SARGA.co Raih The Sraya Recognition untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan di Pacuan Kuda

Reporter : Kojiro Hyu
Senin, 14 September 2026 14:51
SARGA.co Raih The Sraya Recognition untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan di Pacuan Kuda
SARGA.co tidak hanya bertujuan menyelenggarakan rangkaian acara pacuan kuda, tetapi juga memperkenalkan olahraga tersebut kepada publik dengan pendekatan yang lebih modern.

DREAM.CO.ID - Dunia pacuan kuda mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Namun, di balik lintasan dan kompetisi para joki, olahraga ini ternyata memiliki ruang yang cukup besar bagi keterlibatan perempuan.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian SARGA.co, promotor pacuan kuda profesional yang berupaya membawa olahraga tersebut lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong transformasi ekosistemnya.

Atas upaya tersebut, SARGA.co atau PT Kuda Pacu Indonesia menerima The Sraya Recognition dalam kategori Social Impact sebagai bagian dari rangkaian Apresiasi Perempuan Berpengaruh (APB) 2026.

Head of Corporate Communication SARGA.co, Esther D Ginting, mengatakan kehadiran SARGA.co tidak hanya bertujuan menyelenggarakan rangkaian acara pacuan kuda, tetapi juga memperkenalkan olahraga tersebut kepada publik dengan pendekatan yang lebih modern.

" Sarga.co itu adalah promotor pacuan kuda, profesional pertama dan satu-satunya di Indonesia. Jadi melalui Sarga.co kami mencoba memodernisasi paksuan kuda sehingga bisa menjadi, bisa memberikan pengalaman baru kepada publik dalam menikmati paksuan kuda di Indonesia."

Menurut Esther, selama ini pacuan kuda masih memiliki kesan sebagai olahraga yang eksklusif dan belum banyak dikenal masyarakat. Karena itu, SARGA.co berupaya membuka akses yang lebih luas agar masyarakat dapat mengenal dan menikmati olahraga tersebut.

" Jadi mungkin dulu pacuan kuda tertutup gitu ya, nggak ada yang tau paksuan kuda, oh ada ya Indonesia punya paksuan kuda gitu ya. Nah dengan kami menjadi promotor pacuan kuda, itu kami membuka sehingga juga publik itu bisa lebih tahu ya tentang paksuan kuda."

Namun, transformasi yang dilakukan SARGA.co tidak berhenti pada penyelenggaraan event. Perusahaan tersebut juga melihat pentingnya membangun ekosistem pacuan kuda yang memberikan kesempatan lebih luas kepada perempuan untuk terlibat.

" Jadi kami juga bukan hanya menyelenggarakan rangkaian acara pacuan kuda, tapi juga transformasi ekosistemnya. Sehingga memberikan kesempatan kepada perempuan untuk lebih banyak berkontribusi di dalam paksuan kuda gitu."

Inklusivitas yang Sudah Ada di Lintasan

The Sraya Recognition - Sarga.co

Menurut Esther, pacuan kuda memiliki karakter yang menarik jika berbicara mengenai kesetaraan dan keterlibatan perempuan. Berbeda dengan sejumlah cabang olahraga yang memisahkan kompetisi berdasarkan gender, pacuan kuda memungkinkan joki perempuan dan laki-laki berkompetisi di lintasan yang sama.

Begitu pula dengan kuda yang digunakan dalam kompetisi. Kuda betina dan kuda jantan tidak dipisahkan ke dalam kelas pertandingan berdasarkan jenis kelaminnya.

" Jadi pacuan kuda itu mungkin bisa dibilang olahraga, mungkin satu-satunya olahraga yang inklusifitas perempuan itu sangat besar di situ."

" Kenapa? Karena di paksuan kuda, kuda betina dan kuda jantan itu nggak dipisahin kelasnya. Joki perempuan dan joki laki-laki itu nggak dipisahin kelasnya. Mereka itu bertanding dalam satu lintasan, dalam satu kelas gitu ya."

Kondisi tersebut membuat perempuan dan laki-laki dapat berkompetisi secara berdampingan dalam olahraga yang sama.

" Jadi apa istilahnya, side by side perempuan sama laki-laki. Kalau di olahraga lain kan barangkali ada perempuan sendiri, laki-laki sendiri. Jadi kuda jantan bertanding dengan perempuan, joki laki-laki dengan joki perempuan gitu."

Meski demikian, Esther menilai persepsi masyarakat terhadap pacuan kuda masih perlu diubah. Olahraga tersebut masih kerap dianggap sebagai dunia yang didominasi laki-laki, padahal kesempatan bagi perempuan untuk berkontribusi sebenarnya terbuka cukup luas.

" Jadi inklusifitas perempuan itu sebenarnya tinggi sekali. Hanya mungkin memang sekarang ini persepsinya, persepsinya mungkin wah ini laki-laki, padahal sebenarnya nggak. Di sini justru inklusifitas perempuan itu tinggi sekali."

Membuka Lebih Banyak Peran untuk Perempuan

The Sraya Recognition - Sarga.co

Bagi SARGA.co, keterlibatan perempuan dalam pacuan kuda tidak hanya berarti menjadi joki atau atlet. Ekosistem olahraga ini memiliki berbagai peran yang dapat diisi oleh perempuan.

Mulai dari stable owner, pelatih, dokter hewan, pemilik kuda hingga berbagai pekerjaan di balik penyelenggaraan event pacuan kuda.

Esther berharap ke depan semakin banyak perempuan yang melihat pacuan kuda sebagai ruang untuk membangun karier dan memberikan kontribusi.

" Jadi harapan kami ke depan semakin banyak perempuan, kehadiran perempuan, keterlibatan perempuan di paksuan kuda."

" Apakah sebagai atletnya, joki, bisa sebagai stable owner, sebagai pelatih, sebagai pelatih kuda, dokter, dokternya kuda, kemudian pemilik kuda. Jadi banyak sekali, dan juga mungkin di dalam ekosistem eventnya sendiri."

Menurutnya, peluang tersebut juga terbuka bagi perempuan yang tertarik bekerja di industri event maupun perusahaan yang bergerak di bidang promosi pacuan kuda.

" Misalnya ingin berkarir di event management atau di perusahaan semacam Sarga.co yang mempromosikan pacuan kuda, jadi lebih banyak keterlibatan perempuan."

Pengakuan melalui The Sraya Recognition dalam kategori Social Impact menjadi momentum bagi SARGA.co untuk terus memperluas dampak tersebut. Bukan hanya dengan membuat pacuan kuda lebih dikenal masyarakat, tetapi juga dengan membangun ekosistem yang semakin terbuka bagi berbagai pihak, termasuk perempuan.

Bagi SARGA.co, perubahan di dunia pacuan kuda tidak hanya terjadi di lintasan. Ketika semakin banyak perempuan memiliki kesempatan untuk hadir, berkompetisi, bekerja, dan mengambil peran dalam ekosistemnya, olahraga ini pun memiliki peluang untuk tumbuh menjadi ruang yang lebih inklusif.

 

Beri Komentar