Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Amud, Pengusaha Keripik Singkong Asal Bandung (dok. Humas APU)
Dream - Memiliki utang dengan rentenir merupakan beban yang cukup berat bagi sebagian besar orang. Ini lantaran utang semakin bertambah besar karena bunga yang meninggi setiap hari.
Selain, ancaman kekerasan kerap keluar dari pemberi utang. Juga ancaman penyitaan yang tidak mengenal belas kasihan.
Beban ini juga dialami oleh pasangan Amud dan Uyun. Setiap hari, mereka mengolah 5-10 kilogram singkong menjadi keripik di rumah mereka yang terletak di Kampung Paninggaran RT 03/08, Desa Mekarjaya, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Mereka terpaksa berhubungan dengan rentenir lantaran kebutuhan dana modal usaha. Tetapi, pinjaman itu malah membuat hidup mereka tidak tenang.
"TV dibawa, utang sama bunganya mah malah nambah," ujar Amud.
Pengalaman itu membuat pasangan yang dikaruniai empat orang anak merasa jera. Mereka merasa kehidupan yang dijalani tidak berkah.
Akhirnya, mereka memutuskan bergabung dengan KSM Jaya Amanah yang dibina Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar Peduli Ummat (APU). Melalui koperasi itu, Amud dan Uyun meminjam modal untuk melanjutkan usahanya.
Mereka tidak dibebani bunga dan hanya diwajibkan membayar pokok pinjaman saja. Sementara besarnya cicilan ditentukan berdasarkan kesepakatan antara peminjam dengan pengelola koperasi.
Selain itu, apabila Amud menghadapi kendala tidak bisa membayar, dia tidak perlu merasa khawatir. Pihak pengelola memberikan waktu bagi Amud untuk dapat membayar cicilan dan tentu tanpa ada bunga.
Selama menjadi anggota koperasi tersebut, Amud diwajibkan untuk mengikuti pengajian setiap pekan. Dia juga diharuskan menyisihkan sedikit rezekinya untuk dana sosial untuk membantu anggota lain yang tertimpa musibah.
"Hidup kami kian berkah, usaha makin lancar. Terima kasih banyak Al Azhar Peduli Ummat yang telah membantu pedagang kecil seperti kami," kata dia.
Usaha Amud dan Uyun semakin berkembang dan produk olahan mereka begitu diminati pelanggan. Bahkan kini mereka kerap menerima pesanan keripik singkong sebagai oleh-oleh.
(Ism, Sumber: Humas APU)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan