Selamat Tinggal BBM, Kapal Pesiar Cantik Ini Bertenaga Baterai

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 23 September 2018 12:01
Selamat Tinggal BBM, Kapal Pesiar Cantik Ini Bertenaga Baterai
Plus, penumpang juga tidak akan terusik oleh suara bising kapal.

Dream – Bersiaplah menyambut kapal pesiar masa depan yang tak lagi menggunakan bahan bakar minyak. Kini sebuah kapal pesiar bisa melaju dengan tenaga listrik. Meski baru, penampakan kapal ini sangat cantik.

Dikutip Dream dari laman Autocar, Minggu 23 September 2018, sebuah rancangan kapal pesiar berteknologi terbaru bernama SolarImpact tengah dikembangkan. Terbuat dari aluminium dan sepanjang 24 meter, kapan ini cukup untuk mengakomodasi 4 ranjang double dan 1 master kabin. Kabin utama ini ditujukan bagi kru kapal.

Pesiar ini memiliki sumber energi dari 2 baterai berdaya 500 kilowatt (kW). Baterai ini bisa memberikan kekuatan berlayar selama 10 jam. Sementara untuk kecepatannya, pesiar itu bisa melaju sampai 22 knot.

SolarImpact mengatakan ada dua hal yang disebut-sebut bisa mengubah dunia pesiar.

Pertama, kapal ini mengisi baterai dengan tenaga surya. Dengan sinar matahari yang cukup dan pasokan baterai yang mumpuni, orang-orang bisa berlayar dengan pesiar ini tanpa batas. Tentu saja sumber tenaganya gratis.

Yang kedua, tak ada suara kebisingan dan ketidaknyamanan akibat suara mesin kapal dan deburan ombak laut. Pesiar tersebut menggunakan teknologi Small Waterplan Area Twin Hull (SWATH). Dengan teknologi itu, pesiar bisa stabil di ombak laut setinggi beberapa meter.

Tak ada suara kebisingan dan menggunakan tenaga surya, kapal ini sangat “ sunyi”.

Perusahaan yang mengembang proyek ini berjanji bahwa produk tersebut memenuhi standar mudah dioperasikan, nyaman dan aman, serta mengusung kebebasan individu.

Sayangnya, sampai saat ini, pesiar SolarImpact masih dalam pengembangan. Tak ada satu pun informasi yang menyebutkan kapan kapal itu bisa berlayar di laut.(Sah)

1 dari 2 halaman

Mobil Listrik Berkembang, Pekerjaan 75 Ribu Orang Hilang

Dream – Mobil listrik ternyata punya dampak negatif di sektor tenaga kerja. Sektor mobil listrik bisa memangkas 75 ribu pekerjaan. Bahkan, sektor pemasok suku cadang kecil akan terkena imbasnya pada 2030.

Dilansir dari Khaleej Times, Sabtu 16 Juni 2018, studi yang dilakukan oleh IG Metall Union bersama BMW, Volkswagen, dan sejumlah pembuat suku cadang mobil mengatakan kendaraan yang “ lebih bersih”, menimbulkan tantangan besar untuk industri otomotif Jerman yang menyerap tenaga kerja hingga 800 ribu orang.

Mobil listrik ini lebih mudah dibangun dan membutuhkan bagian yang jauh lebih sedikit, daripada mobil berbahan bakar bensin atau solar.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fraunhofer Institute, pergeseran mobil konvensional menjadi mobil listrik ini akan menghilangkan 100 ribu dari 210 ribu pekerjaan di industri mobil pada 2030.

Lalu, industri mobil listrik akan menyerap 25 ribu tenaga kerja baru terkait baterai dan komponen mobil listrik lainnya.

Angka-angka dihitung berdasarkan asumsi bahwa pada saat itu, 25 persen dari semua mobil di jalan-jalan Jerman akan sepenuhnya listrik, sementara 15 persen lainnya akan menjadi hibrida, yang menggabungkan motor listrik dengan mesin pembakaran internal tradisional.

Saat ini, mobil listrik yang ada di pasar kurang dari 2 persen dari total mobil listrik secara keseluruhan.

CEO IG Metall, Joerg Hoffman, mengatakan pemerintah dan bos perusahaan perlu mengambil tindakan segera untuk mempersiapkan industri, termasuk melalui skema pelatihan ulang.

“ Akan ada pemasok yang tidak akan dapat menyesuaikan model bisnis mereka, terutama di antara perusahaan kecil dan menengah,” kata Hoffman.

Sebagai gambaran, saat ini ada 4 ribu pekerja yang merakit satu mesin mobil bertenaga bensin per tahun. Dengan adanya mobil listrik, hanya ada 1.840 orang pekerja yang dibutuhkan untuk membangun motor listrik untuk mobil. (ism) 

2 dari 2 halaman

Aturan Mobil Listrik Tinggal Tunggu Tanda Tangan Jokowi

Dream – Pemerintah terus mendorong percepatan realisasi proyek mobil listrik. Saat ini, aturan terkait proyek mobil listrik ini tinggal menunggu tanda tangan Presiden Joko Widodo. 

“ Sudah di Sekretariat Negara. Tinggal tanda tangan. Kami harapkan dalam waktu dekat, sudah keluar,” kata Direktur Teknik dan Lingkungan Ketanagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Munir Ahmad di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 25 Januari 2018.

Menurut Munir, salah satu hal yang diatur dalam beleid ini adalah tugas-tugas kementerian terkait dan PT PLN (Persero) untuk mendorong percepatan mobil listrik.

 Ketika Jokowi Jajal Mobil Listrik Buatan Anak Bangsa

“ Setiap kementerian punya tugas masing-masing, Kementerian Perindustrian apa (tugasnya), Kementerian Perdagangan apa, dan kami apa. Kemudian, PLN menyiapkan SPLU-nya,” kata dia.

[crosslink_1]

Beri Komentar
Lebih Dekat dengan Tiffani Afifa, Dokter Cantik Juara Kpop World Festival