Kisah Juraij, 'Kutukan' Ibu, dan Bayi Bisa Bicara

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 26 April 2016 20:01
Kisah Juraij, 'Kutukan' Ibu, dan Bayi Bisa Bicara
Nabi menyampaikan kisah Jurais ini melalui hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Dream - Salah satu kisah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad adalah tentang Juraij. Kisah itu penuh dengan pelajaran hidup. Nabi menyampaikan kisah Juraij ini melalui hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

“ Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin Maryam dan (bayi di masa) Juraij.”

Lantas, ada sahabat yang bertanya, “ Wahai Rasulullah siapakah Juraij?”

Rasul menjawab bahwa Juraij adalah seorang rahib yang berdiam di rumah ibadah yang terletak di gunung.

Di dekat tempat peribadatan itu terdapat penggembala sapi, dan seorang wanita menemui penggembala itu untuk melakukan zina.

Suatu ketika, datanglah Ibu Juraij dan memanggil nama anaknya itu. Namun Juraij tengah beribadah. “ Wahai Juraij.”

Juraij lalu bertanya dalam hatinya, “ Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan sholatku?”

Rupanya Juraij mengutamakan sholatnya. Ibunya lalu kembali memanggil. Juraij kembali bertanya di dalam hati, “ Ibuku atau sholatku?”

Juraij mengutamakan sholatnya. Sang ibu memanggil untuk kali ke tiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, “ lbuku atau shalatku?” Rupanya Juraij tetap mengutamakan sholat.

Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, “ Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur.”

Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya.

Wanita yang menemui penggembala tadi dibawa menghadap raja dalam keadaan telah melahirkan seorang anak.

Raja itu bertanya kepada wanita tersebut, “ Hasil dari (hubungan dengan) siapa (anak ini)?”

“ Dari Juraij”, jawab wanita itu.

Lalu, sang Raja bertanya lagi, “ Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?”

“ Benar”, jawab wanita tersebut.

Raja berkata, “ Hancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari.”

Rumah peribadatan tersebut dihancurkan sampai rata. Tangan Juraij diikat pada leher dan dibawa menghadap raja.

Di tengah perjalanan Juraij dilewatkan di hadapan para pelacur. Ketika melihatnya Juraij tersenyum dan para pelacur tersebut melihat Juraij yang berada di antara manusia.

Raja lalu bertanya padanya, “ Siapa ini menurutmu?”

Juraij balik bertanya, “ Siapa yang engkau maksud?”

Raja berkata, “ Dia (wanita tadi) berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu.”

Juraij bertanya, “ Apakah engkau telah berkata begitu?”

“ Benar,” jawab wanita itu.

Juraij lalu bertanya, “ Di mana bayi itu?”

Orang-orang lalu menjawab, “ (Itu) di pangkuan (ibu)nya.”

Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu, ”Siapa ayahmu?” Bayi itu menjawab, “ Ayahku si penggembala sapi.”

Kontan sang raja berkata, “ Apakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas?”

Juraij menjawab, “ Tidak perlu”.

“ Ataukah dari perak?” lanjut sang raja.

“ Jangan”, jawab Juraij.

“ Lalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?”, tanya sang raja.

Juraij menjawab, “ Bangunlah seperti sedia kala.”

Raja lalu bertanya, “ Mengapa engkau tersenyum?”

Juraij menjawab, “ (Saya tertawa) karena suatu perkara yang telah aku ketahui, yaitu terkabulnya do’a ibuku terhadap diriku.” Kemudian Juraij pun memberitahukan hal itu kepada mereka. [Dari berbagai sumber] 

1 dari 3 halaman

Kisah Wanita Taat Ibadah Masuk Neraka Karena Air Wudhu

Dream - Jalan hidup manusia sudah digariskan Sang Pencipta. Usia dan rezeki semua diatur oleh-Nya. Tugas manusia adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.

Dan ini adalah cerita tentang dua makhluk yang hidup dalam kondisi kontrak. Seorang laki-laki kaya raya dan perempuan papa. Dalam kesehariannya, keduanya tampak begitu berbeda. Sang lelaki hidup padat oleh kesibukan duniawi. Sementara wanita yang miskin itu justru menghabiskan waktunya untuk selalu beribadah.

Si perempuan miskin ini hanya memiliki satu harta yang bisa terlihat oleh tetangganya. Sebuah bejana dengan persediaan air wudhu di dalamnya. Ya, bagi wanita taat ini, air wudhu menjadi kekayaan yang membanggakan meski hidup masih pas-pasan.

Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani dalam kitab al-Minahus Saniyyah mengisahkan, suatu ketika ada seorang yang mengambil wudhu dari bejana milik perempuan itu.

Melihat hal demikian, si perempuan berbisik dalam hati, “ Kalau air itu habis, lalu bagaimana aku akan berwudhu untuk menunaikan sembahyang sunnah nanti malam?”

Diceritakan, setelah meniggal dunia, keadaan keduanya jauh berbeda. Sang lelaki kaya raya itu mendapat kenikmatan surga, sementara si perempuan papa yang taat beribadah ternyata....  baca selengkapnya disini

 

Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan 
ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

 

2 dari 3 halaman

Kisah 4000 Orang yang Dibinasakan Hanya dengan Satu Kalimat

Dream - Suatu ketika Allah SWT membinasakan kaum yang membangkang sebelum Nabi Muhammad SAW, agar dapat menjadi pelajaran bagi umat setelahnya. Terdapat beberapa cara yang diturunkan Allah untuk membinasakan mereka. Antara lain hujan batu, angin yang bertiup seminggu penuh, dan kiriman banjir bandang yang dahsyat.

Selain kisah itu, terdapat kisah lain yang menceritakan tentang 4.000 orang yang dibinasakan dengan satu kalimat tapi kemudian hidup lagi. Siapakah orang-orang itu?

Sebuah dalil menjelaskan firman Allah yang bertanya kepada umat manusia apakah kita tidak memperhatikan orang-orang yang jumlahnya hingga beribu-ribu yang keluar dari kampung halamannya karena takut mati.

Al Hafizh Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya yaitu jumlah orang-orang tersebut adalah empat ribu. Mereka keluar dan pergi dari kampungnya agar terhindar dari wabah penyakit (Thau'n). Kaum itu mengatakan bahwa mereka akan pergi ke suatu tempat di mana tidak akan ada kematian di sana.

Beliau melanjutkan tafsirnya yang menjelaskan, jika sesampainya di tempat yang dituju, Allah kemudian berfirman kepada mereka untuk mati. Mereka pun mati sampai seorang Nabi melalui jalan itu dan melihat banyak mayat bergelimpangan di antaranya. Satu kalimat membinasakan ribuan orang sangatlah dahsyat.

Nabi itu kemudian berdoa kepada Allah agar kaum tersebut kembali dihidupkan. Akhirnya Allah mengabulkan doa Nabi itu agar dapat dijadikan sebagai pelajaran bahwa kiamat adalah suatu hal yang pasti terjadi.

Selengkapnya baca di sini.    (Ism) 

3 dari 3 halaman

Kisah Pilu Putri 11 Tahun Jemput Ajal Saat Telepon Ayah

Dream - Kejadian memilukan menimpa seorang anak perempuan berusia 11 tahun ketika dia tewas disambar petir. Saat insiden terjadi, dia sedang berbicara dengan ayahnya melalui telepon seluler.

Korban bernama Arina sedang memasukkan kambing ke dalam kandang di Chernoyarsk, Rusia ketika ayahnya menghubunginya. Ketika itu wilayah Chernoyarsk sedang dilanda badai petir.

Pada saat yang sama kakeknya yang khawatir cucunya itu tidak balik ke rumah, keluar mencari Arina. Namun kakeknya terkejut bukan kepalang ketika menemukan Arina terbaring dalam kondisi tak bernyawa.

Arina mengalami luka bakar hingga 90 persen di tubuhnya. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dia gagal diselamatkan.

Selama ini Arina dan adiknya tinggal bersama kakeknya di desa karena ibu dan ayahnya bekerja di kota.

Sementara itu polisi telah menemukan bukti bahwa Arina sedang menjawab panggilan telepon dari ayahnya ketika peristiwa nahas itu terjadi.

Milana, adik Arina, mengatakan, sambaran petir tersebut sampai melumerkan ponsel yang dipegang kakaknya.

" Ketika badai terjadi, ayah menghubunginya. Namun ketika dia menjawab, kilat menyambar ponsel itu, '' kata Milana.

(Sumber: mynewshub.cc)

Beri Komentar