Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu

Stories | Senin, 5 Oktober 2026 12:00

Reporter : Abidah

Uang memang dapat membuat hidup lebih mudah ketika memberikan keamanan finansial dan mengurangi kecemasan. Namun, uang bukan satu-satunya komponen kebahagiaan.

DREAM.CO.ID - Ungkapan “uang tidak bisa membeli kebahagiaan” terdengar sederhana. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kondisi keuangan memang dapat menentukan seberapa besar seseorang merasa aman, tenang, dan memiliki ruang untuk menikmati hidup. Ketika kebutuhan dasar belum terpenuhi, kekhawatiran soal uang dapat menyita waktu dan energi. Sebaliknya, memiliki kondisi finansial yang lebih stabil dapat mengurangi tekanan tersebut.

Lantas, apakah semakin banyak uang berarti semakin bahagia? Dilansir dari Verywell Mind, jawabannya tidak sesederhana itu. Uang dapat meningkatkan kepuasan hidup dan membantu mengurangi stres, tetapi tidak menjamin kebahagiaan.

Uang Membantu Mengurangi Tekanan Hidup

Kemiskinan dan keterbatasan finansial berkaitan dengan stres yang lebih tinggi serta risiko masalah kesehatan mental. Kondisi tersebut juga dapat membuat seseorang memiliki lebih sedikit waktu dan energi untuk memperhatikan kesejahteraan dirinya.

Psikolog klinis Kanchi Wijesekera menjelaskan bahwa hidup dalam tekanan finansial kronis dapat membuat seseorang lebih sulit merasakan kebahagiaan. Bukan berarti orang dengan penghasilan rendah tidak dapat bahagia, tetapi keterbatasan sumber daya dapat membuat pencarian kesejahteraan menjadi lebih sulit.

Uang juga memberikan akses terhadap kebutuhan yang dapat meningkatkan kualitas hidup, seperti layanan kesehatan, pendidikan, aktivitas rekreasi, dan berbagai kesempatan untuk berkembang.

Penelitian yang dilakukan pada 2010 menunjukkan bahwa pendapatan yang lebih tinggi dapat meningkatkan kepuasan hidup dengan mengurangi tekanan emosional ketika menghadapi peristiwa sulit, seperti perceraian atau masalah kesehatan. Studi lain juga menemukan hubungan antara keamanan finansial dan kebahagiaan, terutama di masyarakat yang mengalami ketidakstabilan ekonomi lebih tinggi.

2 dari 4 halaman

Penghasilan Lebih Tinggi, Kebahagiaan Terus Naik?

Perdebatan mengenai hubungan uang dan kebahagiaan kembali mendapat perhatian dari studi pada 2023. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan berkaitan dengan peningkatan kebahagiaan dan tidak berhenti begitu saja setelah mencapai tingkat pendapatan tertentu.

Namun, manfaat tambahan tersebut cenderung semakin kecil. Bagi seseorang yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, tambahan penghasilan dapat membawa perubahan besar. Ketika kondisi finansial sudah relatif nyaman, tambahan uang mungkin tidak memberikan dampak emosional sebesar sebelumnya.

Beberapa penelitian bahkan menggunakan kisaran sekitar 75.000 hingga 100.000 dolar AS per tahun sebagai ambang ketika manfaat emosional dari tambahan pendapatan mulai berkurang. Namun, sumber juga menekankan bahwa hubungan antara uang dan kebahagiaan tidak dapat diringkas hanya melalui satu angka.

3 dari 4 halaman

Ketika Mengejar Uang Justru Menjadi Masalah

Masalah muncul ketika peningkatan pendapatan dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan hidup. Mengejar imbalan finansial dapat menjadi kontraproduktif apabila harus mengorbankan hubungan sosial, kesehatan mental, atau waktu untuk menikmati hidup.

Pekerjaan dengan gaji tinggi, misalnya, tidak otomatis membuat seseorang merasa terpenuhi jika pekerjaan tersebut menguras energi secara emosional dan menyebabkan burnout. Uang dapat menyelesaikan banyak persoalan praktis, tetapi tidak dapat secara otomatis memberikan rasa memiliki tujuan atau makna hidup.

Psikoterapis Kristin Anderson menyebut uang dapat memperbaiki kondisi hidup, tetapi tidak menjamin kebahagiaan yang sesungguhnya. Kebahagiaan juga berkaitan dengan pemenuhan diri, hubungan dengan orang lain, dan kesejahteraan emosional.

4 dari 4 halaman

Kebahagiaan Tidak Selalu Membutuhkan Biaya Besar

Karena itu, sejumlah hal yang berkaitan dengan kebahagiaan justru tidak selalu membutuhkan uang. Hubungan sosial yang kuat menjadi salah satu faktor penting. Studi pada 2023 menemukan hubungan positif antara dukungan sosial dan kebahagiaan. Menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, atau komunitas dapat memberikan rasa memiliki dan dukungan emosional.

Menemukan tujuan hidup juga dapat membantu meningkatkan kepuasan. Hobi, membaca, memasak, kegiatan sukarela, atau aktivitas lain yang memberikan makna dapat dilakukan tanpa biaya besar.

Rasa syukur juga menjadi strategi lain. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas seperti menulis jurnal rasa syukur dapat meningkatkan suasana hati positif, kebahagiaan subjektif, dan kepuasan hidup.

Selain itu, mindfulness, olahraga, tidur yang cukup, serta menghabiskan waktu di alam dapat membantu kesejahteraan emosional. Bahkan, penelitian tentang forest bathing menunjukkan bahwa berjalan di luar ruangan selama sekitar 20 menit dapat membantu menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan kadar kortisol.

Pada akhirnya, uang memang dapat membuat hidup lebih mudah ketika memberikan keamanan finansial dan mengurangi kecemasan. Namun, uang bukan satu-satunya komponen kebahagiaan. Hubungan yang bermakna, rasa memiliki tujuan, perawatan diri, dan keterhubungan dengan lingkungan tetap menjadi bagian penting dari kehidupan yang memuaskan.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id