Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi
Dream - Pesawat AirAsia dengan flight number QZ8501 hilang di tengah penerbangan Surabaya-Singapura. Pesawat berjenis Airbus A320-200 mengusung teknologi canggih.
Dikutip dari Airfleets.net, 29 Desember 2014, pesawat Airbus tipe 320-216 memiliki MSN (Manufacturer Serial Number) 3648, terdaftar sebagai PK-AXC. Pesawat ini pertama kali terbang pada 25 September 2008.
Pesawat yang kini hilang itu pertama kali tiba di Indonesia pada 16 Oktober 2008 dari pusat manufaktur Airbus di Toulouse, Perancis.
Pesawat yang digerakkan oleh mesin CFM 56-5B itu telah melakukan penerbangan sebanyak 23.000 jam dalam 13.600 penerbangan.
Setelah 6,3 tahun beroperasi, ini kali pertama pesawat Airbus jenis A320 itu mengalami insiden.
Pesawat itu dipesan untuk melayani penerbangan maskapai Indonesia AirAsia untuk wilayah domestik dan internasional. Pesawat Aibus itu dijuluki Wagon Air sebagai nama udaranya.
Harga pesawat Airbus A320 per Januari 2014 lalu sekitar US$ 93,9 juta atau Rp 939 miliar. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimal 903 km/jam. Berat kosong pesawat sekitar 42,220 kg dengan dimensi panjang 37,57m, lebar 34,09m, dan tinggi 11,76m. Kapasitas maksimal pesawat 180 penumpang. (Ism)