Nawas dalam hati.

Meski demikian, dia tetap berusaha tenang. Dan dua minggu kemudian, dia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, menteri mengajaknya menghadap Baginda Raja Harun Al Rasyid.

“ Baginda, saya akan perlihatkan siapa sesungguhnya diriku ini,” kata menteri itu.

“ Hai menteri, ada apa dengan dirimu?” bentak Raja Harun al Rasyid.

“ Tenang Baginda, hari ini Baginda bakal tahu kecerdasan akalku sesungguhnya, mengungguli kecerdasan Abu Nawas,” ucap menteri itu dengan pongah.

“ Apa yang bakal dibuat oleh menteri ini,” kata Abu Nawas dalam hati.

“ Baiklah, bila satu di antara kalian menang, maka ia memiliki hak memperoleh sekantung dinar ini, namun untuk yang kalah bakal dihukum tiga bulan di penjara,” tutur Harun al Rasyid.

Tak bisa mengelak, Abu Nawas terpaksa menyanggupi permainan aneh ini. Tiba-tiba menteri itu menunjuk ke satu buku besar.

“ Coba tunjukkan bila keledai itu dapat membaca, tidakkah engkau cerdas dalam semua hal?” pinta menteri pada Abu Nawas.

Abu Nawas lalu menggiring keledainya ke buku itu. Sampul dibuka. Kemudian si keledai memandang buku itu. Selang beberapa saat, mulai membalik halaman demi halaman dengan lidahnya.

Buku itu terus-terusan dibalik, lembar demi lembar, hingga halaman paling akhir. Setelah tak ada lagi lembaran yang harus dibuka, keledai tersebut memandang Abu Nawas.

“ Demikian, keledaiku dapat membaca,” kata Abu Nawas. Mendengar kata-kata Abu Nawas, sang menteri kembali angkat bicara.

“ Bagaimana caramu mengajari dia membaca?” tanya sang menteri.

“ Sesampainya di rumah, saya siapkan lembaran-lembaran besar serupa buku serta saya sisipkan biji-biji gandum di dalamnya,” jawab Abu Nawas.

“ Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman agar bisa memakan biji-biji gandum itu, hingga ia terlatih benar buat membalik-balik halaman buku dengan benar,” Abu Nawas melanjutkan.

“ Namun bukankah dia tak tahu apa yang dibacanya?” bantah sang menteri.

“ Memang demikian cara keledai membaca, dia cuma membalik-balik halaman tanpa tahu isinya,” jawab Abu Nawas dengan enteng.

“ Bila kita membuka-buka buku tanpa tahu isinya, kita disebut setolol keledai bukan?” kata Abu Nawas lagi.

Dan jawaban Abu Nawas ini memperoleh anggukan dari Baginda Raja Harun al Rasyid. Raja tahu, sepintar-pintarnya hewan, tak lagi mampu jadi sesempurna manusia. Cuma manusia bodoh saja yg tidak amu memakai akalnya buat berpikir.

Pada akhirnya Abu Nawas memperoleh hadiah sekantung dinar, sedang menteri masuk penjara. (Dari berbagai sumber)

Hehehe... selamat menunaikan ibadah puasa ya Sahabat Dream....

Beri Komentar