Suyudi Ario Seto, dari Panggung Debus ke Kursi Kapolri

Stories | Kamis, 1 Oktober 2026 13:16

Reporter : Okti Nur

Komjen Suyudi diajukan sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Prosesnya cepat. Diajukan 30 September, disetujui DPR 1 Oktober. Hari ini dilantik.

DREAM.CO.ID - Di Alun-Alun Kota Serang, 1 Juli 2025. Suyudi Ario Tejo naik panggung. Kala itu dia menjabat Kapolda Banten. Pangkatnya masih Inspektur Jenderal. Bintang dua.

Itu bukan apel. Suyudi ke pentas bukan untuk memberi arahan. Di atas panggung itu, dia menyanyi. Tembang Tamang Pung Kisah mengalun. Pejabat, polisi, dan warga, ikut bergoyang.

Pertunjukan belum usai. Suyudi turun panggung. Dia muncul dalam atraksi debus. Kali ini, dia memegang golok. Ditempelkan di belakang leher, kedua tangan menekan ke depan. Golok pun bengkok.

Kebolehan Suyudi dalam atraksi khas Banten itu membuat warga yang menghadiri Hari Bhayangkara ke-79 takjub. Pria Pandeglang tersebut mendapat tepuk tangan. Disambut sorak-sorai.

Setahun kemudian, panggung Suyudi berubah total. Hari ini, Kamis, 1 Oktober 2026, dia akan dilantik sebagai Kapolri, mengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo. DPR sudah setuju lewat rapat paripurna. Aklamasi.

Dari panggung hiburan di Serang, Suyudi melenggang ke puncak pimpinan Polri.

Jalannya tidak pendek. Suyudi lulus Akademi Kepolisian 1994. Pada awal karier, dia sangat karib dengan dunia reserse. Dia juga pernah menjabat Kapolsek Metro Pasar Minggu, Tanah Abang, dan Penjaringan.

Suyudi kemudian menyelam lebih dalam ke dunia reserse. Dia menjadi Kasat Reskrim di sejumlah wilayah. Pernah juga di Jatanras Polda Metro Jaya dan Resmob Bareskrim Polri.

Pria kelahiran 14 Juli 1973 itu juga pernah menempati pos kapolres. Berpindah-pindah tempat tugas. Kapolres Majalengka. Kapolres Bogor. Kapolresta Bogor Kota. Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Kariernya terus menanjak. Dia kembali ke Polda Metro. Dipercaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum. Setelah itu, naik menjadi Wakapolda Metro Jaya. Pada Juni 2024, Suyudi diangkat menjadi Kapolda Banten.

Peduli Pengangguran

Bagi Suyudi, Banten adalah tanah kelahiran. Di sana dia tak hanya bicara perkara pidana. Tidak melulu mengurus masalah kriminal. Dia membuat program humanis: Polisi Peduli Pengangguran. Poliran.

Idenya sederhana. Polisi tidak hanya datang ketika masalah sudah terjadi. Polisi hadir sebelum ada masalah. Dia juga mengajak polisi masuk ke persoalan sosial di sekitarnya.

Program itu menyasar pengangguran, korban pemutusan hubungan kerja, hingga mantan warga binaan. Kelompok-kelompok ini diberi pelatihan keterampilan kerja, ketahanan pangan, serta pengelolaan sampah dan limbah.

Program ini mendapat penghargaan dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.

Program itu menampilkan sosok lain Suyudi. Dia bukan semata-mata polisi reserse yang menghabiskan karier untuk mengejar pelaku kejahatan. Suyudi mendatangi persoalan. Lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di Alun-Alun Serang itu, dia memilih membaur dengan masyarakat dan anak buahnya. Bernyanyi. Bermain debus. Dia menampilkan sisi yang berbeda dari seorang pejabat kepolisian.

Meski demikian, Suyudi tetaplah seorang polisi. Hidupnya bertumpu pada dunia penegakan hukum. Agustus 2025, dia keluar Banten. Dia mengemban tugas baru sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri di luar struktur. Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional.

Pos itulah yang menambah bintang di pundak. Dari dua menjadi tiga. Menyandang pangkat Komisaris Jenderal. Upacara kenaikan pangkat dipimpin langsung oleh Listyo Sigit di Mabes Polri pada 12 September 2025.

Insting reserse Suyudi semakin menyala di BNN. Baru empat bulan menjabat, pada Desember 2025, dia menggulung jaringan narkotika nasional. BNN menangkap Dewi Astutik, buronan Interpol pemasok dua ton sabu ke Indonesia.

Kini, dari BNN Suyudi kembali ke Polri. Siang ini, dia akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri. Dia menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Setahun lalu, dia bernyanyi. Bermain debus. Kini panggungnya sudah ganti. Bukan lagi Alun-Alun Serang. Melainkan seluruh Indonesia.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id