Munculnya `LGBT` di Akhir Zaman Telah Diprediksi Rasul

Reporter : Puri Yuanita
Selasa, 16 Februari 2016 09:28
Munculnya `LGBT` di Akhir Zaman Telah Diprediksi Rasul
Maraknya LGBT ini ternyata sudah pernah diprediksi oleh Rasulullah SAW.

Dream - Maraknya fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) saat ini tengah menjadi sorotan masyarakat. Namun tahukah Anda? Maraknya LGBT ini ternyata sudah pernah diprediksi oleh Rasulullah SAW.

Rasul pernah memprediksi bahwa fenomena ini akan terjadi di masa depan. Syaikh Musthafa Muhammad Abu Al Mu'athi mengumpulkan puluhan peristiwa yang disabdakan oleh Rasulullah akan terjadi di masa depan.

Sekitar separuh dari peristiwa-peristiwa itu telah terjadi, dan menjadi bukti bahwa apa yang disabdakan Rasul pasti benar.

Misalnya, sabda Rasulullah tentang apa yang akan dialami oleh para sahabat. Bahwa Umar bin Khattab akan mendapatkan ilham. Bahwa Umar bin Khattab dan Utsman akan mati syahid sementara Abu Bakar akan masuk surga tanpa mati syahid.

Prediksi lainnya dari Rasulullah SAW yang tampaknya juga benar adalah fenomena merebaknya pengidap LGBT. Rasul telah bersabda mengenai hal ini pada 14 abad yang lalu dan kini benar-benar terjadi.

" Sesungguhnya perbuatan yang paling kutakuti akan menimpa umatku adalah perbuatan yang dilakukan oleh kaum Luth." (HR. Ibnu Majah)

Selengkapnya baca di sini.  

(Ism) 

1 dari 3 halaman

Kisah Azab Mengerikan Allah Kepada Umat Nabi Luth

Dream - Nabi Luth diutus Allah SWT untuk berdakwah pada kaumnya di negeri Sadum (Sodom) dan Gomorrah (Amora).

Saat berdakwah kepada kaumnya di kota Sodom, Nabi Luth mendapatkan banyak tentangan. Karena masyarakat di sana moral dan akhlaknya rusak.

Yang lebih parah lagi, mereka melakukan penyimpangan seksual dimana hampir seluruh kaum laki-lakinya hanya tertarik kepada sesamanya dan begitu juga kaum wanitanya. Kelakuan para masyarakat Sodom ini diabadikan di dalam Alquran surat Ash-Shu'ara ayat 165-166.

Namun, telinga-telinga mereka sudah menjadi tuli terhadap ajaran-ajaran Nabi Luth. Hati dan pikiran mereka sudah tersumbat rapat dengan ajaran-ajaran setan dan iblis.

Nabi Luth pun merasa bahwa berdakwah kepada mereka yang sudah runtuh akhlak dan moralnya adalah perbuatan sia-sia. Sampai akhirnya Nabi Luth meminta kepada Allah SWT untuk dijatuhkan azab kepada para kaumnya itu.

Permohonan Nabi Luth dan doanya diperkenankan dan dikabulkan oleh Allah. Dikirimkanlah kepadanya tiga orang malaikat yang menyamar sebagai manusia biasa. Dan azab itu tiba. Bertebaran mayat-mayat yang dilaknat oleh Allah di kota Sodom dan hancurlah kota tersebut. Ingin tahu penjelasannya lebih lanjut? Selengkapnya klik di sini. (Ism)

2 dari 3 halaman

Pompei: Kisah Tragis Kota Maksiat yang Diazab Tuhan

Dream - Italia tak hanya menarik karena sepakbola atau Menara Pisa. Negara yang satu ini ternyata menyimpan sejarah kelam sebuah kota bernama Pompei. Kota Pompei diyakini sebagai kota maksiat yang terkena azab berupa letusan Gunung Vesuvius hingga akhirnya lenyap terkubur selama 1.700 tahun. Reruntuhan kota ini akhirnya ditemukan di Kota Naples, Italia setelah para ahli arkeolog melakukan penggalian dan penelitian.

Sejarah kelam Kota Pompei banyak dihubung-hubungkan dengan kisah kehancuran yang dialami umat Nabi Luth AS di Kota Sodom. Dijelaskan dalam Quran, umat Nabi Luth AS terkena azab Allah SWT akibat perbuatan maksiat mereka yang melampaui batas. Mereka 'dijungkirbalikkan', dihujani batu belerang panas secara bertubi-tubi, dan mengalami berbagai azab mengerikan lainnya. Hingga akhirnya Kota Sodom musnah terkubur.

Peristiwa serupa terjadi kembali pada masyarakat Kota Pompei. Catatan sejarah menyebutkan, Kota Pompei merupakan simbol kemerosotan moral pada masa Kekaisaran Romawi. Di Kota ini marak terjadi perilaku seksual menyimpang seperti pada masa Nabi Luth AS.

Tak hanya itu, pelacuran juga ramai di Kota Pompei. Bahkan sudah tak terhitung lagi jumlah rumah-rumah bordil yang ada di sana. Tiruan alat kelamin dalam ukuran aslinya digantungkan di depan pintu-pintu rumah bordil.

Menurut tradisi yang berakar dari kepercayaan masyarakat Pompei, organ seksual dan persetubuhan tidak seharusnya disembunyikan, melainkan harus dipertontonkan secara terang-terangan.

Akhirnya, letusan Gunung Vesuvius menghancurkan Kota Pompei. Tak satupun warganya mampu melarikan diri. Aliran lahar panas membanjiri dan membumihanguskan semua bentuk kehidupan di sana.

Peristiwa itu membuat Kota Pompei terkubur oleh lahar dan debu selama ribuan tahun. Hingga pada suatu waktu para arkeolog menemukan reruntuhan kota itu 3 meter di bawah tanah.

Saat ditemukan, banyak kerangka mayat bergelimpangan di berbagai sudut. Mayat-mayat tersebut ditemukan sedang dalam posisi melakukan zina, baik dengan lawan jenis maupun sejenisnya.

3 dari 3 halaman

Heboh Sticker LGBT, Aa Gym Serukan Boikot LINE

Dream - Netizen saat ini tengah dihebohkan dengan munculnya sticker emoji LINE dari AMSTICKER dengan judul " Love is Love" yang menampilkan pasangan pria dengan pria.

Kemunculan sticker itu tak ayal memunculkan protes dari banyak netizen. Mereka menyayangkan kehadiran sticker yang seolah menganggap wajar fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT)  itu.

Menanggapi hal ini, Dai kondang Abdullah Gymnastiar (AA Gym) pun turut angkat bicara. Melalui akun Facebook-nya, AA Gym mem-posting ajakan pada netizen untuk memboikot LINE.

" Saya stop menggunakan LINE karena terang-terangan mempromosikan LGBT...,"  tulis AA Gym.

Unggahan status Facebook AA Gym ini lantas langsung dibanjiri komentar netizen. Sebagian besar netizen mengungkapkan pendapat senada dengannya.

" Bener banget Aa, jangan sampai bangsa ini di azab seperti umat nabi luth.. LGBT hanyalah kumpulan manusia miskin iman dan ilmu,"  tulis Hanan Aulia.

" Wah,,,, line mendukung ya? ya udah sy stop pake line juga dah... makasih aa',"  Muhammad Khairun Eyoenzaghi.

Klarifikasi

Sementara itu, menanggapi persoalan ini, pihak LINE Indonesia telah memberikan klarifikasinya melalui Official Facebook LINE Indonesia.

" LINE menyesalkan kejadian beberapa stiker yang dianggap sensitif oleh banyak orang telah menyebabkan timbul rasa kurang nyaman dari para pengguna dan pemerhati. Kami minta pengertiannya karena saat ini kami sedang bekerja menyelesaikan permasalahan ini terutama dalam proses menghapus stiker-stiker tersebut. Di LINE, kami berpegang pada acuan global untuk melakukan penyaringan/filter terhadap konten-konten yang sensitif dari perspektif budaya lokal. LINE menghargai seluruh masukan dari para pengguna dan pihak-pihak lain terkait produk dan fitur kami dan kami menyadari betapa sensitifnya hal ini dan akan berupaya keras agar hal seperti ini tidak terulang kembali . LINE tetap menantikan dukungan berkelanjutan dari semua pihak. Terima kasih."

(Ism)

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna