Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber Foto: Shutterstock
Dream - Ini kisah hikmah. Sebuah pelajaran hidup yang disampaikan oleh Kiai Haji Munif Zuhri, Pengasuh Pesantren Girikusumo, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
Suatu hari, Kiai Munif kedatangan tamu, seorang lelaki tua dari Desa Kebonbatur. Saat bertamu, orang tua itu mengadu, " Mbah, saya habis kehilangan uang."
Dia berharap Kiai Munif bisa memberikan doa, amalan atau sejenisnya, agar uang yang hilang bisa segera kembali ditemukan.
Kiai Munif kemudian balik bertanya, " Lha terus maksudmu gimana?"
" Ya nganu, Mbah Kiai. Bagaimana caranya supaya uangku yang hilang tadi bisa kembali lagi."
" Wah, kamu ini. Punya uang enggak datang. Giliran hilang, mengeluh kemari," canda Kiai Munif.
" Hilangnya di mana?" Tanya cucu Kiai Haji Abdul Hadi yang juga mursyid tarekat Khalidiyah Naqsyabandiyah tersebut.
" Hilangnya di kayu-kayunan, Mbah," jawab sang tamu.
" Ah, paling kamu lupa, atau mungkin diambil cucumu."
Kiai Munif mencoba mengajak berpikir, supaya tidak cepat-cepat merasa kemalingan, disatroni orang lain, atau sejenisnya.
" Enggak tahu, Mbah. Pokoknya saya ingin uang itu kembali. Bagaimana caranya njenengan (Anda)," kata atamu itu.
" Berapa jumlahnya?" tanya Kiai Munif.
" Rp80 ribu, Mbah," jawab dia.
" Sudah, aku ganti saja gimana? Mau enggak kamu?" tawar Kiai Munif.
Tamu itu berkenan. Dia kemudian diberi uang sejumlah Rp100 ribu. Artinya Rp20 ribu lebih banyak dari uangnya yang hilang.
Setelah uang diterima, sesaat sebelum ia melewati pintu keluar, terdengar kalimat meluncur dari mulut tamu tua ini.
" Hmmmm.. Andai uangku tadi tak hilang, sekarang aku sudah punya Rp180 ribu," khayal Pak Tua.
Lantas, apa yang terjadi selanjutnya? Baca selengkapnya di tautan berikut ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya