Cara Islami Mengobati Trauma Berkepanjangan

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 27 Agustus 2018 14:15
Cara Islami Mengobati Trauma Berkepanjangan
Pelihara trauma yang berkepanjangan dapat merusak kesehatan.

Dream - Ketika ditimpa kejadian buruk yang tak pernah diduga sebelumnya dan mengalami diri syok hebat, tak jarang pengalaman itu akan membekas menjadi sebuah trauma. 

Seseorang yang mengalami trauma berusaha untuk menghindari kejadian serupa untuk kedua kalinya. Mereka cenderung dilanda ketakutan berlebihan atau menjauhkan diri dari penyebab trauma.

Hati-hatilah. Jika trauma terus berlangsung dalam waktu cukup lama bisa membahayakan kesehatan, lho, Sahabat Dream! Penderita trauma akan menjadi pribadi yang sering murung, tidak percaya diri, sedih, dan ketakutan.

 shutterstock

Untuk menghindari hal-hal itu, Islam punya cara ampuh mengatasinya. Pertama yang harus dilakukan adalah berdoa kepada Allah SWT agar diberikan ketenangan sehingga rasa sedih dan takut tidak hadir dalam pikiran.

Nabi Muhammad SAW bersabda, " Apabila Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menemui kesulitan, maka beliau segera mengerjakan sholat," (HR Abu Dawud).

Cara lainnya yang bisa Sahabat Dream lakukan untuk menghindari trauma bisa kamu cek lengkapnya di sini.

1 dari 2 halaman

Kisah Sedih Gadis yang Tak Punya Identitas

Dream - Gadis asal Malaysia yang hanya dikenal sebagai Ain hidup dalam dilema. Dia tidak punya catatan akta kelahiran atau kartu pengenal yang bisa menjelaskan identitas sejatinya.

Meski mengaku berusia 23 tahun, Ain sebenarnya tidak tahu kapan dia lahir. Dia hanya menebak-nebak saja.

" Saya ingin berkeluarga, dan tahun depan saya memang berencana untuk menikah. Calon suami saya sudah ada, tapi bagaimana saya mengisi formulir jika saya tidak memiliki identitas," kata dia, sebagaimana dikutip laman Siakapkeli.

Dia berharap menjadi warga negara yang sah, mengantongi identitas negeri jiran itu. Sehingga tidak lagi hidup dalam ketakutan. " Tapi sampai sekarang saya tidak tahu asal atau siapa yang melahirkan saya," tambah dia.

Ain mengatakan, sejak beberapa tahun yang lalu dia telah beberapa kali ke Kantor Catatan Sipil Malaysia (NRD) di Putrajaya untuk mengajukan MyKad (KTP).

Permohonan KTP ditolak

Permohonan KTP ditolak

Tapi, dia kecewa karena permohonannya ditolak sebab dia tidak memiliki catatan akta kelahiran yang membuktikan bahwa dia lahir di negara ini.

Ain juga merasa dirinya bagaikan orang yang yang hanyut karena tanpa dokumen identitas. Tidak ada yang mau menerimanya sebagai warga negara yang sah.

Gadis itu menceritakan kisah hidupnya bahwa ketika dia masih kecil, dia dibesarkan di Jalan Chow Kit, Kuala Lumpur sebelum diadopsi oleh sebuah keluarga pada usia sekitar enam tahun.

Dia kemudian diserahkan ke keluarga angkat lain beberapa tahun kemudian.

" Saya tidak ingat apapun saat itu. Di samping dua keluarga angkat yang tinggal di Ampang, Selangor dan Kuala Lumpur, saya belum pernah ke sekolah selain tidak memiliki nama resmi."

Nama Ain didapat dari...

Nama Ain Didapat dari...

Ain sebenarnya bukan nama aslinya. Nama itu berasal dari keluarga angkatnya. " Jadi saya anggap itu nama resmi saya. Umur juga saya kira-kira saja karena tidak tahu tahun berapa dilahirkan," ucap dia.

Ketika Ain tinggal bersama keluarga angkat itu, dia terpaksa melakukan pelbagai pekerjaan orang dewasa seperti menjual sate, membersihkan ayam dan ikan serta menjadi pembantu di toko.

Sebagai seorang kanak-kanak pada ketika itu, Ain ingin bersekolah namun tidak diizinkan karena tidak mempunyai catatan akta kelahiran. Inilah yang membuatnya dia hidup tertekan.

Pada usia 12 atau 13 tahun, dia nekat melarikan diri dari keluarga angkat dan kembali ke Chow Kit. Ain kemudian ditakdirkan bertemu dengan seorang transgender yang menjaganya selama beberapa tahun.

Diajari membaca dan berhitung oleh transgender

Diajari Membaca dan Berhitung oleh Transgender

Selain mencuci piring di restoran, Ain sangat senang karena transgender itu mau mengajarinya untuk membaca dan menghitung.

" Namun, saya diminta keluar dari rumahnya karena khawatir dia ditangkap sebab mengasuh orang tanpa identitas. Dengan menggunakan tabungan dari bekerja di restoran, saya mencari pekerjaan lain dan hidup mandiri sampai sekarang."

" Saya kemudian mencoba untuk melacak orang-orang yang pernah mengasuh saya, termasuk transgender itu, tapi gagal. Rumah tempat saya tinggal sebelumnya sudah tidak lagi dan telah berubah menjadi perumahan."

" Yang lebih menyulitkan lagi, saya tidak tahu siapa mereka, karena tahu hanya dari nama panggilan, bukan nama lengkap mereka. Saya berharap bertemu orang tua jika ada rezeki. Kalau sebaliknya, apa boleh buat," keluh gadis itu lagi."

Hidup Ain bertambah menyedihkan karena dia pernah kehilangan uang sebanyak 5 ribu ringgit, setara Rp16,4 juta, karena ditipu lelaki yang mengaku sebagai pegawai NRD.

Lelaki itu mengklaim dapat membantu Ain mendapatkan MyKad yang sangat diinginkannya melalui jalur tak resmi.

 

2 dari 2 halaman

Kisah Sedih Sopir Taksi Muslim, Tersudutkan Teror Perancis

Dream - Ahmed tengah mengendarai taksinya berkeliling London pada dini hari. Sembari memegang kendali, dia menyalakan radio, untuk kemudian mematikannya.

" Tidak ada lagi berita buat saya," kata Ahmed.

Ahmed adalah seorang muslim London keturunan Pakistan. Dia tinggal di Ibu Kota Inggris itu bersama istri dan anaknya yang kini berusia 10 tahun.

Dia merasa kehidupan di Inggris tidak lagi mudah baginya dan komunitas muslim. Usai teror Perancis, Ahmed dan anggota komunitas muslim merasa terus disudutkan atas apa yang tidak pernah mereka lakukan.

" Apa yang akan saya katakan kepada anak saya? Dia hanya anak berusia 10 tahun. Setiap saya nyalakan berita, orang-orang berbicara tentang Islam, tentang muslim, tentang agama yang saya arahkan anak saya untuk mencintainya," ungkap Ahmed.

Setelah serangan yang dilakukan 'muslim' lain, Ahmed merasa agamanya tengah diserang. Teman-temannya dan keluarganya merasa sangat malu dan terdorong untuk meminta maaf atas apa yang terjadi.

Mereka yakin tidak semua muslim seperti itu. Selayaknya mengingatkan semua orang tidak semua pemeluk Islam diperintahkan untuk membunuh atas nama Allah. Ini merupakan persoalan mentalitas.

Kini, agamanya seperti menjelma sebagai kesamaan atas kejahatan.

Ahmed ingin menjelaskan, setiap serangan terjadi, hal itu berarti mempersulit untuk memperoleh rasa aman di jalan-jalan di London. " Saya sudah tidak lagi merasa ada di sini lagi," ungkap Ahmed.

Setiap, Ahmed ingin pergi meninggalkan apa yang dia alami. Dia jengah atas apa yang dideritanya. " Tapi, ke mana saya akan pergi?" kata dia. Keluarganya, rumahnya, pekerjaannya, semua ada di London dan dia tidak mungkin pergi ke Pakistan.

" Saya terlalu terbaratkan. Ditambah, saya adalah seorang Inggris, dan saya tidak ingin pergi ke manapun," kata dia.

Teror Paris membawa dampak begitu buruk terhadap para muslim. Banyak dari mereka dipersalahkan hanya lantaran memeluk agama Islam.

Kisah serupa dialami oleh seorang sopir taksi muslim di New York, Amerika Serikat. Dia sampai menangis lantaran dituduh menjadi bagian dari ISIS.

Padahal, dia sama sekali tidak tahu apa-apa. Alhasil, tidak ada satupun orang yang mau menaiki taksinya dan dia terpaksa kehilangan nafkah.

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan