Apa Itu Mikroplastik? Pencemar Mungil yang Sangat Merusak
Mikroplastik/ Foto: Unsplash
Reporter : Mutia Nugraheni
Banyak yang khawatir dengan paparan mikroplastik, lalu apa itu mikroplastik? Mari kita simak penjelasannya.
Jakarta - Bahaya mikroplastik terus menjadi perhatian setelah pada 2025 lalu sejumlah negara mengumumkan pada para warganya tentang paparan mikroplastik yang begitu masif. Termasuk juga di Indonesia yang pada Oktober 2025 dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Saat itu BRIN memperingatkan masyarakat khususnya Jakarta, kandungan mikroplastik yang sangat tinggi pada hujan yang turun di wilayah Ibu kota. Lalu apa yang dimaksud mikroplastik? Mikroplastik adalah potongan-potongan plastik kecil yang panjangnya kurang dari lima milimeter dan dapat membahayakan laut serta kehidupan akuatik.
Faktanya, dikutip dari oceanservice.noaa.gov, plastik merupakan jenis sampah laut yang paling banyak ditemukan di laut. Sampah plastik dapat memiliki berbagai bentuk dan ukuran, tetapi plastik yang panjangnya kurang dari lima milimeter memiliki istilah yang populer dengan sebutan “mikroplastik”. Sumbernya sendiri seperti kita tahu adalah sampah plastik yang digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Mikroplastik berasal dari berbagai sumber, termasuk sampah plastik berukuran besar yang terurai menjadi potongan-potongan yang semakin kecil. Mikroplastik juga muncul karena pecahan produk dan pelet resin yang digunakan dalam pembuatan plastik.
Microbeads
Selain itu, terdapat microbeads, yaitu salah satu jenis mikroplastik berupa partikel plastik polietilena buatan yang sangat kecil. Partikel ini ditambahkan sebagai bahan pengelupas pada produk kesehatan dan kecantikan, seperti beberapa pembersih wajah dan pasta gigi.
Partikel-partikel kecil atau mikroplastik dan microbeads tersebut dapat dengan mudah melewati sistem penyaringan air dan akhirnya masuk ke laut, sehingga berpotensi membahayakan kehidupan akuatik.
Microbeads bukanlah masalah baru. Menurut United Nations Environment Programme, microbeads plastik pertama kali muncul dalam produk perawatan pribadi sekitar lima puluh tahun yang lalu, ketika bahan plastik semakin banyak menggantikan bahan-bahan alami. Hingga tahun 2012, masalah ini masih relatif belum banyak diketahui. Saat itu, banyak produk yang mengandung microbeads plastik masih beredar di pasaran, sementara kesadaran konsumen mengenai masalah ini masih rendah.
Efek Mikroplastik pada Hewan dan Manusia
Mikroplastik dapat masuk ke tubuh hewan melalui makanan dan air yang terpapar. Jika tertelan, mikroplastik dapat mengganggu sistem pencernaan, menyebabkan iritasi, peradangan, kerusakan organ, serta mengurangi nafsu makan dan penyerapan nutrisi. Pada hewan air, mikroplastik juga dapat merusak insang dan mengganggu pertumbuhan serta kesehatan tubuh.
Selain itu, mikroplastik dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh, perilaku, dan kemampuan hewan untuk berkembang biak. Partikel ini juga dapat membawa bahan kimia berbahaya yang berpindah melalui rantai makanan. Namun, dampaknya bergantung pada jenis hewan, jumlah mikroplastik yang masuk ke tubuh, ukuran partikel, dan lamanya paparan.
Seperti juga pada hewan, dikutip dari WHO.int, mikroplastik dapat masuk ke tubuh manusia melalui makanan, air, dan udara yang tercemar. Beberapa studi menunjukkan paparan jangka panjang mikroplatik dalam jumlah besar dapat berpotensi memicu peradangan jaringan tubuh. Bahan kimia seperti bisphenol A (BPA) dan phthalates, dikutip dari Kemenkes.go.id, yang menempel di mikroplastik juga dapat mengganggu sistem hormon, reproduksi, dan perkembangan janin.