6 Cara Menciptakan Rumah yang Tenang untuk Membantu Mengurangi Stres
© Gemini Generated Image
Reporter : Abidah
Kondisi rumah yang tenang bisa sangat membantu dalam menciptakan rumah yang membebaskan pikiran dari berbagai persoalan.
DREAM.CO.ID - Setelah seharian menghadapi pekerjaan, kemacetan, tugas rumah tangga, dan berbagai persoalan lain, rumah seharusnya menjadi tempat untuk mengembalikan energi. Namun, bagi sebagian orang, memasuki rumah justru tidak membuat tubuh dan pikiran lebih rileks. Tumpukan barang, ruangan yang berantakan, suara bising, hingga konflik dengan penghuni rumah dapat membuat tempat yang seharusnya menjadi ruang istirahat terasa semakin melelahkan.
Karena sebagian besar aktivitas sehari-hari dimulai dan berakhir di rumah, menciptakan lingkungan yang nyaman dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mendukung kesehatan mental. Dilansir dari Verywell Mind, rumah yang tenang bukan berarti harus memiliki desain tertentu atau dipenuhi perabot mahal. Rumah yang damai adalah tempat seseorang merasa aman, nyaman, tenang secara fisik dan emosional, serta dapat menjadi dirinya sendiri.
Konsep rumah yang tenang juga bersifat personal. Ruang yang terasa menenangkan bagi seseorang belum tentu memberikan pengalaman yang sama bagi orang lain. Orang yang memiliki kepribadian introver mungkin lebih nyaman dengan ruangan sunyi untuk membaca atau beristirahat, sedangkan orang yang ekstrover bisa merasa lebih nyaman ketika rumah dipenuhi percakapan, teman, dan aktivitas.
Karena itu, tujuan utama bukan menciptakan rumah yang terlihat sempurna, melainkan membuat lingkungan tempat tinggal sesuai dengan kebutuhan penghuninya.
1. Kurangi Barang yang Tidak Diperlukan
Salah satu langkah paling sederhana adalah mengurangi barang yang tidak lagi digunakan dan menata benda-benda yang masih diperlukan. Rumah yang penuh dengan barang dapat membuat seseorang merasa kewalahan karena setiap benda seolah menjadi pengingat pekerjaan yang belum selesai.
Menata barang juga dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk mencari sesuatu. Ketika setiap benda memiliki tempatnya sendiri, aktivitas membereskan rumah menjadi lebih mudah dilakukan.
Selain fungsi praktis, dekorasi juga dapat memengaruhi pengalaman seseorang ketika berada di rumah. Pilih warna, pencahayaan, tanaman, atau benda dekoratif yang membuat penghuni merasa nyaman. Tidak ada aturan bahwa rumah yang tenang harus mengikuti tren interior tertentu.
2. Sediakan Sudut Khusus untuk Bersantai
Kebiasaan yang dapat membantu mengurangi stres sering kali gagal dilakukan karena kesibukan. Membaca buku, bermeditasi, melakukan yoga, mendengarkan musik, atau sekadar duduk tanpa melakukan apa pun bisa tersisih oleh pekerjaan dan aktivitas lain.
Salah satu cara mengatasinya adalah menyediakan ruang khusus untuk aktivitas tersebut. Tidak perlu ruangan besar. Sebuah kursi yang nyaman di dekat jendela, sudut kecil untuk membaca, atau area kosong untuk melakukan peregangan sudah cukup.
Kehadiran ruang tersebut dapat menjadi pengingat bahwa rumah tidak hanya digunakan untuk tidur, makan, atau bekerja, tetapi juga untuk memulihkan diri.
3. Buat Ruangan Lebih Terbuka dan Nyaman
Verywell Mind juga membahas prinsip feng shui sebagai salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan yang terasa lebih damai. Feng shui merupakan praktik tradisional Tiongkok yang antara lain memperhatikan penataan ruang dan aliran energi atau chi.
Terlepas dari keyakinan seseorang terhadap konsep tersebut, beberapa prinsip penataan ruangnya memiliki manfaat praktis. Misalnya, mengurangi barang yang tidak diperlukan, membuat jalur berjalan tetap terbuka, menambahkan tanaman, dan menjaga kebersihan jendela agar cahaya alami dapat masuk.
Rumah yang lebih mudah digunakan dan tidak terasa sesak dapat membantu menciptakan pengalaman ruang yang lebih nyaman.
4. Manfaatkan Aroma dan Musik
Aroma juga dapat menjadi bagian dari suasana rumah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aromaterapi berpotensi membantu mengurangi stres. Karena itu, seseorang dapat menggunakan aroma yang disukai untuk menciptakan suasana lebih rileks di ruangan.
Musik juga dapat digunakan dengan cara serupa. Musik yang tenang dapat membantu menciptakan suasana santai, sedangkan musik yang lebih bersemangat dapat membuat ruangan terasa lebih hidup.
Namun, tidak ada satu aroma atau jenis musik yang berlaku untuk semua orang. Prinsipnya sederhana: gunakan sesuatu yang membuat Anda merasa nyaman dan tidak justru menambah gangguan.
5. Jangan Mengabaikan Masalah yang Lebih Besar
Rumah yang berantakan bukan satu-satunya hal yang dapat menghilangkan rasa tenang. Lingkungan tempat tinggal juga dapat dipengaruhi persoalan yang lebih kompleks, seperti konflik antaranggota keluarga, komunikasi yang buruk, masalah keuangan, kondisi tempat tinggal yang tidak aman, terlalu banyak penghuni, kurangnya privasi, kebisingan, hingga penggunaan teknologi yang mengganggu hubungan antaranggota keluarga.
Dalam kondisi seperti ini, membeli dekorasi baru atau menambahkan tanaman tentu tidak akan menyelesaikan akar masalah.
Misalnya, seseorang mungkin merasa stres bukan karena ruang tamunya berantakan, tetapi karena setiap hari menghadapi konflik dengan anggota keluarga. Orang lain mungkin sulit beristirahat karena harus tinggal di rumah yang terlalu padat atau tidak memiliki ruang pribadi.
Artinya, menciptakan rumah yang damai juga membutuhkan komunikasi, pembagian tanggung jawab, batasan pribadi, dan penyelesaian masalah yang lebih mendasar.
6. Rumah Tidak Harus Sempurna
Ada kecenderungan menjadikan rumah yang rapi sebagai ukuran keberhasilan menciptakan lingkungan yang sehat. Padahal, rumah adalah ruang hidup. Rumah akan digunakan untuk memasak, bekerja, bermain, menerima tamu, beristirahat, dan menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.
Karena itu, rumah yang tenang tidak harus selalu bersih tanpa cela atau terlihat seperti katalog interior.
Yang lebih penting adalah apakah rumah tersebut membantu penghuninya merasa aman, nyaman, dan memiliki kesempatan untuk beristirahat.
Penataan rumah bahkan dapat disesuaikan dengan karakter setiap orang. Seseorang mungkin membutuhkan rak buku besar dan kursi nyaman karena membaca merupakan cara terbaik untuk melepas stres. Orang lain mungkin lebih membutuhkan ruang terbuka untuk berkumpul bersama keluarga.
Mengapa Rumah yang Tenang Penting?
Rumah bukan sekadar bangunan tempat seseorang tinggal. Penelitian yang dikutip Verywell Mind menunjukkan bahwa rumah berkaitan dengan pengalaman, situasi, dan makna yang dibentuk oleh penghuninya. Karena itu, kondisi rumah dapat berhubungan dengan kesejahteraan subjektif seseorang.
Salah satu persoalan yang perlu diperhatikan adalah kekacauan atau clutter. Lingkungan yang penuh barang dapat menguras waktu dan energi, sekaligus membuat seseorang merasa tidak terorganisasi. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kehidupan sosial karena orang mungkin enggan mengundang teman atau keluarga ketika merasa rumahnya terlalu berantakan.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang semakin jarang berinteraksi dengan orang lain. Padahal, hubungan sosial merupakan salah satu bagian penting dalam kesejahteraan psikologis.
Dengan demikian, menciptakan rumah yang damai bukan sekadar persoalan estetika. Menata barang, menyediakan ruang untuk beristirahat, menjaga lingkungan tetap nyaman, dan mengurangi gangguan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan tempat tinggal yang mendukung pemulihan dari tekanan sehari-hari.
Intinya, rumah yang tenang bukanlah rumah yang paling mahal atau paling rapi. Rumah yang tenang adalah tempat yang membantu seseorang merasa aman untuk beristirahat, nyaman untuk menjadi dirinya sendiri, dan cukup tenang untuk mengembalikan energi setelah menghadapi dunia di luar rumah.