Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Seorang Pria Sedang Mengecek Tekanan Angin Di Ban Kendaraan. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Pada musim penghujan, para pengendara motor diminta lebih berhati-hati saat berkendara. Hal ini disebabkan oleh jalanan yang basah akibat air hujan.
Tentu saja kondisi itu bisa membuat jalan licin dan berujung kecelakaan lalu lintas.
Dikutip dari Wahana Honda, Minggu 27 Desember 2020, kecelakaan lalu lintas juga sering disebabkan oleh ketidaktahuan tentang konsep safety riding. Salah satunya adalah tekanan angin ban motor yang ideal saat masuk musim hujan.
Banyak orang mengatakan tekanan angin tak boleh terlalu tinggi untuk ban kendaraan. Dikatakan bahwa hal ini bisa membuat kecelakaan di tengah jalan, seperti terpeleset, tergelincir, atau ban selip. Benarkah demikian?
Saat membeli kendaraan baru, terdapat buku pabrikan yang harus dibaca. Buku ini mencantumkan informasi lengkap tentang kendaraan. Mulai dari apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan, besaran beban maksimal yang boleh dibawa hingga biasanya juga tertera informasi mengenai tekanan ban yang ideal untuk sepeda motor.
Biasanya tekanan angin ban motor yang direkomendasikan berkisar antara 29 psi untuk roda depan serta 33 psi untuk roda bagian belakang. Kapasitas angin ban motor ini dianggap cukup ideal untuk berkendara.

Selain akan membuat pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan, tekanan angin ban motor yang ideal juga akan menjauhkan kamu dari risiko buruk di jalanan seperti kecelakaan dan juga memperpanjang usia pakai dari ban tersebut.
Untuk musim penghujan sendiri tekanan ban motor yang disarankan cukup berbeda. Kamu diperbolehkan untuk mengurangi tekanan ban jika memang dibutuhkan. Namun tetap dengan batas yang telah ditentukan.
Maksimal pengurangan tekanan angin ban motor tersebut hanyalah 2 psi. Artinya, jika di hari biasa kamu berkendara dengan tekanan 29 psi untuk roda depan, pada musim penghujan kamu bisa menurunkannya di angka 27 psi. Pun demikian berlaku juga untuk ban belakang boleh diturunkan hingga ke angka 31 psi.
Pengurangan tekanan angin ini bertujuan untuk membuat daya cengkram ban motor jauh lebih kuat pada saat melewati jalanan basah dan licin. Karena seperti yang kita tahu, tekanan angin ban yang terlalu tinggi seringkali menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan di tengah medan jalan yang basah.
Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi ban selip atau hilangnya kontrol pada komponen ban.

Pastikan untuk tidak berkendara dalam kecepatan tinggi saat melewati jalanan yang basah, licin atau saat sedang turun hujan.
Berkendaralah dengan kecepatan standar dan memperhatikan kondisi jalanan sekitar. Dengan demikian, berapa pun tekanan ban motor yang Anda kendarai akan tetap membawa kamu selamat sampai ke tujuan.
Selain itu, jika tak mau repot-repot mengurangi tekanan angin ban motor setiap kali akan berkendara di musim hujan, kamu bisa mengganti ban motor yang sekarang dengan jenis ban dual purpose. Ban ini tersebut dapat digunakan untuk berkendara di medan on road maupun off road.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
