Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Setir Dua Pos Menteri
© 2026 Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia (Instagram @bahlillahadalia)
Reporter : Okti Nur
Mengaku pernah busung lapar. Jadi sopir angkot. Sulit mengisi perut. Susah membayangkan kehidupan Bahlil saat ini dari masa lalu yang suram itu.
DREAM.CO.ID - Dua kursi, satu nama. Dialah Bahlil Lahadalia. Jabatannya tambah satu. Ketika posisi menteri ESDM masih digenggam, dia diserahi tugas baru. Sebagai menko yang menentukan agenda hilirisasi dan transisi energi. Ini jabatan baru. Belum pernah ada di kabinet-kabinet sebelumnya.
Pada 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Jabatan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap dipegang. Bahlil kini memegang dua posisi strategis.
“Ini baru pertama kali saya ditugaskan sebagai Menteri ESDM merangkap Menko,” kata Bahlil usai pelantikan. Dia berjanji bekerja sekuat tenaga. Totalitas
Tugasnya tidak kecil. Dua jabatan itu bukan kaleng-kaleng. Kementerian ESDM mengurus banyak hal. Minyak. Gas bumi. Listrik. Mineral. Batu bara. Energi baru dan terbarukan. Konservasi energi. Geologi. ESDM juga mengelola penerimaan negara bukan pajak dari sektor energi dan sumber daya mineral.
Bahlil duduk di kursi itu sejak 19 Agustus 2024. Dia menggantikan Arifin Tasrif. Dari kursi Menteri ESDM itulah Bahlil mengatur energi dan sumber daya mineral negeri ini.
Menko tak kalah bergengsi. Tugasnya mendorong sumber daya alam tidak berhenti sebagai bahan mentah. Harus diolah di dalam negeri. Memberi nilai tambah. Sementara, transisi energi menjadi pekerjaan lain. Pemerintah ingin sistem energi yang lebih bersih.
Dua agenda itu dikendalikan tangan satu orang. Bahlil Lahadalia.
Dari Sopir Angkot ke Istana
Sulit membayangkan posisi itu jika melihat titik awal hidup Bahlil. Dia lahir di Banda, Maluku Tengah, 7 Agustus 1976. Ayahnya buruh bangunan. Ibunya tukang cuci baju di rumah orang. Menjadi menteri memang bukan bagian dalam rencana hidup Bahlil.
“Jangankan berencana, mimpi pun nggak ada,” kata Bahlil dalam video YouTube Sekretariat Kabinet RI.
Keras. Demikian Bahlil menggambarkan kehidupan masa kecilnya. Saat SD dia harus jualan kue. Pelanggan setianya adalah teman sekolah. Dia beralih ke jalan saat SMP, menjadi kenek angkot. Jabatannya naik menjadi sopir angkot saat duduk di bangku SMEA Yapis Fakfak. Teman sekolahnya pula yang menjadi penumpang tetap.
“Jadi, bagi saya kalau saya malu itu kalau saya nyuri,” tutur Bahlil.
Bahlil tak lupa akarnya. Setelah jadi menteri 2019, dia balik kampung. Bertemu keluarga. Nyekar ke makam ayah. Juga mampir ke terminal. Dia bertemu kawan lama. Mereka ngopi bareng.
Dari Fakfak, hijrah ke Jayapura. Dia pamit untuk kerja. Bekalnya hanya SIM. Tiga baju. Serta ijazah. Berangkatlah naik kapal perintis, berhari-hari terapung di perairan. Tidak mandi.
“Kapal perintis yang muatnya itu adalah ayam, kambing, dan mungkin kalau tambah 14 hari lagi saya bisa pakai bahasa kambing,” seloroh Bahlil.
Di Jayapura, Bahlil kuliah. Di STIE Port Numbay, menjadi aktivis kampus. Namun hidup tak otomatis mudah. Tetap harus berjuang untuk hidup di rantau. Dia jadi buruh kasar. Narik angkot lagi. Juga loper koran. Tak punya duit. Kurang makan. Asrama tempatnya hidup menjadi saksi himpunan keprihatinan itu.
“Nggak ada makanan, cuma mangga muda yang jatuh di belakang asrama kita makan pakai sambal, pakai cabai,” kata Bahlil.
Jika mampu beli beras, harus dihemat. Caranya, separuh dimasak nasi, setengah lagi jadi bubur. Supaya banyak. Piring bisa penuh. Asal lambung bisa terisi nasi, bukan cairan asam. “Kalau dapat duit beli beras, kita makannya itu setengah nasi, setengah bubur,” tutur dia.
Dia masih ingat betul jalan berliku itu. Dia bahkan mengaku busung lapar saat kuliah itu. “Saya pernah busung lapar, semester 6 saya busung lapar. Asli busung lapar,” kata Bahlil.
Pada titik itulah pikirannya berubah. Kemiskinan harus diputus. Dia kemudian masuk Jakarta 1998. Nomaden. Tak punya tempat. Numpang sana, numpang sini. Menginap dari mushola hingga masjid. Salah satunya di Masjid Sunda Kelapa. “Itu terjadi selama bertahun-tahun,” kata dia.
Bahlil menggambarkan kehidupan awalnya di Jakarta sebagai aktivis sepatu miring. Tak ada ongkos taksi. Tidak kuat bayar Kopaja. Baginya, angkutan umum yang gerah karena sesak muatan itu jadi kemewahan. “Jadi jalan kaki, di (sol) belakangnya itu akhirnya jadi tipis, sepatu miring. Itu rata-rata aktivis begitu,” tutur Bahlil.
Jalan Panjang Menuju Kekuasaan
Di ibukota, aktivitasnya di organisasi mahasiswa kian kencang. Dia bahkan sempat menjabat Bendahara Umum di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dunia organisasi membawanya ke dunia usaha.
Setelah lulus, ia masuk ke bisnis konsultan keuangan. Hidupnya perlahan naik kelas. Dia kemudian membangun perusahaan dan mengembangkan bisnis di berbagai bidang.
Kesibukan di dunia usaha tak membuatnya lupa berorganisasi. Dari dunia itu, Bahlil akhirnya menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015-2019.
“Saya ini tidak ujug-ujug langsung kolonel. Pangkatnya pun perjuangan,” kata Bahlil dalam sebuah wawancara pada 2015.
Organisasi pengusaha itulah yang membawanya dekat dengan politik. Pada 2019, dia masuk dalam tim sukses pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Mereka menang. Mengalahkan Prabowo-Sandiaga Uno.
Bahlil pun dapat jatah kursi. Dia ditunjuk sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Jokowi melantiknya pada 23 Oktober 2019. Pada 28 April 2021, posisinya berubah menjadi Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM.
Jabatan Bahlil terus berganti. Dari investasi ke energi. Pada 19 Agustus 2024, Jokowi menunjuknya sebagai Menteri ESDM.
Sejak itu pula, dia masuk lebih dalam ke politik praktis. Bahlil kemudian muncul sebagai calon ketua Umum Golkar, menggantikan Airlangga Hartarto yang mundur. Dia mendaftar 19 Agustus 2024.
Bahlil kemudian ditetapkan sebagai calon tunggal dalam Munas XI Golkar. Dia juga didaulat sebagai formatur tunggal. Pada 21 Agustus 2024, Bahlil resmi menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2024-2029.
Saat pemerintahan berganti, dari Jokowi ke Prabowo, Bahlil tetap berada di dalam lingkaran kekuasaan. Prabowo mempertahankannya sebagai Menteri ESDM.
Jejak jabatannya jelas. Investasi. ESDM. Hilirisasi. Transisi energi. Kini semua ada di bawah kendali Bahlil. Sopir angkot itu kini menjadi nahkoda dua pos. Satu Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Satu lagi Menteri ESDM.