Humor Gus Baha: Kisah Lucu Kiai Menahan Ingin Poligami, Pengantin Sampai Bingung

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 22 Juni 2021 10:02
Humor Gus Baha: Kisah Lucu Kiai Menahan Ingin Poligami, Pengantin Sampai Bingung
Karena kiai ini tidak kekurangan pasal (alasan), lalu dia berasalan.

Dream - Ada cerita seorang kiai, entah karena pengen poligami (Jawa: wayoh) atau ngempet kepengen wayoh.

Dikutip dari Iqra.id, ketika dia diminta mengakadkan pernikahan seseorang, bukannya melafalkan “ ankahtuka wa zawwajtuka”, malah kiai itu mengucapkan “ qobiltu nikahaha”. Hehehe

Sampai pengantinnya bingung…

Perempuan yang diakadkan cantik, jadi kiai itu tidak mengucapkan “ ahkahtuka” tapi langsung “ qobiltu”.

Karena kiai ini tidak kekurangan pasal (alasan), lalu dia berasalan, “ Aku belum punya pengalaman menikahkan, tapi punya pengalaman menikah”.

Kata temannya, “ Padahal ngempet (menahan) pengen wayoh (poligami)”. Hehehe

Makanya bahaya, orang-orang yang sudah kepengen poligami itu jangan sekali-sekali menikahkan. Bisa bahaya tiba-tiba mengucapkan, “ Qobiltu nikahaha”. Hehehe

1 dari 9 halaman

Kisah Lucu Abu Nawas Sholat Jenazah Pakai Rukuk dan Sujud

Dream - Pengasuh Pesantren Tahfidz Qur’an LP3IA Rembang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang sering disapa Gus Baha, dalam suatu pengajian kitab bersama para santri pernah menceritakan kisah-kisah lucu kalangan sufi yang banyak akalnya.

Salah satunya yakni Abu Nawas saat menjadi imam sholat jenazah tapi malah memakai rukuk dan sujud.

Berikut keterangan dari Gus Baha:

Suatu ketika Abu Nawas mengimami sholat jenazah. Waktu itu dia lupa, malah melakukan rukuk dan sujud, ya kan jadi kelihatan bodohnya. Hahaha…

Abu Nawas ini ternyata memang bener-bener lupa. Ketika selesai jamaah sholat jenazah, ada makmum yang menanyai beliau.

“ Abu Nawas, apakah sholat jenazah sekarang sudah memakai model terbaru? Kok ada rukuk dan sujudnya?”

“ Aku sudah dapat ilham dari Allah, dosanya bapakmu ini banyak sekali…. Dan untuk menyelesaikan ini, sholatnya harus menggunakan rukuk dan sujud…” Hahahaha…

 

2 dari 9 halaman

Semenjak kejadian itu, selanjutnya Abu Nawas sudah tidak pernah lagi sholat (Jenazah) menggunakan rukuk dan sujud. Tapi, hal ini pun malah diprotes oleh keluarga si jenazah lainnya.

“ Wahai Abu Nawas, kenapa ini shlatnya tidak spesial? Kok nggak ada rukuk dan sujudnya?” (tanya salah satu keluarga mayit)

Abu Nawas menjawab santai, “ Ini ringan dosa bapakmu…” Hahaha….

Keluarga tadi pun senang sekali. Dan akhirnya setelah itu ketika Abu Nawas mengimami kembali kan sudah tidak memakai rukuk dan sujud. Jadi orang-orang pun sudah senang hatinya, “ Wah ringan ini dosanya…”

Padahal yang dilakukan Abu Nawas kali ini karena memang sudah ingat (bahwa sholat jenazah tidak ada rukun dan sujud). Wong saraf itu memang wes repot hahaha…

Selengkapnya klik di sini

3 dari 9 halaman

Pengalaman Kocak Gus Baha Umroh Ketemu Orang Jogja di Depan Kabah: Ini Doa Apa?

Dream - KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dalam suatu majelis pengajian kitab bersama para santri menceritakan kisah-kisah lucu jamaah haji dan umroh asal Indonesia ketika sedang di Tanah Suci.

Berikut keterangan dari Gus Baha:

Saya pernah mengalami kisah nyata pada 2009 umroh ketemu orang Gunung Kidul Yogyakarta di depan Kabah.

Waktu itu dia gapruk’i (memukul) dinding Kabah sambil berkata, “ Bah… Kabah, mulai cilik aku shalat madep kuwe kok lagi ketemu saiki… (Bah Kabah, dari kecil aku shalat menghadap kamu kok baru bertemu sekarang).”

Hehehe.. Ini doa apa.. Hehehe

4 dari 9 halaman

Saat mendengar itu saya awalnya masih pikiran husnudhon, “ Barangkali dia dapat ijazah doa khusus dari kiainya.”

Mungkin Kabahnya juga bingung, “ Ini doa apa..” Hehehe

Haduh… Akhirnya, saya tertarik dan tidak sempat berdoa karena lucu (mendengar perkataan orang itu).

Kalau melihat peristiwa itu, dia tidak pantas masuk neraka sebab kangen Ka’bah sampai begitu, seperti kangen bertemu anak dan saudara.

Misalnya, orang begitu terus kita memberitahu, “ Mbah, sampean wajib bayar Dam, sebab kiswah itu diminyaki.”
Pasti dia bertanya, “ Wong kangen megang kok nggak boleh.”

Malah ribet kan…

5 dari 9 halaman

Muthowwif (pembimbing umrah) kadang bertanya, “ Gus, ini bayar Dam apa tidak?”

“ Tidak usah, aku saja yang matur (menyampaikan) ke Allah.”

Menghadapi ahli fikih ribet, mending matur ke Allah supaya dimaklumi. Lha bagaimana, wong menghadapi orang-orang begitu (awam).

“ Ya Allah, misalnya hukum-hukum yang ketat biarlah untuk yang pernah ngaji. Untuk (kasus) yang satu ini pokoknya khusus Engkau maklumi.”

Selengkapnya klik di sini.

6 dari 9 halaman

Cara Gus Baha Menyikapi Warung yang Penjualnya Wanita dengan Aurat Terbuka

Dream - Cara pengasuh Pesantren Tahfidz Qur’an LP3IA Rembang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menyikapi pedagang warung yang auratnya terbuka bisa dijadikan pelajaran agar tidak mudah menghukumi orang yang tampilan luarnya kelihatan buruk.

Dilansir dari Iqra.id, Jumat 18 Juni 2021, Gus Baha menceritakan pengalaman ayahnya yang suka marung (jajan di warung) dalam suatu pengajian kitab bersama para santri.

Berikut penjelasan Gus Baha:

Saya masih ingat kata-kata Bapak saya (KH Nursalim). Bapak itu suka marung (jajan di warung). Kadang penjual warungnya perempuan memakai rok begitu begitu. Lantas kebiasaan Bapak demikian ini kadang dikritik sama kiai-kiai lain, “ Kiai kok marung peremuan yang pake rok-an.”

Kata Bapak, “ Wes piro-piro gelem adol gedang goreng, nek adol barenge malah repot (syukur-syukur mau jualan pisang goreng, kalau jualan barangnya malah repot).”

7 dari 9 halaman

Saya pernah dibilangin sama Bapak;

“ Menurutku, kalau sudah yakin orang tersebut tidak berzina menjual badannya, berarti baik. Bagaimana pun dia berjualan pisang goreng, teh, pecel, nasi goreng, itu menunjukkan tidak suka maling, ikut Nabi ingin berdagang dan mendapatkan rezeki halal. Soal dia memakai rok yang tidak begitu menutup aurat adalah masalah lain. Jangan hanya karena auratnya tidak benar lalu mengharamkan dagangannya.”

Nanti bisa rusak semua bila berpikir, “ Kiai tidak ikhlas, tidak usah ngajar, berarti orang jadi bodoh semua. Kamu mau ngaji tapi nggak ikhlas, berarti nggak usah ngaji.” Kalau begitu ya agama bisa tutup!

8 dari 9 halaman

Maksiat itu suatu perkara, cinta Allah dan Rasul itu juga perkara lain.

Kita tidak bisa menjadi sempurna, “ Kalau cinta Allah itu harus perfect atau sempurna. Tidak pernah maksiat, tidak pernah zina, tidak pernah maling, tidak pernah membicarakan orang, tidak pernah barang yang tidak halal.”

Satu-satu yang halal itu, membuka mulut terus menadah air hujan dari langit. Mau lewat wadah? Wadah dari mana? Wadah buatan China, berarti kamu membeli untuk menambah kekayaan orang nonmuslim.

“ Ini pedagangnya nonmuslim, berarti labanya kan dibuat membangun gereja, haram. Berarti kan kamu memberi kontribusi.”

Hayo contoh apa lagi? Sajadah? Buatan China juga. Baju? Kainnya buatan China.

Kalau pengen halal ya minum air langsung yang jatuh dari langit tanpa wadah…!! konsumsi itu saja, jangan yang lainnya.

Kamu kalau “ sok suci” kepengenen halal semua bagaimana caranya? Tidak bisa. Kata Imam Ghazali, satu-satunya barang halal itu air hujan yang jatuh dari langit lalu buka mulut.

Makanya, biasa saja…!!

9 dari 9 halaman

Kata ulama mengutip ayat:

Katakanlah: “ Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar, ayat 53)

Maksudnya, orang yang disifati Allah sebagai orang israf (berlebihan) saja masih dipanggil “ Ya Ibadi” (hambaku) yang mengajak agar tidak putus asa dari Rahmat-Nya. Allah saja masih panggil-panggil, kamu kok malah jadi tukang mengusir.

“ Maulidan kok tatoan. Tidak boleh cinta Nabi. Kalau cinta Nabi harus pakai baju takwa dan minyak wangi.” Mana ada begitu! Kalau begitu ya nanti tidak ada Syekher Mania… Hehehe

Apalagi anak saya itu suka Habib Syekh. Jadi, saya ya mengantar anak saya kalau ada Syekher Mania.

Selengkapnya klik di sini.

Beri Komentar