Tanda-Tanda Tubuh Kurang Asupan Makanan yang Sering Tidak Disadari

Stories | Sabtu, 29 Agustus 2026 16:00

Reporter : Abidah

Tubuh yang tidak mendapat cukup asupan makanan bisa menunjukkan berbagai sinyal yang sering luput dari perhatian, jauh sebelum seseorang benar-benar menyadarinya.

DREAM.CO.ID - Banyak orang berpikir mereka sudah makan cukup, baik dari segi jumlah maupun kualitas, tapi tetap merasa lelah dan mudah tersinggung tanpa sebab jelas. Ternyata, tubuh yang tidak mendapat cukup asupan makanan bisa menunjukkan berbagai sinyal yang sering luput dari perhatian, jauh sebelum seseorang benar-benar menyadari bahwa masalahnya ada pada pola makan.

Kelelahan yang Terus-Menerus

Salah satu tanda paling awal dan paling umum dari kurang makan adalah kelelahan kronis. Tubuh bergantung pada kalori untuk menghasilkan energi, dan defisit kalori yang berkepanjangan menyebabkan fungsi metabolisme menurun. Ketika asupan makanan rendah, kadar gula darah ikut turun, menyebabkan energi rendah, tubuh terasa lesu, dan sulit berkonsentrasi.

Ahli gizi McKel Kooienga menjelaskan, ketika tubuh terus-menerus kurang makan, tubuh tidak mampu memberi bahan bakar bagi dirinya sendiri dengan baik, yang bisa membuat seseorang merasa lesu dan lamban. Selain kekurangan kalori, kurang makan juga bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi penting untuk menjaga energi, seperti zat besi dan vitamin B.

2 dari 4 halaman

Rambut Rontok

Jika mendapati lebih banyak helai rambut menumpuk di sisir dari biasanya, ini bisa jadi tanda asupan makanan yang kurang. Ketika tubuh tidak mendapat cukup kalori dan nutrisi penting, tubuh akan memprioritaskan kesehatan organ-organ vital seperti jantung, otak, dan paru-paru, dibanding rambut, kulit, dan kuku. Sebuah tinjauan tahun 2013 menemukan bahwa kekurangan protein, mineral, asam lemak esensial, dan vitamin bisa menyebabkan rambut rontok sekaligus perubahan warna dan struktur rambut.

Sering Sakit dan Masalah Kulit

Tubuh yang kekurangan energi dan nutrisi juga cenderung lebih sering jatuh sakit, sebab sistem imun bergantung pada asupan gizi yang cukup untuk berfungsi optimal. Masalah kulit turut menjadi indikator umum, sejalan dengan riset yang menemukan kaitan antara malnutrisi dan robekan kulit (skin tears), terlepas dari usia maupun indeks massa tubuh seseorang.

 

3 dari 4 halaman

Perubahan Hormon dan Siklus Menstruasi

Pada perempuan, siklus menstruasi yang terganggu atau berhenti sama sekali menjadi tanda yang cukup umum saat asupan kalori tidak mencukupi. Amenorea, yakni tidak mengalami menstruasi selama lebih dari tiga bulan, adalah salah satu efek samping umum dari kekurangan asupan makanan, dan jika dibiarkan berkepanjangan bisa berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan lain.

Sebuah tinjauan riset tahun 2022 pada perempuan menemukan bahwa makan terlalu sedikit bisa mengganggu sinyal hormon dari otak, menyebabkan penurunan hormon reproduksi dan gangguan fungsi reproduksi.

Gangguan Suasana Hati dan Cara Berpikir

Kekurangan gizi kronis juga berkaitan dengan perubahan signifikan pada suasana hati dan perilaku. Perubahan hormon stres yang dipicu rasa lapar berkepanjangan bisa menyebabkan rendahnya daya tahan terhadap stres, mudah tersinggung, dan kesulitan berpikir jernih (brain fog).

Sinyal Fisik Lain yang Perlu Diperhatikan

Rasa lapar bisa muncul dalam berbagai bentuk sinyal fisik dan mental yang sering tidak disadari, mulai dari pikiran yang terus-menerus mengarah ke jam makan berikutnya di tengah rapat, hingga gelombang kelelahan atau pusing yang tiba-tiba muncul. Beberapa orang juga merasakan sinyal lapar lewat gejala pencernaan, seperti perut terasa kosong, keroncongan, refluks, atau mual.

Riwayat panjang membatasi asupan makanan juga bisa membuat seseorang kehilangan kepekaan terhadap sinyal lapar dan kenyang tubuhnya sendiri, sebuah kondisi yang cukup umum ditemukan dalam proses pemulihan gangguan makan, ketika tubuh sudah terbiasa tidak mendapat nutrisi yang konsisten.

 

4 dari 4 halaman

Kapan Perlu Waspada dan Mencari Bantuan

Penting dicatat, jika seseorang merasa terus-menerus terpaku pada makanan atau berat badannya, merasa bersalah atas pilihan makanan yang dikonsumsi, atau menjalani diet yang sangat membatasi, ini bisa jadi tanda hubungan yang tidak sehat dengan makanan, atau bahkan gangguan makan yang lebih serius.

Mengatasi kebiasaan kurang makan yang sudah berlangsung lama umumnya sulit dilakukan sendirian, baik seseorang memiliki gangguan makan maupun tidak. Membangun kembali pola makan yang sehat dan memulihkan dampak dari kekurangan asupan biasanya membutuhkan bimbingan profesional dari tim tenaga kesehatan, umumnya melibatkan setidaknya seorang terapis dan ahli gizi.

Kurang makan tidak selalu tampak jelas, dan sering kali baru disadari lewat kombinasi gejala yang tampak tidak saling berkaitan. Jika mengenali beberapa tanda ini pada diri sendiri, langkah paling bijak adalah berbicara dengan tenaga kesehatan profesional untuk evaluasi lebih lanjut, alih-alih menyimpulkan atau menangani sendiri tanpa pendampingan yang tepat.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id