Bisnis Syariah, 'Raising Star' yang Terabaikan di Indonesia

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 18 November 2014 17:32
Bisnis Syariah, 'Raising Star' yang Terabaikan di Indonesia
Pelaku keuangan syariah perlu mendapat sokongan penuh dari pemerintah Indonesia guna menumbuhkan sistem perbankan syariah ini di tanah air.

Dream - Perbankan syariah kini menjadi raising star di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Kemampuan sistem syariah yang tahan krisis bisa menjadi andalan setiap negara dalam sistem perbankannya.

Menurut pengamat ekonomi Aviliani, konsep syariah mampu menekan kesenjangan antara masyarakat golongan menengah atas dengan golongan bawah. Hal ini berbeda ketika sebuah negara hanya menggantungkan perekonomiannya di pasar uang.

" Pasar uang itu tumbuh 3000 kali lipat, sementara pasar barang dan jasa tumbuh tidak terlalu cepat. Akibatnya bisa bubble, terjadi krisis, nanti orang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin, seharusnya kedua hal itu tumbuh beriringan," ujarnya di Jakarta, Selasa, 18 November 2014.

Aviliani menjelaskan, dari 7 miliar orang populasi di dunia, hanya 6 ribu yang menguasai uang. Kondisi ini dikhawatirkan rentan terhadap munculnya krisis akibat bubble dalam 7-10 tahun ke depan.

" Kalau syariah kan begitu ada laba maka langsung digunakan untuk investasi, ini yang membuat sistem syariah tahan krisis," jelasnya.

Namun, diakui Aviliani, sistem keuangan syariah ini tidak bisa tumbuh dengan sendirinya. Pelaku keuangan syariah perlu mendapat sokongan penuh dari pemerintah Indonesia guna menumbuhkan sistem perbankan syariah ini di tanah air. Sayangnya, hal tersebut belum terealisasi.

" Aturan mengenai bank syariah belum proper. Di Malaysia, sistem perbankan syariah ini kan benar-benar tumbuh karena dukungan pemerintahnya secara penuh," ungkapnya.

Di antara berbagai sektor bisnis syariah, pemerintah dituding belum mengatur sektor pembiayaan yang bisa digarap bank syariah.

" Sekarang yang baru diatur mengenai sumber pendanaan bank syariah, salah satunya dari dana haji. Namun, belum dari sektor pembiayaannya. Misal, dari pembiayaan infrastruktur. Jika itu ditentukan baru perbankan syariah bisa berkembang," pungkasnya.

Beri Komentar