Tata Cara Mandi Besar Setelah Haid, Jimak, dan Nifas, yang Benar Sesuai Islam

Reporter : Sugiono
Selasa, 10 September 2019 17:00
Tata Cara Mandi Besar Setelah Haid, Jimak, dan Nifas, yang Benar Sesuai Islam
Tata cara mandi besar setelah haid, jimak (berhubungan badan) dan nifas (usai melahirkan) yang benar sesuai ajaran Islam memiliki sedikit perbedaan satu sama lain.

Dream - Umat Islam diajarkan untuk selalu dalam keadaan bersih. Terutama jika akan melakukan aktivitas yang sifatnya ibadah.

Salah satu cara membersihkan sekaligus menyucikan diri agar bisa beribadah adalah dengan melakukan mandi besar.

Mandi besar yang juga disebut mandi wajib ini hukumnya wajib bagi Muslim dalam kondisi tertentu.

Sesuai istilahnya, tata cara mandi besar ini tidak sama dengan mandi biasa yang dilakukan setiap pagi atau sore hari.

Dalam tata cara mandi besar yang benar, setiap Muslim harus menjalankannya sesuai dengan ajaran Islam.

Tata cara mandi besar harus dilakukan dengan benar sesuai ajaran Islam setelah seorang Muslim mengalami haid, jimak (berhubungan badan), dan nifas.

Nifas adalah darah yang keluar dari rahim saat melahirkan atau setelah melahirkan. Darah nifas keluar selama 40 hari setelah melahirkan.

Selama masa nifas, seorang wanita Muslim dilarang untuk sholat, menyentuh Alquran, puasa, thawaf (mengelilingi Kabah), dan berjimak dengan suaminya.

Tujuan utama dari tata cara mandi besar ini adalah untuk membersihkan dan menyucikan kembali tubuh dari hadas besar sesuai sunnah.

Karena itu, seorang Muslim harus tahu tata cara mandi besar yang benar sesuai ajaran Islam agar bisa beribadah dengan tenang.

 8 Tata Cara Mandi Wajib, Jangan Disepelekan!

Tata cara mandi besar yang benar tersebut sudah ada aturan atau kaidahnya sendiri sesuai tuntunan sunnah. Jadi cara melakukan mandi besar ini tidak boleh sembarangan.

Hukum Mandi Besar

Perintah untuk melakukan mandi besar ini dasar hukumnya adalah Alquran. Allah SWT berfirman, " Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al Maidah: 6)

Selain itu, dalam surat lainnya Allah SWT juga menyuruh umat Muslim untuk mandi besar jika dalam keadaan junub.

" Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu sholat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi." (QS. An-Nisa': 43)

Beberapa perkara yang menyebabkan seorang Muslim wajib menjalankan tata cara mandi besar di antaranya adalah haid dan nifas bagi wanita, berhubungan bagi pasangan suami istri, dan keluar air mani bagi pria (baik sengaja atau tidak sengaja seperti akibat mimpi basah).

Mengetahui tata cara mandi besar ini sangat penting untuk dipelajari oleh seorang Muslim. Sebab, ancaman bagi mereka yang menganggap enteng tata cara mandi besar ini adalah neraka.

Diriwayatkan dalam hadis oleh HR. Abu Dawud, yang artinya, " Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, 'Barangsiapa yang meninggalkan bagian tubuh yang harus dialiri air dalam mandi janabat walaupun satu rambut tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadanya demikian dan demikian dari api neraka'."

Tata Cara Mandi Besar Setelah Haid, Jimak dan Nifas Yang Benar Menurut Ajaran Islam

Tata cara mandi besar setelah haid, jimak dan nifas sesuai sunnah memiliki sedikit perbedaan. Selain bacaan niatnya, yang berbeda dari tata cara mandi besar setelah haid dan nifas dengan mandi junub karena jimak adalah kewajiban melepaskan gelungan rambut.

Dirangkum dari berbagai sumber, Dream akan menjelaskan tata cara mandi besar setelah haid, jimak, dan nifas yang benar sesuai ajaran Islam.

1 dari 3 halaman

Tata Cara Mandi Besar Setelah Haid Yang Benar

 Hijabers! Ini 5 Cara Mudah Mengatasi Nyeri Haid Menyakitkan

Pada masanya, seorang wanita akan tumbuh jadi dewasa dan mengalami pendarahan setiap bulannya. Inilah yang dinamakan haid atau menstruasi.

Bagi kaum wanita, haid merupakan hadas besar. Karena itu kaum wanita sebaiknya mengetahui tata cara mandi besar setelah mengalami haid.

Berikut tata cara mandi besar setelah haid sesuai ajaran Islam:

  1. Membaca niat tata cara mandi besar setelah haid.

    Doa niat inilah yang membedakan mandi besar setelah haid dan mandi biasa. Sahabat Dream bisa membaca doa niat mandi besar ini dalam hati atau bersuara. Berikut adalah bacaan niat tata cara mandi besar setelah haid:

    " BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR MINAL HAIDI FARDLON LILLAHI TA'ALA."

    Artinya: " Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haidl, fardlu karena Allah Ta'ala."

  2. Mencuci tangan tiga kali.

    Agar sesuai sunnah Rasulullah, Sahabat Dream bisa mencuci tangan sebanyak tiga kali. Ini bertujuan agar tangan bersih dan terhindar dari najis.

  3. Membersihkan bagian tubuh yang tersembunyi menggunakan tangan kiri.

    Bagian tubuh yang tersembunyi tersebut biasanya sangat kotor karena jarang dibersihkan. Bagian-bagian tubuh yang tersembunyi itu adalah kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar dan lain–lain.

  4. Mencuci ulang tangan tiga kali.

    Setelah membersihkan bagian yang tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang sebanyak tiga kali. Caranya, mengusapkan tangan pada tanah atau tembok kemudian disabun dan dibilas air bersih.

  5. Berwudhu.

    Langkah selanjutnya adalah berwudhu seperti melakukan tata cara wudhu saat akan menjalankan sholat.

  6. Melepas ikatan kepala atau gelungan dan menggosok rambut seperti orang keramas.

    Untuk tata cara mandi besar setelah haid sesuai sunnah harus melepaskan ikat kepala atau gelungan. Setelah itu menggosok-gosoknya seperti orang sedang keramas dengan daun bidara. Hal ini sesuai dengan hadis Aisyah radhiallahu 'anha, yang bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang mandi wanita haid. Beliau menjelaskan:

    " Kalian hendaklah mengambil air dan daun bidara, lalu wudhu dengan sempurna. Kemudian menyiramkan air pada kepalanya, lalu menggosok-gosoknya agak keras hingga mencapai akar rambut kepalanya. Kemudian menyiramkan air pada kepalanya. Kemudian engkau mengambil kapas bermisik, lalu bersuci dengannya." (HR. Bukhari no. 314 & Muslim no. 332)

    " ...lalu menggosok-gosoknya agak keras hingga mencapai akar rambut kepalanya.."

    Kalimat ini menunjukkan tidak cukup dengan hanya mengalirkan air seperti dalam tata cara mandi besar setelah jimak. Namun harus digosok sedikit keras, seperti orang keramas memakai sampo.

  7. Menyiram kepala tiga kali

    Setelah itu, mengguyur kepala tiga kali hingga seluruh permukaan pada kulit dan rambut basah oleh air.

  8. Membasahi tubuh secara merata.

    Mengguyur tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai dari bagian kanan terlebih dahulu kemudian bagian kiri.

2 dari 3 halaman

Tata Cara Mandi Besar Setelah Nifas Sesuai Ajaran Islam

Nifas atau proses keluarnya darah dari organ intim setelah melahirkan ini merupakan hadas besar bagi seorang wanita.

 Darah Nifas Berhenti Sebelum 40 Hari, Sudah Boleh Salat?

Karena itu wanita Muslim wajib tahu tata cara mandi besar setelah nifas yang benar sesuai ajaran Islam.

Untuk tata cara mandi besar setelah nifas sama dengan saat melakukan mandi wajib setelah haid. Namun bacaan niat tata cara mandi besar setelah nifas berbeda dari mandi wajib setelah haid.

Berikut adalah bacaan niat tata cara mandi besar setelah nifas bagi wanita:

" BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLON LILLAHI TA'ALA."

Artinya: " Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta'ala."

3 dari 3 halaman

Tata Cara Mandi Besar Setelah Jimak (Berhubungan Badan)

 Ini Hukum Keluar Mani Siang Hari Ramadan, Sisa Jimak Semalam

Mandi besar setelah jimak atau mandi junub hukumnya wajib bagi pasangan suami istri dan pria yang mengeluarkan air mani.

Pada intinya, tata cara mandi besar setelah jimak hampir sama dengan cara mandi besar setelah haid.

Yang berbeda adalah niatnya. Berikut adalah bacaan niat mandi besar setelah jimak yang sebaiknya dihafalkan:

" BISMILLAHIRAHMANIRAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA'ALA."

Artinya: " Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta'ala."

Selain itu, di dalam tata cara mandi besar setelah jimak, wanita tidak perlu membuka ikatan kepala atau gelungannya.

Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW dari Ummu Salamah yang bertanya: " Wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang gelungan rambutnya besar. Apakah aku harus membuka gelungan rambutku ketika mandi junub?" Beliau menjawab: " Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu menyela-nyelai kepalamu dengan air tiga kali, kemudian guyurlah kepala dan badanmu dengan air, sehingga kamu telah suci." (HR. Muslim no. 330)

Selain itu, tata cara mandi besar setelah berhubungan badan juga ditunjukkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis berikut ini:

" Dari Aisyah yang mengatakan, 'Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk sholat, lalu memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menggosokkannya ke kulit kepala. Setelah itu beliau menyiramkan air ke atas kepalanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya'." (HR. Al Bukhari)

Hadis lainnya juga menjelaskan cara mandi besar setelah jimak sesuai sunnah Rasulullah SAW:

" Dari Aisyah dia berkata, 'apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan. Beliau menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan dan berwudhu seperti wudhu untuk sholat. Kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata. Setelah selesai, beliau membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki'." (HR. Muslim)

Demikian tadi tata cara mandi besar yang benar sesuai ajaran Islam yang sebaiknya dipelajari agar tubuh jadi bersih dan suci kembali. Sehingga kita bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman.

Dirangkum dari berbagai sumber

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo