Enrique Maluku: Pelaut yang Disebut sebagai Pengeliling Dunia Pertama, tetapi Kurang Dikenal

Stories | Selasa, 25 Agustus 2026 14:00

Reporter : Abidah

Enrique Maluku adalah sosok pelaut yang masih diselubungi oleh misteri dan kerap disebut sebagai orang pertama yang mengelilingi dunia.

DREAM.CO.ID - Pada awal abad ke-16, ketika bangsa-bangsa Eropa berlomba mencari jalur laut menuju pusat perdagangan rempah-rempah di Asia, seorang lelaki dari dunia Melayu ikut terseret ke dalam salah satu pelayaran paling bersejarah. Namanya kemudian dikenal sebagai Enrique, atau Enrique de Malacca. Ia menjadi penerjemah dan orang kepercayaan Ferdinand Magellan dalam ekspedisi yang akhirnya dikenang sebagai pelayaran pertama mengelilingi bumi.

Namun, ada ironi besar dalam kisahnya. Nama Magellan dan Juan Sebastián Elcano kemudian menghiasi buku-buku sejarah dunia, sementara Enrique nyaris hanya menjadi catatan kaki. Padahal, ada argumen bahwa Enrique justru mungkin merupakan orang pertama yang berhasil melakukan perjalanan mengelilingi dunia dan kembali mendekati tanah asalnya. Persoalannya, bukti sejarah tidak cukup untuk memastikan klaim tersebut.

Siapa Sebenarnya Enrique?

Identitas Enrique hingga kini masih menjadi misteri. Bahkan, nama "Enrique" bukan nama kelahirannya yang dapat dipastikan. Dalam surat wasiat Magellan pada 1519, ia disebut sebagai seorang budak yang berasal dari Malaka dan berusia sekitar 26 tahun. Sementara Antonio Pigafetta, salah satu anggota ekspedisi Magellan yang menulis catatan perjalanan paling penting, menyebutnya sebagai orang dari Sumatra.

Perbedaan keterangan tersebut membuat asal-usul Enrique menjadi perdebatan panjang. Ia pernah diklaim berasal dari Malaka, Sumatra, Maluku, bahkan Filipina. Di Indonesia, tokoh ini kemudian populer dengan nama Enrique Maluku, terutama melalui buku Enrique Maluku: Pengeliling Bumi Pertama Adalah Orang Indonesia karya Helmy Yahya dan Reinhard R. Tawas. Buku tersebut diterbitkan pada 2014 dan secara tegas mengajukan tesis bahwa Enrique merupakan putra Nusantara.

Sejumlah kajian akademik justru mengingatkan bahwa asal-usulnya belum dapat dipastikan. Sejarawan Rommel Curaming, misalnya, mencatat bahwa perdebatan mengenai Enrique telah berkembang menjadi semacam perebutan warisan sejarah antara Indonesia dan Malaysia.

2 dari 5 halaman

Dari Dunia Rempah-rempah ke Kapal Magellan

Enrique diketahui menjadi milik Magellan setelah penaklukan Portugis atas Malaka pada 1511. Magellan kemudian membawanya ke Eropa. Kemampuan bahasa Enrique menjadi sangat penting bagi perjalanan Magellan karena ia mampu berkomunikasi dalam lingkungan budaya Melayu yang luas.

Ketika ekspedisi Spanyol berangkat pada 1519, Enrique ikut dalam armada tersebut. Ia bukan sekadar pelayan. Dalam perjalanan menuju Asia, kemampuan bahasanya membuatnya berfungsi sebagai penerjemah dan mediator budaya.

Peran tersebut menjadi sangat penting ketika armada mencapai Asia Tenggara dan kemudian Filipina. Pada 28 Maret 1521, ketika rombongan tiba di wilayah Filipina, orang-orang lokal ternyata dapat berkomunikasi dengan Enrique menggunakan bahasa Melayu. Catatan Pigafetta menunjukkan bahwa bahasa Melayu memiliki fungsi sebagai bahasa penghubung dalam jaringan perdagangan kawasan tersebut.

Artinya, kemampuan Enrique bukan sekadar kemampuan individual. Ia merupakan bagian dari dunia maritim Asia Tenggara yang telah memiliki jaringan perdagangan dan pertukaran bahasa jauh sebelum kapal-kapal Eropa tiba.

3 dari 5 halaman

Apakah Enrique Benar-Benar Orang Pertama yang Mengelilingi Dunia?

Di sinilah kisah Enrique menjadi menarik sekaligus kontroversial. Ekspedisi Magellan berangkat dari Spanyol pada 1519. Armada tersebut kemudian melintasi Samudra Atlantik, mengitari Amerika Selatan melalui selat yang kini disebut Selat Magellan, menyeberangi Pasifik, dan akhirnya mencapai Filipina.

Magellan sendiri tidak menyelesaikan perjalanan. Ia tewas dalam pertempuran di Mactan, Filipina, pada 1521. Ekspedisi kemudian diteruskan di bawah kepemimpinan Juan Sebastián Elcano. Pada 1522, kapal Victoria kembali ke Spanyol bersama 18 orang yang selamat dari ekspedisi awal. Mereka secara konvensional dianggap sebagai orang-orang pertama yang menyelesaikan pelayaran mengelilingi bumi.

Namun, Enrique memiliki posisi yang berbeda. Sebelum ikut ekspedisi Magellan dari Spanyol, ia telah dibawa Magellan dari Malaka menuju Eropa melalui jalur Samudra Hindia. Kemudian ia kembali bergerak ke arah Asia melalui rute barat bersama ekspedisi Magellan.

Jika Enrique berhasil melanjutkan perjalanan dari Cebu menuju kawasan asalnya di sekitar Malaka atau wilayah Nusantara, maka secara teoritis ia telah menutup lingkaran perjalanan mengelilingi bumi lebih dahulu daripada Elcano. Masalahnya, tidak ada bukti sejarah yang memastikan bahwa Enrique benar-benar berhasil melakukannya.

4 dari 5 halaman

Jejak Enrique Menghilang di Cebu

Setelah Magellan terbunuh di Mactan, hubungan antara Enrique dan rombongan ekspedisi berubah. Catatan sejarah menyebut Enrique kemudian tidak lagi menjalankan tugas penerjemah sebagaimana sebelumnya. Ia bahkan disebut terlibat dalam peristiwa setelah kematian Magellan dan akhirnya ditinggalkan di Cebu.

Setelah itu, jejak sejarah Enrique menghilang. Tidak ada catatan yang dapat memastikan ke mana ia pergi, apakah berhasil kembali ke Malaka atau Maluku, atau apakah ia meninggal di Filipina. Karena itu, klaim bahwa Enrique merupakan manusia pertama yang benar-benar mengelilingi bumi harus ditempatkan sebagai kemungkinan historis, bukan fakta yang sudah terbukti.

Inilah perbedaan penting antara narasi populer dan penelitian sejarah. Kita boleh mengatakan bahwa Enrique mungkin menjadi orang pertama yang menyelesaikan perjalanan mengelilingi dunia, tetapi tidak tepat menyatakan hal itu sebagai fakta tanpa kualifikasi.

5 dari 5 halaman

Mengapa Namanya Kurang Dikenal?

Salah satu alasan Enrique kurang dikenal adalah cara sejarah maritim dunia selama berabad-abad ditulis. Narasi besar Era Penjelajahan sering berpusat pada tokoh Eropa seperti Columbus, Vasco da Gama, Magellan, dan Elcano. Peran penduduk Asia, Afrika, dan masyarakat lokal sering kali muncul sebagai pelengkap.

Padahal, penelitian mengenai Enrique menunjukkan betapa pentingnya peran seorang penerjemah dalam perjumpaan antarbudaya. Danilo Madrid Gerona dalam kajiannya mengenai Enrique menempatkan tokoh ini dalam konteks sejarah Filipina dan kolonialisme Spanyol. Menurutnya, Enrique memiliki peran penting sebagai mediator bahasa dalam pertemuan antara orang-orang Eropa dan masyarakat Asia.

Dengan kata lain, Enrique bukan hanya menarik karena kemungkinan menjadi "orang pertama yang mengelilingi dunia". Ia juga penting karena memperlihatkan bahwa sejarah penjelajahan dunia tidak pernah hanya dibuat oleh para kapten kapal. Ada penerjemah, pelaut, awak kapal, pedagang, penduduk lokal, dan orang-orang yang dipaksa masuk ke dalam sistem kolonial.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id