Keburukan yang Muncul Jika Tak Pandai Menjaga Lisan

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 19 November 2019 17:48
Keburukan yang Muncul Jika Tak Pandai Menjaga Lisan
Lisan bisa mendatangkan keburukan jika tak terkendali.

Dream - Manusia lahir ke dunia dibekali banyak kemampuan. Salah satunya lisan untuk berbicara dan berkomunikasi dengan sesamanya.

Lewat lisan, kita bisa menyampaikan keinginan. Orang juga bisa memahami kehendak kita.

Tetapi, dengan lisan pula tersebar keburukan. Ini terjadi apabila lisan tidak terjaga.

Seringkali kita mendapat nasihat untuk menjaga lisan. Sebisa mungkin, kita tidak mengeluarkan kata-kata bermakna buruk, mengandung makna yang menyakiti hingga memicu permusuhan.

Dikutip dari Bincang Syariah, lisan merupakan anggota tubuh yang mudah digerakkan. Lisan akan mengucapkan suara tertentu dari geraknya, yang kita kenali dengan kata-kata.

Mudahnya lisan digerakkan ternyata mengandung potensi berbahaya. Sehingga, wajar jika setiap orang sangat dianjurkan menjaga lisannya.

Bahkan anjuran itu sangat ditekankan hingga mendekati wajib. Ini mengingat besarnya bahaya yang terkandung di dalamnya.

Ibn Abdil Barr dalam kitab Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis mengingatkan mengenai orang yang tidak bisa menjaga lisannya.

" Orang yang tidak bisa menjaga lisannya dengan baik, pasti tak bisa juga menjaga apapun selain lisannya."

 

1 dari 6 halaman

Lisan, Kunci Keselamatan Manusia

Lisan juga merupakan cerminan kepribadian seseorang. Jika tak bisa digunakan dengan baik, maka lisan dapat mendatangkan kesusahan bagi pemiliknya.

Lisan yang berbohong akan diikuti anggota tubuh lainnya. Bahkan perilaku seseorang menjadi aneh demi menutupi kebohongan yang dibuatnya.

Rasulullah Muhammad SAW pernah berpesan kepada umat Islam. Pesan itu tertuang dalam hadis riwayat Imam Bukhari.

" Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan."

Pada dasarnya, lisan bisa membawa kebaikan sekaligus keburukan. Semua bergantung pada cara manusia memanfaatkan lisannya.

Sehingga, kita perlu berhati-hati dalam menggunakan lisan. Jangan sampai lisan mendatangkan keburukan bagi diri karena ucapan yang buruk atau mengandung kebohongan.

Sumber: Bincang Syariah

2 dari 6 halaman

Jangan Bersedih Saat Doa Tak Langsung Terijabah

Dream - Doa adalah senjata seorang mukmin agar keinginannya bisa terkabul. Namun demikian, tidak semua doa langsung dikabulkan Allah. Banyak doa yang ternyata terkabul dalam waktu lama.

Tidak diijabahnya doa terkadang membuat orang merasa kecil hati. Tidak sedikit pula yang putus asa doanya bakal terijabah langsung karena merasa bukan pribadi yang sholeh ataupun sholehah.

Dikutip dari Bincang Syariah, diijabahnya doa tidak bisa dijadikan patokan seseorang itu sholeh atau sholehah. Ada makna di balik tidak diijabahnya doa seseorang secara langsung.

Orang yang doanya tidak segera terijabah ternyata memiliki kedudukan istimewa. Dia sedang diuji seberapa kuat kesabarannya dalam memohon kepada Allah SWT.

Jika bersabar dan menyadari semua dosa yang telah diperbuatnya, bisa jadi dia lebih baik dari orang yang doanya langsung diijabah Allah.

 

3 dari 6 halaman

Bisa Jadi Lebih Istimewa

Imam Ibn Al Jauzi dalam kitabnya Shaidul Khatir menjelaskan demikian.

" Ada yang lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah daripada orang yang doanya selalu maqbul, yaitu orang yang kalau doanya belum diijabah, ia berkata 'aku yang pendosa ini memang tak layak diijabah' atau berkata 'mungkin yang terbaik bagiku adalah tak diberi'."

Tentu hal di atas tidak akan bisa diraih seseorang tanpa kesabaran. Orang yang tidak bisa sabar cenderung mengambil jalan pintas ketika doanya belum juga terkabul.

Orang yang bersabar akan mengerti mengapa doanya tak juga dikabulkan. Dia pun menyerahkan sepenuhnya Allah SWT.

Sosok semacam ini berarti telah mampu memahami makna ayat 216 Surat Al Baqarah.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Penjelasan di atas mengajak kita untuk selalu bersemangat dalam memanjatkan doa. Berdoa adalah ibadah, menyerahkan terkabulnya doa kepada Allah adalah hal utama.

Sumber: Bincang Syariah

4 dari 6 halaman

Sholat Dengan Mukena Semi Transparan, Bolehkah?

Dream - Para Muslimah di kawasan Indonesia maupun Asia Tenggara tentu sudah tidak asing dengan mukena. Pakaian ini selalu digunakan Muslimah setiap kali melaksanakan sholat.

Bentuk dasar mukena adalah baju kurung terusan yang menutup rambut hingga ujung kaki kecuali wajah dan telapak tangan.

Seiring perkembangan zaman, muncul beragam model mukena. Ada yang terusan, potongan atas bawah, polos maupun bermotif.

Ada pula mukena yang menggunakan bahan kain tipis hingga semi transparan. Sehingga, bagian yang tertutupi mukena menjadi terlihat meski samar-samar.

Apakah boleh mengenakan mukena demikian untuk sholat?

5 dari 6 halaman

Syarat Sah Sholat: Menutup Aurat

Dikutip dari Bincang Muslimah, penggunaan kain semi transparan untuk mukena, biasanya jenis parasut, tentu ada alasannya. Salah satunya, bobot mukena jadi ringan sehingga bisa dibawa bepergian.

Tetapi, ada yang patut kita perhatikan mengenai syarat sahnya sholat. Dalam kitab Fathul Qarib disebutkan syarat sah sholat di antaranya menutup aurat kecuali wajah dan telapak tangan bagi wanita.

 

6 dari 6 halaman

Kriteria Tertutupnya Aurat Saat Sholat Pada Muslimah

Habib Abdur Rahman bin Muhammad bin Husein dalam kitabnya Bughyatul Mustarsyidin memberikan penjelasan demikian.

" Syarat dasar menutup aurat adalah tidak terlihatnya warna kulit asli seseorang apabila dalam majelis pembicaraan (pada saat berinteraksi dengan orang lain). Begitu juga jika nerawang tersebut disebabkan adanya bantuan cahaya (matahari atau lampu), maka itu sudah cukup dikategorikan sebagai menutup aurat sebagaimana pendapat Ibnu ‘Ajil."

Habib Abdurrahman menukil pendapat Abu Makhramah yang menyatakan pendapat yang paling mu'tamad (kuat) dalam konsep dasar menutup aurat adalah tertutupnya warna kulit asli baik dalam majelis pembicaraan ataupun di luar majelis (seperti majelis sholat).

Dari penjelasan di atas, mukena dengan bahan semi transparan bisa digunakan untuk sholat. Syaratnya selama warna kulit asli orang yang memakainya tidak terlihat.

Sumber: Bincang Muslimah.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie