Masa Dinosaurus Dikenal Juga sebagai Zaman Jurassic, Apa Artinya?
© Pexels.com/Footage Kingdom
Reporter : Abidah
Nama jurassic diambil dari Pegunungan Jura, rangkaian gunung yang membentang di perbatasan Prancis dan Swiss.
DREAM.CO.ID - Nama Jurassic sudah begitu lekat dengan bayangan dinosaurus, terutama berkat film Jurassic Park dan Jurassic World. Tapi istilah ini sebenarnya bukan sekadar nama keren untuk "zaman dinosaurus" secara umum. Jurassic adalah nama periode geologi yang sangat spesifik, dengan rentang waktu dan asal-usul penamaan yang punya cerita sendiri.
Bukan Satu-Satunya Zaman Dinosaurus
Dinosaurus hidup jauh lebih lama dari sekadar satu periode. Era mereka berlangsung sekitar 180 juta tahun, terbagi dalam tiga periode besar: Trias, Jura (Jurassic), dan Kapur (Cretaceous). Ketiganya bersama-sama membentuk era Mesozoikum, yang sering disebut sebagai "zaman reptil".
Periode Jura sendiri berlangsung sekitar 201 juta hingga 145 juta tahun lalu, jadi hanya mengisi bagian tengah dari keseluruhan era dinosaurus. Dinosaurus sudah muncul lebih dulu di periode Trias, dan masih bertahan sampai periode Kapur berakhir lewat kepunahan massal 66 juta tahun lalu. Jadi menyebut seluruh masa dinosaurus sebagai "Zaman Jurassic" sebenarnya kurang tepat secara ilmiah, meski istilah itu terlanjur populer di budaya pop.
Dari Mana Nama "Jurassic" Berasal?
Nama Jurassic tidak ada hubungannya dengan dinosaurus sama sekali pada awalnya. Nama ini diambil dari Pegunungan Jura, rangkaian gunung yang membentang di perbatasan Prancis dan Swiss. Ahli geologi Prancis, Alexandre Brongniart, memberi nama periode ini pada awal abad ke-19 setelah mempelajari lapisan batu kapur khas yang tersingkap luas di kawasan pegunungan tersebut.
Batuan yang ditemukan di Pegunungan Jura ternyata terbentuk pada rentang waktu yang sama di seluruh dunia, sehingga para ilmuwan sepakat memakai nama itu sebagai penanda periode geologi tertentu, jauh sebelum fosil dinosaurus besar dari periode ini banyak ditemukan dan dipelajari.
Kenapa Periode Jura Begitu Ikonik untuk Dinosaurus
Meski bukan satu-satunya periode dinosaurus, Jura memang menjadi masa ketika dinosaurus berkembang sangat pesat dan mencapai ukuran raksasa. Beberapa dinosaurus paling terkenal berasal dari periode ini, seperti Brachiosaurus, Diplodocus, Stegosaurus, dan Allosaurus. Sauropoda, kelompok dinosaurus berleher panjang dan bertubuh sangat besar, mencapai puncak keberagaman dan ukurannya justru di periode Jura ini.
Kondisi iklim yang hangat dan lembap, ditambah tumbuhnya hutan konifer serta pakis raksasa yang lebat, menyediakan sumber makanan melimpah bagi herbivora besar. Populasi herbivora raksasa ini pada gilirannya mendorong evolusi predator berukuran besar untuk memangsanya. Kombinasi inilah yang membuat periode Jura identik dengan citra dinosaurus raksasa yang sering muncul di buku pelajaran maupun film.
Periode Jura juga menjadi saksi munculnya kelompok hewan penting lain. Burung pertama yang dikenal, Archaeopteryx, muncul menjelang akhir periode ini, menjadi salah satu bukti fosil paling penting yang menghubungkan dinosaurus dengan burung modern.
Sekadar Istilah Populer, Bukan Kesalahan Fatal
Penggunaan kata "Jurassic" untuk menggambarkan seluruh masa dinosaurus memang tidak sepenuhnya akurat secara ilmiah, tapi bukan berarti keliru total. Periode ini memang mewakili masa keemasan dinosaurus dalam banyak hal, khususnya soal ukuran tubuh dan keragaman sauropoda raksasa. Wajar jika nama ini kemudian dipakai secara longgar dalam budaya populer untuk merujuk pada seluruh era dinosaurus, meski para ilmuwan tetap membedakannya secara ketat dari periode Trias dan Kapur.
Memahami perbedaan ini justru membuka wawasan yang lebih kaya. Dinosaurus bukan sekelompok hewan yang muncul dan punah dalam satu waktu, melainkan menjalani evolusi panjang selama ratusan juta tahun, melintasi tiga periode geologi dengan kondisi bumi yang terus berubah. Periode Jura hanyalah satu babak, meski jadi babak yang paling banyak melahirkan ikon dinosaurus yang kita kenal sekarang.