Mitsubishi Bikin Mobil Listrik Rp260 Jutaan Buat ASEAN, Indonesia Kebagian?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 28 Juni 2021 19:33
Mitsubishi Bikin Mobil Listrik Rp260 Jutaan Buat ASEAN, Indonesia Kebagian?
Ini alasan perusahaan itu meluncurkan kendaraan dengan harga terjangkau.

Dream – Persaingan global untuk segmen mobil listrik mulai memanas. Perusahaan otomotif asal Jepang dan Eropa mempersiapkan diri untuk melawan produsen mobil asal Tiongkok. Mitsubishi Motors termasuk salah satu yang tak mau kalah start.

Dikutip dari Nikkei Asia, Senin 28 Juni 2021, produsen otomotif asal Jepang ini mulai memanaskan persiangan bisnis mobil listrik dengan menawarkan produk di bawah 2 juta yen setara Rp261,19 juta). Mobil listrik ini ditargetkan siap mengaspal pada 2023.

Sekadar informasi, mobil listrik cenderung masih mahal daripada kendaraan bensin. Tapi, pemberian subsidi dan tak ada tangki BBM membuat kendaraan itu lebih kecil dan terjangkau dibandingkan saudara tuanya yang masih mengandalkan bahan bakar fosil. Produsen otomotif tentu ingin menarik pelanggan yang lebih luas.

Saat ini, Mitsubishi memiliki mobil listrik yang terjangkau, yaitu Minicab MiEV. Mobil ini bisa menempuh jarak 150 km sekali mengisi daya baterai.

1 dari 2 halaman

Investasi Triliunan untuk Mobil Listrik

Perusahaan berencana membuat mobil listrik yang lebih murah daripada Minicab MiEV. Mitsubishi tetap memastikan kendaraan itu melaju hingga 150 km dengan baterai penuh.

Mitsubishi akan merilis mobil mini senilai US$18 ribu (Rp260,18 juta) di Asia Tenggara pada 2023. Perusahaan ini menginvestasikan 19 miliar yen (Rp2,48 triliun) untuk membangun fasilitas produksi baru di Thailand, termasuk untuk kendaraan hybrid.

Selain itu, Mitsubishi juga berencana memproduksi mobil listrik 10 ribu unit di Thailand per tahun.

2 dari 2 halaman

Tiongkok Jadi Saingan

Biaya produksi baterai mobil listrik menyumbang 30-50 persen dari total produksi kendaraan ini. Diketahui kini biayanya turun hingga 80 persen pada 2012-2020 karena produksi mobil yang meningkat di Tiongkok dan Eropa. Selain itu, pemerintah Jepang juga memberikan subsidi untuk produksi mobil listrik.

Presiden Mitsubishi Motors, Takao Kato, menilai Tiongkok bisa menjadi salah satu saingan pada masa depan. Hal ini melihat mobil listrik Tiongkok mulai muncul. Contohnya, di Jepang, pengangkut paket Sagawa Express membeli 7.200 mobil listrik buatan Tiongkok.

Perusahaan analitik asal Inggris, LMC Automotive, menyebut tahun lalu ada 2,14 juta unit mobil listrik yang terjual di seluruh dunia. Kemudian, penjualannya akan meningkat hingga 23,3 juta unit pada akhir 2030. Ditambah lagi Inggris dan Eropa akan menghentikan penjualan mobil bensin pada 2030-2040.

Pembeli mobil listrik mayoritas berasal dari orang kaya. Tapi, label harga “ lebih terjangkau” bisa menarik lebih banyak lagi pembeli.

“ Ketika biaya baterai on board turun 50 persen atau lebih pada 2030, harga mobil listrik akan mendekati harga mobil bensin,” kata Manajer Arthur D. Little Japan, Masayuki Aou.

Beri Komentar