Tak Batalkan Puasa, Ini Batasan Mencicipi Rasa Masakan

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 9 Mei 2019 17:00
Tak Batalkan Puasa, Ini Batasan Mencicipi Rasa Masakan
Juru masak tentu harus mencoba rasa masakannya.

Dream - Ketika memasak di bulan Ramadan, beberapa juru masak atau para ibu rumah tangga mungkin akan mencoba mencicipi makanannya. Dia harus memastikan rasa masakannya sudah pas atau belum.

Masakan lezat bukan saja terbuat dari bahan-bahan berkualitas. Teknik pengolahan bahan bisa menjadikan masakan lezat dan mengundang selera.

Setelah diolah, tentu masakan harus dicicip dulu rasanya. Ketika dirasa pas, barulah makanan bisa disajikan.

Lantas bagaimana dengan tindakan juru masak yang mencicipi makanan itu padahal dia tengah berpuasa. Jika dia mencicip masakan, apakah puasanya menjadi batal?

Dikutip dari NU Online, juru masak yang berpuasa dibolehkan mencicip rasa makanan. Puasa yang dia jalankan tidak menjadi batal.

 

1 dari 1 halaman

Ini Penjelasannya

Syekh Abdullah bin Hijazi Asy Syarqawi dalam kitabnya Hasyiyatusy Syarqawi ‘ala Tuhfatith Thullab memberikan penjelasan mengenai hal ini.

" Di antara sejumlah makruh dalam berpuasa ialah mencicipi makanan karena dikhawatirkan akan mengantarkannya sampai ke tenggorokan. Dengan kata lain, khawatir dapat menjalankan makanan itu ke tengorokan lantaran begitu dominannya syahwat. Posisi makruhnya itu sebenarnya terletak pada ketiadaan alasan atau hajat tertentu dari orang yang mencecap makanan itu. Berbeda lagi bunyi hukum untuk tukang masak baik pria maupun wanita, dan orangtua yang berkepentingan mengobati buah hatinya yang masih kecil. Bagi mereka ini, mengecap masakan tidaklah makruh. Demikian Az Zayadi menerangkan."

Dengan demikian, mereka yang mencecap masakan dalam keadaan puasa diperbolehkan. Asalkan si pencecap tidak terlalu lama menyimpan cecapannya di mulut karena dikhawatirkan dapat masuk ke tenggorokan.

Sumber: NU Online

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair