Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Sumber: Http://www.reportaseterkini.com/)
Bagi para perempuan yang telah terlanjur melakukan dosa zina, ada tata cara tertentu yang harus mereka lakukan untuk bertobat.
Dream - Dalam pandangan Islam, zina merupakan salah satu dosa besar. Bahkan bagi para pelakunya diperlukan cara khusus untuk bertobat dari perbuatan ini agar dosa mereka diampuni Allah SWT.
Bagi para perempuan yang telah terlanjur melakukan dosa zina, ada tata cara tertentu yang harus mereka lakukan untuk bertobat.
Hasan bin Ali menceritakan, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ma'mar menceritakan kepada kami dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Qilabah, dari Abu Al-Muhalib, dari Imran bin Hushain, Ia berkata bahwa seorang perempuan dari Suku Juhainah mengaku kepada Rasulullah SAW. Dirinya telah melakukan perbuatan zina.
Ia juga berkata, "sekarang aku sedang hamil". Lalu Rasulullah SAW memanggil walinya dan bersabda, "Bersikap baiklah terhadapnya dan apabila ia telah melahirkan kandungannya, maka beritahukan kepadaku".
Setelah perempuan tersebut melahirkan kandungannya dan walinya memberitahukan hal itu kepada Rasulullah SAW, beliau segera memerintahkan agar perempuan itu diikat dengan kainnya. Lalu, beliau memerintahkan agar ia dirajam.
Kemudian, Rasul menyalatkan jenazahnya. Saat itu, Umar bin Khattab bertanya, "Wahai Rasulullah, engkau merajamnya lalu menyalatkannya?"
Beliau bersabda, "Ia telah bertaubat dengan taubat yang benar, yang jikalau taubatnya tersebut dibagi-bagikan kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah, niscaya akan mencukupi. Apakah kamu mengetahui ada orang yang lebih baik dari perempuan ini yang merelakan dirinya untuk Allah?" (HR Muslim dan Ibnu Majah)
Selengkapnya baca di sini.