Reaksi Yamaha Usai Divonis Lakukan Praktik Kartel dengan Honda

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 28 Mei 2019 15:35
Reaksi Yamaha Usai Divonis Lakukan Praktik Kartel dengan Honda
Ini yang bakal dilakukan Yamaha.

Dream - Yamaha Indonesia kembali angkat bicara soal hasil putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan Yamaha dan Honda terlibat kartel skuter matik 110-125 cc.

Pabrikan berlambang garpu tala itu kecewa atas putusan MA yang sudah menolak kasasi pihaknya. Yamaha tegas menampik bila melakukan kartel dengan Honda.

" Hasilnya sangat mengecewakan buat kami. Karena kami benar-benar tidak pernah melakukan itu," kata Executive Vice President Director PT YIMM, Dionysius Bety di Jakarta Fair 2019, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin kemarin.

Langkah selanjutnya, kata Dion, Yamaha akan mempelajari hasil putusan MA. Sebab sampai saat ini mereka juga belum menerima hasil putusan tersebut.

" Kami akan lakukan upaya hukum" imbuhnya.

Diketahui pada pada 23 April lalu, MA menolak permohonan kasasi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) dalam kasus pengaturan harga jual skuter matik (skutik) 110-125 cc di Indonesia.

Upaya kasasi Honda dan Yamaha itu diajukan usai Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, pada Desember 2017, menguatkan keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyatakan kedua produsen sepeda motor Jepang itu melakukan praktik kartel.

Honda dan Yamaha ditetapkan KPPU bersalah dalam kasus itu pada Februari 2017. Sebagai sanksi, Honda diwajibkan membayar denda Rp22,5 miliar, sedangkan Yamaha harus membayar denda Rp25 miliar.

Beri Komentar
Main Film Pertama Kali, Emil Dardak Gugup?