Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ganjar Pranowo (Merdeka)
Dream - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku malu praktik prostitusi di Gunung Kemukus, Sragen, disorot dunia. Apalagi, praktik itu dibungkus dengan ritual yang dianggap menyimpang dari ajaran agama.
"Sampai luar negeri tahu, malulah," kata Ganjar usai menghadiri acara pengarahan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin 24 November 2014.
Namun, Ganjar mengaku tak berwenang menutup praktik prostitusi berkedok ritual di Gunung Kemukus, Sragen. Menurut dia, kewenangan untuk menindak praktik terlarang yang menjadi sorotan dunia itu berada di tangan Bupati Sragen.
"Ketika orang menanyakan ke saya, memang komparasinya tidak apple to apple. Kalau itu kewenangan provinsi dan dikasih kewenangan seperti Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama – Gubernur DKI Jakarta), sudah saya beresin dari kemarin. Tapi ini kan seperti Dolly ya, Dolly kan yang nutup bukan gubernur tapi koordinasi," tambah dia.
Ganjar mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Sragen. Dia juga sudah meminta praktik prostitusi di Gunung Kemukus itu segera ditutup. "Karena itu prostitusi dan cukup berbahaya. Bahaya itu ya kita bicara dari sisi kesehatan, moralitas, macem-macem lah," tutur politisi PDI Perjuangan ini.
Menurut dia, perlu pelurusan pandangan di masyarakat. Lokasi itu harus dikembalikan sebagai tempat ziarah, bukan dengan menggelar ritual yang terlarang. "Kalau ziarahnya silakan, menurut saya mesti ada sekarang mengalihkan dalam rel ziarah, bukan dengan ajaran sesat prostitusinya," ucap Ganjar.

Sebelumnya, nama Gunung Kemukus menjadi sorotan berbagai media internasional. Gunung dengan ketingian sekitar 300 meter di atas permukaan laut itu bahkan disebut sebagai `sex mountain` alias gunung seks. Julukan itu diberikan karena ritual berhubungan badan tanpa ikatan perkawinan untuk mencari pesugihan.
Berdasarkan penelusuran wartawan SBS, Patrick Abboud, para pendatang di Gunung Kemukus bahkan ada yang murni bertujuan untuk mencari pasangan. (Ism, Sumber: Merdeka)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui
