Kisah Pilu di Balik Foto Balita Dibantu Relawan

Reporter : Dwi Ratih
Jumat, 19 Februari 2016 18:44
Kisah Pilu di Balik Foto Balita Dibantu Relawan
Dianggap memiliki ilmu hitam, balita ini hidup sebatang kara.

Dream - Baru-baru ini, sebuah foto yang menggambarkan anak balita sedang diberi minum menggunakan botol kemasan plastik oleh seorang aktivis wanita dari African Children's Aid Education and Development Foundation tersebar luas di linimasa.

Melansir Vemale.com dari Metro.co.uk, Balita dengan kondisi memprihatinkan tersebut disebutkan sebagai warga negara Nigeria yang dianggap memiliki ilmu hitam.

Karena dugaan tersebut, sang Balita dilantarkan begitu saja oleh seluruh warga dan dibiarkan tumbuh sebatang kara. Tak diberi makan, minum, tak diberi tempat tinggal bahkan tak diberi pakaian.

Simak cerita pilu bocah tersebut lengkapnya di sini.

1 dari 2 halaman

Momen Menggetarkan Dua Petinju Legenda Belajar Quran

Dream - Dua petinju dunia, Muhammad Ali dan Mike Tyson menghebohkan media sosial facebook baru-baru ini. Dalam foto yang tersebar di media sosial terlihat dua petinju legendaris itu diduga tengah membaca Al Quran.

Ali terlihat sedang memegang Al Quran sementara Tyson duduk di samping dan tersenyum.

" Subahannallah Muhammad Ali dan Mike Tyson baca Al Quran, Masya Allah,"  tulis salah satu netizen, akun Herawati melengkapi unggahan fotonya, Jumat 12 Febuari 2016.

Foto ini pun kemudian menjadi viral di media sosial facebook. Seperti diketahui Muhammad Ali resmi memeluk agama Islam pada tahun 1964, sedangkan Mike Tyson baru memeluk Islam di tahun 90-an.

Tyson pun mengganti nama menjadi Malik Abdul Azis. Pada 2010 lalu, dia juga telah menunaikan umrah ke Tanah Suci.

“ Saya sangat bangga menjadi Muslim. Allah tidak butuh saya, saya butuh Allah,” kata Tyson dalam acara Undisputed Truth, beberapa tahun silam.

2 dari 2 halaman

Kisah Sedekah Mbah Asrori yang Menggetarkan Hati

Dream - Ini kisah inspiratif dari seorang kakek asal Semarang, Jawa Tengah. Mbah Asrori. Begitu dia disapa. Pria yang kini berusia 92 tahun tersebut selalu bersedekah untuk kaum duafa di sekitarnya.

" Seperti biasa setiap hari Jum'at beliau selalu membagikan nasi bungkus beruapa nasi kuning komplit dengan lauk-pauk yang lezat kepada tukang becak, pemulung, atau siapapun yang membutuhkan makan hari Jum'at itu minimal 70 bungkus," demikian tulis tetangga Mbah Asrori, Fajar Ali Imron Rosyid, dalam akun Facebook.

Untuk bersedekah, kakek yang masih bersemangat di usia senja ini menyisihkan sebagian dari penghasilannya. " Setiap bulan beliau menyisihkan minimal Rp400 ribu untuk sedekah setiap Jum'at itu walaupun saya tahu penghasilan beliau tidak menentu," tambah Fajar.

Menurut Fajar, Mbah Asrori telah menunaikan ibadah haji enam tahun lalu. Meskipun, menurut Fajar, jika dihitung-hitung penghasilan Mbah Asrori kala itu tak akan cukup untuk pergi ke Tanah Suci. " Namun Allah memampukan beliau."

Mbah Asrori memiliki kebiasaan mengayuh sepeda ke manapun pergi. Selain itu, dia selalu membawa radio kecil. " Dia selalu menyetel saluran radio Masjid Agung Semarang," tulis Fajar.

" Benar sabda Rasulullah, barangsiapa senang bersedekah dan silaturahim maka Allah akan panjangkan umurnya dengan barokah rejeki tiada disangka-sangka," tambah dia. 

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-