Cara Meneladani Sifat Mulia Nabi Luth AS dalam Kehidupan Sehari-hari

Reporter : Arini Saadah
Selasa, 3 Mei 2022 12:01
Cara Meneladani Sifat Mulia Nabi Luth AS dalam Kehidupan Sehari-hari
Cara meneladai sifat mulia Nabi Luth adalah dengan mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dream - Kisah-kisah para nabi dan rasul patut diceritakan kepada umat Islam sejak dini. Perjalan hidup para nabi menyimpan banyak pelajaran dan hikmah yang pantas dijadikan teladan. Selain itu, para nabi juga dianugerahi sifat-sifat terpuji sehingga layak diikuti oleh seorang Muslim.

Salah satu nabi dan rasul yang layak diteladani sifat-sifatnya adalah Nabi Luth alaihisalam. Nabi Luth merupakan seorang utusan Allah SWT yang berani mengingatkan sekaligus melawan kaum Sodom yang telah melenceng dari ajaran Allah SWT.

Nabi Luth merupakan nabi dan rasul ke-7 dari 25 utusan Allah yang layak dijadikan teladan. Ia adalah keponakan Nabi Ibrahim alahisalam. Tentu saja Nabi Luth banyak belajar dari sang paman termasuk dalam dakwah agama tauhid.

Perjalanan dakwah Nabi Luth bukan tanpa rintangan, melainkan telah melalui banyak ujian. Akan tetapi ia senantiasa sabar menghadapi ujian dan tugas berat dari Allah SWT.

Lantas bagaimana cara meneladani sifat mulia Nabi Luth? Cara meneladai sifat mulia Nabi Luth adalah dengan mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam artikel kali ini Dream berhasil merangkum dari berbagai sumber tentang cara meneladani sifat mulia Nabi Luth alahisalam. Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

1 dari 4 halaman

Memperbaiki Akidah dan Akhlak Kaum Sodom

Nabi Luth diutus oleh Allah SWT untuk memperbaiki akidah dan akhlak penduduk negeri Sodom (palestina) yang tercela. Nabi Luth kaget ketika menginjakkan kaki pertama kali di negeri Sodom. Ia terkejut dengan perbuatan kaum Sodom yang buruk mulai dari pencurian, perampokan, penganiayaan hingga kecenderungan menyukai sesama jenis.

Menurut Surat Al A'raf ayat 80 dan Al-'Ankabut ayat 28, kaum Sodom ialah kaum pertama di dunia yang melakukan perkawinan sesama jenis.

Nabi Luth pun dengan sabar dan gigih mengingatkan mereka tentang kebenaran. Nabi Luth juga mengabarkan adanya siksa Allah yang pedih apabila melanggar perintah-Nya.

Namun setiap kali Nabi Luth menasihati, mereka malah menantang dengan mengatakan: " Datangkanlah siksaan Allah itu, wahai Luth, jika sekiranya engkau orang yang benar!"

Kisah ini sebagaimana tertuang dalam Al Quran Surat Al Ankabut ayat 28-29 yang artinya:

Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya, “ Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu. Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?” Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, “ Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”

2 dari 4 halaman

Perjuangan Menyerukan Kebenaran

Perjalanan dakwah Nabi Luth banyak dibahas dalam kitab suci Al Quran. Dari kisah hidupnya, umat Islam bisa mengambil hikmah yang dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Seruan pertama Nabi Luth kepada kaumnya adalah ajakan untuk bertauhid. Seperti dalam Surat Al A'raf ayat 59 berikut:

لَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ اِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ

Artinya:

" Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “ Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (kiamat)."

Meskipun mendapat penolakan dan ancaman dari kaum Sodom, Nabi Luth tetap menunjukkan jalan kebenaran dengan sabar tanpa pernah membalasnya. Dengan gagah berani ia mengingatkan balasan dan azab Allah yang akan datang kepada mereka.

3 dari 4 halaman

Tetap Gigih dan Berani Mengingatkan ke Jalan Allah

Meskipun di tengah gelombang penolakan kaum Sodom, Nabi Luth percaya Allah akan selalu melindunginya dari marabahaya.

Setiap hari ia tetap gigih menyerukan kebenaran. Sehingga satu per satu kaum Sodom mulai beriman kepada Allah dan meninggalkan perbuatan buruknya. Namun hanya segelintir orang yang mau menjadi pengikut Nabi Luth.

Sementara sebagian besar masih melakukan penganiayaan dan kemaksiatan. Bahkan mereka sempat mengancam akan membunuh Nabi Luth.

Kemudian ia berdoa kepada Allah dan memohon perlindungan-Nya. Allah pun mengutus dua malaikat ke bumi dengan menyamar sebagai manusia. Kedua malaikat itu bertugas menurunkan azab untuk kaum Sodom yang ingkar.

4 dari 4 halaman

Cara Meneladani Sifat Mulia Nabi Luth

Berdasarkan penjelasan kisah perjuangan dakwah Nabi Luth dalam menyerukan kebenaran, dapat diketahui bahwa Nabi Luth memiliki sifat-sifat yang terpuji. Ia selalu sabar dan pantang menyerah menyerukan kebenaran kepada kaum Sodom meskipun mendapat penolakan dan ancaman. Bahkan ia tetap berani mengajak kaum Sodom untuk meninggalkan segala maksiat.

Dari semua kisah di atas, maka cara meneladani sifat mulia Nabi Luth adalah dengan mengamalkan ajaran-ajaran dan meniru sifat-sifat beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut cara meneladai sifat mulai Nabi Luth dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Selalu bertawakal kepada Allah.
  2. Senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
  3. Menumbuhkan sikap peduli kepada sesama, termasuk mengingatkan ketika teman atau saudaranya lalai dalam agama.
  4. Memuliakan tamu yang datang ke kediaman kita.
  5. Menjaga keluarga dari hal-hal buruk dan senantiasa menjaga kehormatan keluarga.
  6. Selalu menjaga kehormatan diri sendiri di manapun berada.
  7. Ikhlas dalam beramal.
  8. Selalu sabar menghadapi ujian dan tugas yang berat.
  9. Senantiasa gigih dalam menyerukan kebenaran yang menuju jalan Allah.

(hud)

Beri Komentar