Crane Jatuh Sampai Hotel Terbakar, Sumiarti Diuji Kesabaran

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 21 September 2015 12:44
Crane Jatuh Sampai Hotel Terbakar, Sumiarti Diuji Kesabaran
Dia terjatuh dan terinjak-injak kakinya sehingga ia tak mampu lagi berjalan.

Dream - Sumiarti (61 tahun) hanya bisa duduk di kursi roda setelah terinjak-injak saat badai besar melanda Masjidil Haram, Jumat 11 September 2016.

Jemaah dari Pemalang, Jawa Tengah ini tidak menyangka akan terjadi badai disertai hujan deras saat berangkat dari pemondokannya. Ia bersama satu orang temannya berangkat ke Masjidil Haram menggunakan bus salawat. Setibanya di terminal, ia pun turun dan tiba-tiba hujan badai menerpa Masijidl Haram dan sekitarnya.

Ia pun berlari ke pintu masuk Masjidil Haram untuk menghindari hujan lebat tersebut. Tetapi saat bersamaan orang lain pun berlari menuju pintu Masjidil Haram yang dituju Sumiarti. Banyaknya orang menyebabkan dia terjatuh dan terinjak-injak kakinya sehingga ia tak mampu lagi berjalan.

" Saat kejadian (crane jatuh) saya berada di luar Masjidil Haram. Saya terjatuh dan saya pun dibawa ke BPHI," kata Sumiarti dikutip Dream dari laman Kemenag.go.id, Senin 21 September 2015.

Pensiunan Kepala Sekolah di Pemalang tersebut mengalami memar di bagian kaki kirinya dan hingga kini masih belum bisa berjalan normal, sehingga harus duduk di kursi roda dan bila berjalan harus menggunakan kursi sebagai peganganya " Saya hanya bisa bersabar dan pasrah," ucapnya.

Cobaan lain datang...

(Ism) 

1 dari 3 halaman

Pemondokan Terbakar

Dream - Saat kembali dari Rumah Sakit Al Noor memenuhi undangan Kementerian Kesehatan Saudi Arab Saudi, Rabu 15 September 2015 malam, yang mengumpulkan orang-orang yang menjadi korban crane jatuh di Masjidil Haram, Sumiarti memejamkan matanya sejenak di pemondokan.

Namun tidak lama, asap mengepul di pemondokannya sehingga Sumiati bersama 1000 lebih jemaah lainnya di hotel itu harus dievakuasi ke luar pemondokan.

Wanita kelahiran Bantul, Yogyakarta itu pun harus beranjak dari tempat tidurnya yang berada di lantai 3 disaat kaki kirinya belum pulih " Saya dibopong teman yang lainnya ke luar dari kamar," ucap Sumiati.

Memang di lantai 8 hotel yang ditempati wanita dari Kloter SOC 46 ini terjadi kebakaran di kamar 810. Kamar yang dihuni dua jemaah haji Indonesia yang sudah tua itu keluar asap karena ada jemaah yang lupa mematikan penanak nasi saat sedang menjalankan umroh di Masjidil Haram, Rabu malam 16 September 2015.

Pemilik hotel Abdullah Quraisy mengungkapkan kebakaran kamar hotel itu terjadi akibat jemaah lupa mematikan penanak nasi, saat menjalankan umroh di Masjidil Haram " Orangnya baru ingat sedang menanak nasi di kamar saat sudah berada di kendaraan," ucapnya.

Kebakaran tidak berlangsung lama dan tidak merambat ke tempat lainnya dan hanya terlokalisir di kamar 801. Meskipun demikian pihak hotel bergerak cepat memperbaiki segala kerusakan di Lantai 8 akibat kebakaran tersebut untuk bisa ditempati kembali jemaah

" Paling 12 jam lagi selesai perbaikannya. Tinggal nanti menunggu ijin dari petugas pemadam di sini untuk di cek lagi, setelah dianggap tidak ada keluar baru dikeluarkan ijin untuk kembali dihuni," ungkapnya. (Ism) 

2 dari 3 halaman

Cerita Jemaah Haji Indonesia Korban Tragedi Mekah

Cerita Jemaah Haji Indonesia Korban Tragedi Mekah

Dream - Kepala Nuruddin dibebat perban tebal, telapak kaki kanannya juga dibalut perban. Nuruddin adalah jemaah haji Indonesia yang terluka karena tragedi crane jatuh di Masjidil Haram.

Saat bertemu dengan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin di RS Alnoor, Mekah, ia langsung memeluknya sambil mengucapkan terima kasihnya.

" Terima kasih Pak sudah datang. Mohon doakan kami. Jangan putus doanya ya Pak," kata Nuruddin sambil menangis dikutip Dream dari laman Kemenag.go.id, Sabtu 12 September 2015.

Dengan kaos putihnya yang masih bernoda darah Nuruddin mengaku tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Menurutnya hal ini sudah takdir.

" Kuasa Allah ini bukan salah siapa-siapa Mungkin saya introspeksi juga," kata pasrah.

Nuruddin tidak ingat secara pasti apa yang menimpanya. Hal yang Nuruddin ingat saat itu dia tengah menunggu salat Maghrib. " Doakan saja supaya mabrur hajinya nanti," imbuhnya.

Luka yang diderita jemaah haji kloter 20 Surabaya tergolong ringan. Nuruddin boleh pulang dan akan kontrol kembali 2 hari lagi.

3 dari 3 halaman

Detik-detik Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Detik-detik Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Dream - Sebanyak 65 jemaah haji dilaporkan tewas dan 150 lainnya mengalami luka-luka setelah derek atau crane raksasa jatuh menimpa Masjidil Haram di kota suci umat Muslim, Mekah, Arab Saudi.

Suwandi Ahmad, salah satu jemaah haji asal Indonesia menceritakan detik-detik jatuhnya crane merah besar itu di belakang maqom (prasasti jejak kaki) Nabi Ibrahim AS.

" Alhamdulillah berkat doa semuanya, kami berdua -saya dan Meyrinda, istri- selamat tidak kurang suatu apa," ujar Suwandi dalam perbincangan dengan Dream.co.id, Jumat malam 11 September 2015.

Seperti apa peristiwa mencekam itu? Berikut detik-detik jatuhnya crane di Masjidil Haram berdasarkan kesaksian Suwandi Ahmad:

- Sekedar info, sekitar jam 17.20 waktu Makkah, ada angin kencang disertai hujan deras di Masjidil Haram dan sekitarnya. Tak lama kemudian, ada crane yang patah.

- Patahan ada yang terlempar menimpa jamaah yang sedang thawaf dan sholat di lantai dasar Masjid.

- Tepatnya di belakang Maqom (bukan makam) Nabi Ibrahim.

- Puluhan jamaah tampak terluka, darah berceceran di mana-mana. Saya melihat beberapa jamaah ditandu petugas keluar masjid.

- Hujan deras terus berlangsung sampai menjelang Maghrib. 
Banyak genangan di lantai dasar, lantai 1 dan lantai 2 Masjid.

- Ratusan petugas berbaju hijau segera membersihkan Masjid dari air, sisa reruntuhan crane serta barang-barang yang berceceran di Masjid.

- Ratusan Askar tampak mengamankan pintu-pintu serta bekas patahan crane. Jamaah dilarang mengambil foto lokasi kejadian.

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara