Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (http://www.humptybumptykids.com/)
Dream - Menghadapi anak yang sakit batuk dan pilek kerap membuat sebagian orang tua panik. Ibu seringkali asal memberikan obat yang direkomendasikan tetangga atau keluarga --tanpa latar belakang pendidikan kedokteran-- tak terkecuali obat antibiotik.
Padahal konsumsi antibiotik tanpa rekomendasi dari ahlinya bisa membahayakan sang buuah hati. Menteri Kesehatan Dr Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH seperti dikutip Dream dari laman depkes.go.id, Kamis, 16 Oktober 2014 mengakui masih banyak dokter, spesialis, bahkan masyarakat yang menggunakan antibiotik padahal tidak dibutuhkan.
Pemberian antibiotik yang tidak rasional, ujar Menteri, misalnya ketika dokter meresepkan pasien sakit flu, batuk, pilek biasa yang disebabakan oleh virus. " Seharusnya pada kasus ini tidak perlu diberikan antibiotika," katanya.
Sementara itu, Anggota Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba, Purnamawati, menambahkan pemberian antibiotik untuk penyakit ringan seperti itu adalah tindakan kurang tepat.
Anak-anak di bawah usia lima tahun (balita) memang umumnya terpapar 8-12 kali penyakit batuk, muntah, diare, maupun pilek dalam setahun. " Penyakit ringan seperti itu kan sifatnya self limiting. Penyakit yang sembuh sendiri," ujarnya.
Maraknya pemberian antibiotik yang berlebihan tak hanya terjadi di Indonesia. Berbagai penelitian di luar negeri juga mengungkapkan anak balita paling terpapar penggunaan antibiotik.
Ia pun menyarankan, jika memang balita mengalami gangguan seperti itu dan tidak sembuh-sembuh lebih baik dibawa ke dokter.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya