Kuburan Masih Merah Tapi Sudah Ribut Rebutan Warisan

Reporter : Sugiono
Sabtu, 5 September 2020 11:02
Kuburan Masih Merah Tapi Sudah Ribut Rebutan Warisan
Seringkali terdengar, hubungan saudara menjadi renggang, menantu dan mertua berkelahi hanya karena rebutan harta warisan.

Dream - Bila orangtua meninggal, entah itu ibu atau ayah, masalah harta akan menjadi salah satu perkara yang diperdebatkan oleh para ahli warisnya.

Seringkali terdengar, hubungan saudara menjadi renggang, menantu dan mertua berkelahi hanya karena rebutan harta warisan.

Dalam kasus yang lebih buruk lagi, ada yang sampai ke tahap mengancam menggunakan senjata, katanya demi menegakkan hak masing-masing.

Terpanggil untuk mengomentari masalah tersebut, seorang pengacara Malaysia, Nor Zabetha Muhamad Nor, membagikan masalah waris melalui sebuah postingan di Facebook.

1 dari 5 halaman

Kuburan Masih Merah, Saudara Sudah Rebutan Warisan

" Firma kami sering menjadi tempat berkonsultasi masalah yang berkaitan dengan warisan. Masalah ini sangat sensitif. Kuburannya masih merah, saudara kandungnya sudah rebutan warisan," tulis Zabetha.

" Pertanyaan yang selalu saya ajukan kepada yang rebutan itu biasanya 'Saudara, waktu hidup apakah Anda ramah dan berbuat baik kepada Almarhum? Sudah melawat dan mendoakan selama Almarhum sakit atau saat meninggal? Jika Almarhum meminta bantuan pada saat sulit, apakah ada bantuan?. Itu saja, saya ingin tahu'," tambah Zabetha.

Menurut Zabetha, yang lebih banyak terjadi adalah mereka yang jarang atau bahkan tidak pernah hadir di kehidupan Almarhum tiba-tiba muncul menjadi orang pertama yang menuntut hak waris.

" Mereka adalah ketika Almarhum masih hidup, tidak langsung memberikan bantuan apabila diminta namun jadi orang pertama yang menuntut bagiannya," kata Zabetha.

2 dari 5 halaman

Miris

Zabetha kadang juga merasa miris ketika ada anggota keluarga yang tak tahu apa-apa tentang kehidupan Almarhum ikut menuntut haknya.

Padahal masih ada istri atau suami atau anak Almarhum yang lebih tahu luar dalamnya dan berhak menerimanya.

" Biasanya orang-orang yang model begini akan berdiri di balik tameng hukum waris atau ilmu faraid. Mereka akan bilang 'Ini faraid, kita ikut hukum Islam. Ini hak kami'," kata Zabetha.

3 dari 5 halaman

Tiba-tiba Pintar dalam Hukum Waris

Kalau masalah begitu, mereka tiba-tiba tahu hak. Mereka mendadak taat dan mengaku hanya menjalankan perintah Allah SWT. Tidak hanya itu, kata Zabetha, mereka juga tiba-tiba jadi pintar memilih.

" Mereka pintar memilih untuk taat tentang isu pembagian waris, tetapi memilih tidak taat pada bagian menyelesaikan hutang Almarhum, zakat Almarhum atau menjalankan tanggungjawab terhadap anak-anak atau pasangan Almarhum," kata Zabetha.

Begitu dapat bagian warisan, golongan orang-orang ini akan menghilang bagai ditelan Bumi. Pura-pura lupa menanyakan hak janda atau hak duda dari pasangan yang meninggal dunia.

4 dari 5 halaman

Hukum Waris Bentuk Ujian Terhadap Harta Benda

" Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa hukum faraid atau hukum waris ini merupakan salah satu bentuk ujian dari Allah SWT bagi mereka yang hidup.

" Allah ingin melihat sejauh mana manusia yang beriman dapat bertahan dalam ujian harta benda. Kita sebagai Muslim tahu tentang hukum faraid. Benar sebagai Muslim, kita harus mengikuti.

" Tetapi alangkah mulianya bila setelah ditinggal mati, harta waris itu dipergunakan untuk membayar hutang Almarhum. Setelah itu dibagikan ke istri atau suami atau anaknya, baru ke keluarga yang berhak menerimanya," kata Zabetha.

5 dari 5 halaman

Uang yang Bukan Haknya

Namun ada juga tipe orang yang sangat serakah dengan harta warisan. Uang yang bukan haknya tetap diambil selama ada peluang untuk mendapatkannya.

Menurut Zabetha, kasus seperti itu kerap terjadi ketika melibatkan anggota keluarga yang dititipkan sebagai wali harta benda anak almarhum yang belum mencapai usia baligh.

" Ingat, hidup ini hanya sementara. Harta dan dunia juga bersifat sementara," pungkas Zabetha.

Sumber: mStar.com.my

Beri Komentar