Apa Itu Teknik Layering pada Penggunaan Parfum? Ketahui Keajaiban dari Penggunannya

Stories | Senin, 17 Agustus 2026 16:00

Reporter : Abidah

Teknik layering bisa jadi salah satu cara untuk memperoleh wangi unik yang kita inginkan.

DREAM.CO.ID - Bagi sebagian orang, memakai parfum berhenti pada satu langkah sederhana: semprot, selesai. Tapi bagi pencinta wewangian yang lebih dalam, ada satu teknik yang bisa mengubah aroma standar menjadi sesuatu yang benar-benar personal dan tidak dimiliki orang lain: layering, atau menumpuk beberapa wewangian sekaligus untuk menciptakan aroma baru yang unik.

Apa Sebenarnya Layering Parfum Itu?

Dilansir dari Memo Paris, layering parfum berarti memakai lebih dari satu wewangian sekaligus, biasanya dalam urutan tertentu, untuk menciptakan aroma baru yang benar-benar personal. Fragrance layering bukan sekadar teknik, melainkan cara berekspresi lewat aroma, di mana wewangian yang tercipta hidup di kulit, bergerak mengikuti tubuh, dan berevolusi sepanjang hari.

Teknik ini memungkinkan seseorang memadukan berbagai notes, misalnya menggabungkan dasar vanila yang hangat dengan sentuhan sitrus atau floral yang segar, untuk menciptakan sesuatu yang unik dan personal. Di luar parfum itu sendiri, layering juga bisa melibatkan produk pelengkap seperti losion badan atau minyak wangi untuk memperdalam karakter aroma.

Tradisi ini ternyata bukan hal baru. Tradisi layering parfum sudah ada sejak manusia mulai menggunakan wewangian. Di Mesopotamia kuno, para penyembah diwajibkan menyucikan tubuh mereka lewat mandi dan mengoleskan minyak beraroma serta parfum sebelum beribadah, sebuah praktik layering wewangian yang jauh mendahului konsep modern yang dikenal sekarang.

Kenapa Orang Melakukan Layering

Layering memberi beberapa manfaat sekaligus: meningkatkan daya tahan aroma, memperkaya kompleksitasnya, dan memastikan aroma terus berevolusi sepanjang hari. Dengan kombinasi produk yang tepat, seseorang bisa melembutkan aroma yang terlalu kuat, mencerahkan aroma yang terlalu hangat, atau menambah kesan manis pada aroma yang cenderung musky. Hasil akhirnya adalah profil aroma yang personal dan terasa disengaja, bukan sekadar kebetulan.

2 dari 4 halaman

Cara Melakukan Layering dengan Benar

Urutan ideal saat melakukan layering dimulai dari yang paling ringan menuju yang paling berat. Berikut tahapannya:

Lapisan dasar – Oleskan losion badan atau minyak, beraroma maupun tanpa aroma, untuk membantu mengunci wewangian dan memberi "pegangan" bagi parfum yang akan diaplikasikan setelahnya.
Aroma ringan – Mulai dengan wewangian yang lebih ringan seperti sitrus, hijau (green), atau akuatik, disemprotkan lebih dekat ke kulit.
Aroma lebih berat – Lanjutkan dengan parfum yang lebih intens seperti kayu-kayuan, musky, atau berbasis amber.
Aksen tambahan (opsional) – Akhiri dengan body mist atau hair mist untuk membawa aroma secara halus sepanjang hari.

Selalu semprotkan pada titik nadi (pulse points), seperti pergelangan tangan, siku bagian dalam, dan leher, untuk daya sebar maksimal.

Namun ada juga pendekatan sebaliknya yang disarankan sejumlah ahli. Sebagai aturan umum, aroma yang lebih berat sebaiknya disemprotkan lebih dulu agar tidak sampai tertutupi oleh aroma yang lebih ringan. Salah satu cara termudah adalah mencari parfum yang sudah dibangun dari dasar musk atau notes dasar seperti vanila, lalu menambahkan sesuatu yang lebih kompleks di atasnya, sehingga kemungkinan besar akan menghasilkan kombinasi yang menyenangkan.

 

3 dari 4 halaman

Memilih Kombinasi Aroma yang Cocok

Memahami keluarga aroma (fragrance families) menjadi kunci untuk menemukan kombinasi yang menyenangkan. Sitrus dan floral, misalnya, sangat cocok dipadukan karena sama-sama membawa energi yang cerah. Kayu-kayuan dan rempah juga cocok dipadukan karena sama-sama memiliki kedalaman yang hangat dan kaya.

Ada dua pendekatan utama dalam memilih kombinasi: mencocokkan (matching) atau mencampur (mixing). Pendekatan pertama memilih produk pelengkap yang menonjolkan notes yang sudah ada dalam parfum utama, misalnya menambahkan losion beraroma vanila pada parfum yang sudah memiliki notes vanila untuk memperkuat dan memperpanjang kesan aroma tersebut. Pendekatan kedua justru bertujuan menonjolkan notes yang lebih halus atau ingin dimunculkan lebih kuat.

 

4 dari 4 halaman

Batasan yang Perlu Diperhatikan

Meski layering pada dasarnya soal eksplorasi bebas, ada beberapa batasan praktis yang layak diperhatikan. Sebaiknya hindari memadukan dua aroma yang sama-sama gelap dan pekat, karena bisa terasa berlebihan saat digabungkan. Jika dua parfum yang sangat kompleks dipadukan begitu saja, ada kemungkinan besar keduanya berbagi komponen serupa, dan hasilnya justru terasa janggal, bukan harmonis.

Sebagai patokan, disarankan memadukan maksimal tiga aroma sekaligus: dua aroma bisa dipadukan jika keduanya memiliki kompleksitas, atau tiga aroma jika masing-masing berupa parfum single-note yang lebih sederhana.

Keseimbangan antara notes atas, tengah, dan dasar juga penting diperhatikan saat melakukan layering. Memadukan beberapa parfum dengan notes atas yang sama-sama dominan bisa menghasilkan bukaan aroma yang berlebihan namun cepat menghilang. Disarankan pula untuk menguji dalam jumlah kecil terlebih dahulu, cukup satu atau dua semprotan dari masing-masing wewangian, untuk mengevaluasi bagaimana keduanya berinteraksi sebelum menerapkannya dalam jumlah lebih besar.

Di kawasan Timur Tengah, sebagian orang bahkan melakukan layering hingga tujuh wewangian sekaligus dalam satu waktu. Tidak perlu takut bereksperimen dengan parfum, sebab keindahan dari dunia wewangian adalah tidak ada benar atau salah: jika seseorang menyukai suatu kombinasi, maka itulah yang benar baginya. Jika tidak suka, aroma itu selalu bisa dicuci bersih.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id